<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776</id><updated>2011-12-30T04:12:17.390-08:00</updated><title type='text'>ACUN - ON LINE</title><subtitle type='html'>Lihat, Rasakan, Resapi, dan Tuliskan...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-5912970717440020435</id><published>2011-12-29T22:18:00.000-08:00</published><updated>2011-12-30T03:27:03.341-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;KUDA PEMBAWA PESAN TSUNAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;b&gt;Oleh Fachrur Rizha&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-AjHH0XYX6z4/Tv1XsfANRMI/AAAAAAAAAPw/OoJksqgHVSw/s1600/kuda2.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="198" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-AjHH0XYX6z4/Tv1XsfANRMI/AAAAAAAAAPw/OoJksqgHVSw/s320/kuda2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Entah apa yang membuat seaakan pada dini hari 26 Desember 2004 bagaikan malam yang penuh rahasia, dan membuat saya sangat gusar hingga tidak tertidur sedikit pun dan mamilih untuk duduk sambil menonton film kurcaci di salah satu televisi swasta sambil menunggu subuh untuk memenuhi janji dengan teman-teman untuk jogging ke Blang Padang.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara kuda tiba-tiba terdengar melintasi depan rumah saya yang yang terletak di Kp. Keuramat Kota Banda Aceh dan memecah kesunyian malam itu. Padahal selama ini tidak pernah ada kuda yang lewat. Tidak lama berselang kembali terdengar suara nyaring binatang hingga beberapa menit yang tidak diketahui itu hewan apa. Namun setelah itu kesunyian kembali mewarnai malam yang ternyata menyimpan beribu mesteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya 26 Desember 2004, tepat setelah azan subuh seperti biasa pada hari-hari minggu yang lainnya, saya pun keluar dari rumah untuk bertemu teman-teman. Namun, di depan pintu pagar melihat ada kotoran kuda yang masih menumpuk, sehingga saya yakin berarti suara kuda yang berlari tadi malam bukanlah hanya ilusi. Kemudian masih tanpa tahu apa maksud kuda itu, saya pun bersama beberapa teman yang juga tinggal dikos-kosan rumah dan tetangga melakukan kegiatan rutin untuk lari pagi menuju lapangan Blang Padang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tanpa ada firasat apapun, seperti biasa, setelah mengitari lapangan Blang Padang dua kali, kami istirahat sebentar untuk kemudian melanjutkan bermain basket dan sepak bola. Sambil menanti beberapa teman yang biasa bergabung untuk bermain bola, kami menyempatkan diri untuk melihat pelepasan peserta marathon yang dipusatkan di lapangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba bumi terguncang sangat keras dan kami pun hanya saling menatap dan penuh kepanikan. Kemudian di depan saya ada seorang paruh baya yang tiba-tiba hampir pingsan ketika melihat runtuhnya Hotel Kuala Tripa yang terletak di depan kami. Gempa pun berhenti dan pria parun baya itu masih terduduk tanpa bisa berkata apa-apa. Saya dan seorang teman pun menghampirinya dan memberikan aqua gelas kepadanya. Kemudian paruh baya itu meminta pamit untuk pulang lebih awal ingin melihat kondisi rumah dan keluargaya di desa Pungee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunggu komando, saya dan teman-teman langsung bergerak untuk pulang, dengan berlari tanpa henti mengitari mulai dari Masjid Raya, Pasar Aceh, Pasar Peunayong hingga kembali ke rumah masing-masing di Kp Keuramat. Saat di jembatan pasar ikan Peunayong saya sempat memerhatikan air yang surut di Krueng Aceh, namun tidak tahu itu tanda apa. Dan bahkan kami sempat berhenti sejenak di depan Shoping Center Pasar Aceh untuk berdoa bersama yang diipimpin oleh seorang paruh baya yang ternyata itu juga terekam dibeberapa video amatir yang ditayangkan di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di rumah masing-masing. Saya sempat bercerita banyak kepada tetangga yang berkumpul mengenai beberapa bangunan runtuh yang saya lihat seperti Hotel Kuala Tripa, Toko Buku Zikra, dan beberapa pertokoan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya berselang beberapa menit, tiba-tiba bayak masyarakat berlarian di ruas jalan dari berbagai penjuru sambil berteriak “air laut naik… air laut naik…”. Saya hanya melihat kepanikan itu dan yang terlintas dipikiran saya kalau itu mungkin hanya air pasang laut. Namun ketika tiba-tiba saya melihat kenapa diruas jalan nuri dekat Masjid Al Ikhlas ada sebuah kapan yang datang dan makin lama semakin dekat, saya mulai berpikir ini kenapa, karena tidak mungkin kapal yang begitu besar bisa masuk ke pemukiman penduduk yang jaraknya sekitar 4 km dari tepi pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun bergegas mengajak keluarga untuk menyelamatkan diri dengan mengedepankan menyelamatkan ibu dan adik perempuan terlebih dahulu dengan sepeda motor. Sementara saya dan yang lain termasuk beberapa anak kost di rumah saya memilih untuk berlari dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan suasana pun semakin panik. Semua orang berhamburan tanpa arah dan ucapan takbir dan tahmit keluar dari mulut-mulut orang yang terus berlari. Hingga saya pun sempat berpikir saya tidak akan selamat lagi, karena sebelumnya saya sempat melihat di televisi ke dahsyatan tsunami yang terjadi dalam film The Day After Tomorrow dan dalam benak saya berpikir kalau ini pasti lebih dahsyat dan berlari pun hanya akan percuma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dalam nuansa kepanikan, di ruas jalan menuju Lhoeng Bata saya bertemu dengan sepupu saya yang naik sepeda motor dengan istrinya yang keduanya tergolong gemuk. Entah bagaimana bisa kemudian saya juga naik dan duduk di depan bersama dua saudara saya itu dengan mengendarai sepeda motor Astrea Star yang begitu kecil dan ramping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami pun tiba di Montasik, dan saya ketika itu saya sudah menumpangi sepeda motor sepupu yang lainnya yang bertemu di lintasan Lambaro. Setelah sempat shalat Zuhur berjamaah di Desa Warabo Montasik yang merupakan desa asal orang tua saya. Di Meunasah tersebut saya juga sempat bercerita sedikit kepada jamaah yang bertanya mengenai apa yang terjadi. Namun semuanya tidak terbayang kalau kenyataannya lebih dahsyat dari cerita yang masih didengar dari mulut ke mulut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 13.30 WIB saya pun memutuskan untuk kembali ke rumah di Kp Keuramat untuk melihat keluarga. Setiba di sana saya melihat begitu banyak mayat yang terapung dan bergelimpangan di jalan. Dan dengan air yang masih sepingang saya menuju rumah dan melihat abang saya Irfan dan beberapa tetangga serta anak kost di rumah saya sedang sibuk menyelematkan beberapa orang yang membutuhkan bantuan akibat luka yang mereka alami, di sana lah saya melihat betapa cepatnya mereka memberikan bantuan layaknya seperti posko kemanusian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat bersama, hujan pun turun dan kita memutuskan untuk semua mengungsi ke Tungkop dan Cot Keueng bersama beberapa orang lainnya dengan berjalan kaki dari Kp.Keuramat. sementara saya memilih mengungsi ke rumah nenek di Simpang Cot Peurabee atau menuju Cot Keueng. Di sanalah saya berharap bisa bertemu dengan beberapa suadara saya yang lain dan ibu. Dan alhamulillah di hari kedua kami pun berkumpul setelah sebelumnya sempat berlarian dan menyelamatkan diri di lokasi yang berbeda diantaranya Jantho dan Mata Ie dan bahkan ada yang saat tsunami terjadi berada di Desa Lambada Lhok lintasan jalan menuju Krueng Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi sebuah pengalaman lagi, ketika sebelum ada yang mengatakan kalau itu tsunami saya telah mengatakan kepada beberapa teman kalau itu namanya tsunami sesuai yang pernah saya lihat dibeberapa film dokumenter yang ditayangkan Discovery Channel. Dan ternyata besoknya ternyata benar dalam beberapa siaran berita radio disebutkan kalau itu adalah tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keheningan malam pertama seteleh tsunami saya kembali teringat dengan apa yang pernah saya rasakan malam sebelum tsunami, yaitu suara kuda dan suara nyaring binatang yang tidak tahu dari mana asalnya ternyata adalah salah satu tanda kalau hewan sudah mencoba memberikan pesan kepada manusia kalau akan terjadi bencana besar. Wallahu ya’lamu maala ta’lamun (sesungguhnya Allah maha mengetahui apa-apa yang tidak engkau ketahui).***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Telah dipubliksikan di www.serambinews.com edisi 27 Desember 2011.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-5912970717440020435?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/5912970717440020435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2011/12/oleh-fachrur-rizhapenulis-adalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5912970717440020435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5912970717440020435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2011/12/oleh-fachrur-rizhapenulis-adalah.html' title=''/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-AjHH0XYX6z4/Tv1XsfANRMI/AAAAAAAAAPw/OoJksqgHVSw/s72-c/kuda2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-633911536549079667</id><published>2011-05-01T21:58:00.000-07:00</published><updated>2011-12-30T03:51:39.744-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-n0qLk1OmtkA/Tv2lw4YF6wI/AAAAAAAAAQs/Xntckv2wmyM/s1600/sunset%2Bweb.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="261" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-n0qLk1OmtkA/Tv2lw4YF6wI/AAAAAAAAAQs/Xntckv2wmyM/s400/sunset%2Bweb.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Di bawah Lembayung Senja Pantai Ujung Karang Meulaboh&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-633911536549079667?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/633911536549079667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2011/05/di-bawah-lembayung-senja-pantai-ujung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/633911536549079667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/633911536549079667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2011/05/di-bawah-lembayung-senja-pantai-ujung.html' title=''/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-n0qLk1OmtkA/Tv2lw4YF6wI/AAAAAAAAAQs/Xntckv2wmyM/s72-c/sunset%2Bweb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-8920799567852995025</id><published>2011-05-01T21:54:00.000-07:00</published><updated>2011-12-30T03:53:09.779-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mSt3bxmgodY/Tv2mH87z4CI/AAAAAAAAAQ4/OasrPPaHpi8/s1600/gunong%2Bgedung.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="254" width="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-mSt3bxmgodY/Tv2mH87z4CI/AAAAAAAAAQ4/OasrPPaHpi8/s400/gunong%2Bgedung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Eksotisme Danau Gunong Geudong Aceh Barat.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-8920799567852995025?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/8920799567852995025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2011/05/eksotisme-danau-gunong-geudong-aceh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/8920799567852995025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/8920799567852995025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2011/05/eksotisme-danau-gunong-geudong-aceh.html' title=''/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-mSt3bxmgodY/Tv2mH87z4CI/AAAAAAAAAQ4/OasrPPaHpi8/s72-c/gunong%2Bgedung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-3114216771206567999</id><published>2010-11-17T09:37:00.000-08:00</published><updated>2011-12-30T04:02:36.929-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1CBgenuQhYA/Tv2oMZlkRrI/AAAAAAAAARQ/8_In309o6Fk/s1600/anak%2Bsekolah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-1CBgenuQhYA/Tv2oMZlkRrI/AAAAAAAAARQ/8_In309o6Fk/s400/anak%2Bsekolah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Senyum Pelajar Aceh.&lt;/span&gt; Meski harus berjalan kaki hingga 3 Km untuk pergi ke sekolah, namun senyum dan keceriaan tetap hadir dalam kehidupan anak-anak sekolah dasar di Nagan Raya ini. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Foto: Fachrur Rizha)&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-3114216771206567999?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/3114216771206567999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2010/11/senyum-pelajar-aceh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/3114216771206567999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/3114216771206567999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2010/11/senyum-pelajar-aceh.html' title=''/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1CBgenuQhYA/Tv2oMZlkRrI/AAAAAAAAARQ/8_In309o6Fk/s72-c/anak%2Bsekolah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-1032061119993640548</id><published>2010-11-17T09:05:00.001-08:00</published><updated>2011-05-01T22:37:02.752-07:00</updated><title type='text'>Agenda Media dalam Mempengaruhi Agenda Publik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TQGYgCmy3HI/AAAAAAAAAOc/daXS5MyE3ig/s1600/index.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 244px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TQGYgCmy3HI/AAAAAAAAAOc/daXS5MyE3ig/s320/index.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548883892119985266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fachrur Rizha, S.Sos.I, SP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pengaturan agenda (Agenda Setting) adalah upaya media massa dalam mengatur suatu topik menjadi topik penting dengan lebih menonjolkan topik tersebut dalam penyampaian informasi kepada masyarakat luas atau publik. Agenda setting media ternyata berdampak kepada agenda publik. Berita atau topik yang dianggap penting oleh media ternyata juga menjadi penting oleh publik. Bahkan agenda setting juga mempengaruhi perubahan sikap masyarakat terhadap suatu hal. Media senantiasa dijadikan sebagai rujukan untuk melihat penting dan tidaknya suatu hal dan mengarahkan persepsi masyarakat dalam menilai suatu kasus yang diberitakan oleh media massa. &lt;/span&gt; &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara perkembangannya, media massa di Indonesia saat ini jauh lebih berkembang dan berkiprah dibandingkan masa-masa sebelumnya. Saat ini media massa di Indonesia mulai bertumbuhan di mana-mana dan bisnis media massa juga mulai menjadi perhatian utama bagi para pengusaha, elit politik dan sejumlah investor. Hal ini juga tidak terlepas dari kebebasan yang dimiliki media pascapemerintahan orde baru yang menjadikannya dapat lebih bebas dalam memberitakan setiap kasus yang terjadi tanpa mengkhawatirkan akan adanya intimidasi dan pembredelan yang akhirnya menutupi berbagai informasi kepada masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan dan kebebesan tersebut menjadikan media lebih peka terhadap berbagai isu-isu politik, ekonomi, sosial dan budaya yang seakan tak pernah luput dari jangkauan pemberitaan media. contohnya berbagai kasus pilitik yang berkembang seperti kasus-kasus korupsi, persidangan para elit pejabat dan politik hingga penderitaan masyarakat miskin setiap saat menghiasi media cetak dan elektronik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harold Lasswell (1948,1960), sarjana komunikasi dan professor hukum di Yale, mencatat tiga fungsi dari media massa: pengawasan lingkungan; korelasi bagian-bagian masyarakat dalam menanggapi lingkungan hidup; dan transmisi sosial warisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Selain fungsi ini, media mungkin juga memiliki disfungsi, atau konsekuensi yang tidak diinginkan oleh masyarakatnya. Sebuah tindakan media mungkin saja bisa fungsional dan disfungsional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan,menginformasikan dan penyedia berita. Dalam melaksanakan fungsi ini media seringkali memperingatkan kita dari bahaya seperti yang ekstrim dan kondisi cuaca yang berbahaya atau ancaman situasi militer. Korelasi, adalah seleksi dan interpretasi informasi tentang lingkungan. Media sering memberikan kritik dan menentukan bagaimana seharusnya bereaksi terhadap peristiwa. Transmitter budaya, fungsi media untuk mengkomunikasikan informasi, nilai, dan norma-norma dari satu generasi ke yang lain dari anggota masyarakat untuk pendatang baru. Dalam hal ini mereka melayani untuk meningkatkan kohesi sosial dengan memperluas basis pengalaman umum.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara yang digunakan dalam mempengaruhi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat luas dalam upaya menarik perhatian dan menggiring publik untuk mengukuti keinginan dan isu-isu yang ditampilkan, maka media massa mengatur agenda pemberitaannya. Perkembangan media massa semakin menjadikan masyarakat sangat terikat dengan apa yang disajikan dan seakan menjadikan mereka menjadi pasif. Agenda pemberitaan media massa ini dalam ilmu komunikasi dikenal dengan teori agenda setting atau pengaturan agenda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkajian mengenai pengaruh agenda media massa ini dinilai sangat penting dalam upaya melihat sejauh mana media massa mempengaruhi masyarakat serta dampak penyampaian informasi yang dianggap penting dan menjadi headline di media massa juga menjadi perhatian utama masyarakat dalam keseharian mereka. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;2. Pembahasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.1 Teori Agenda Setting&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maxwell McCombs dan Donald L. Shaw adalah orang yang pertama kali memperkenalkan teori agenda setting ini. Teori ini muncul sekitar tahun 1973 dengan publikasi pertamanya berjudul “The Agenda Setting Function of  The Mass Media” Public Opinion Quartely No. 37. Ketika diadakan penelitian tentang pemilihan Presiden  Amerika Serikat  pada tahun 1968 ditemukan hubungan yang tinggi antara penekanan berita dengan bagaimana berita itu dinilai tingkatannya oleh pemilih. Meningkatnya nilai penting suatu topik berita pada media massa menyebabkan meningkatnya nilai penting topik tersebut bagi khalayak.  Selain itu dalam studi ini, McCombs dan Shaw menemukan bahwa media sangat berpengaruh dalam menceritakan pembaca dan pemirsa apa yang harus dipikirkan, dan mereka menciptakan istilah penetapan agenda untuk menggambarkan proses ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor jurnalisme Maxwell McCombs dan Donald Shaw menganggap Watergate sebagai contoh sempurna dari fungsi penetapan agenda media massa. Mereka tidak terkejut bahwa setalah berbulan-builan isu Watergate terbakar masih diberitakan di halaman depan dari Washington Post. McCombs dan Shaw percaya bahwa “media massa memiliki kemampuan untuk mentransfer item arti penting dari agenda berita mereka ke agenda publik”. Mereka tidak menyarankan bahwa setiap siaran televisi dan cetak membuat usaha yang disengaja untuk mempengaruhi pendengar, pemirsa, atau pendapat pembaca pada masalah. Wartawan di dunia bebas memiliki reputasi untuk kemerdekaan dan keadilan. Tapi McCombs dan Shaw mengatakan bahwa kita melihat berita profesional untuk petunjuk di mana memusatkan perhatian kita. "We judge as important what the media judge as important”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model agenda setting menghidupkan kembali model jarum hipodermik, tetapi fokus penelitian telah bergeser dari efek pada sikap dan pendapat kepada efek kesadaran dan efek pengetahuan. Asumsi dasar teori ini, menurut Cohen (1963) adalah : The press is significantly more than a surveyor of information and opinion. It may not be successful much of  the time in telling the people what to think, but it stunningly successful in telling leaders what to think about. To tell what to think about. artinya membentuk persepsi khalayak tentang apa yang dianggap penting. Dengan teknik pemilihan yang menonjol, media memberikan test case tentang isu apa yang lebih penting. Asumsi agenda setting model ini mempunyai kelebihan karena mudah untuk diuji. Dasar pemikirannya adalah di antara berbagai topik yang dimuat media massa, topik yang lebih banyak mendapat perhatian dari media massa akan menjadi lebih akrab bagi pembacanya, akan dianggap penting dalam suatu periode waktu tertentu, dan akan terjadi sebaliknya bagi topik yang kurang mendapat perhatian media massa. oleh karena itu agenda setting model menekankan adanya hubungan positif antara penilaian yang diberikan media pada suatu persoalan dengan perhatian yang diberikan khalayak pada persoalan tersebut. Dengan kata lain, apa yang dianggap penting oleh media, akan dianggap penting pula oleh masyarakat. Apa yang dilupakan media, akan luput juga dari perhatian masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;2.2 Pokok Teori Agenda Setting&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;McCombs dan Shaw, penetapan agenda hipotesis adalah salah satu yang relatif mudah. "Agenda setting adalah proses di mana berita media memimpin masyarakat dalam menetapkan kepentingan relatif  untuk berbagai isu publik" (Zhu dan D Blood, 1997). Agenda media mempengaruhi agenda publik tidak dengan mengatakan "masalah ini penting" dalam sebuah cara terang-terangan, tetapi dengan memberikan lebih banyak ruang dan waktu untuk masalah itu dan dengan lebih menonjolkannya. Artinya, jika berita utama dari koran, pers dan kisah utama tentang semua siaran televisi menyoroti sebuah penelitian yang menggembar-gemborkan mengenai kolesterol dalam meningkatkan penyakit jantung, masalah ini mungkin harus dilihat sebagai item penting pada agenda publik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;McCombs dan Shaw (1972) investigasi fenomena ini cukup lurus ke depan. Para peneliti ini pertama melakukan analisis isi surat kabar dan liputan televisi pemilihan presiden tahun 1968. Analisis isi ini dianggap sebagai ruang dan waktu yang diberikan kepada berbagai isu (misalnya, kebijakan luar negeri, hukum dan ketertiban, kesejahteraan umum, hak-hak sipil, dan kebijakan fiskal) dan menjadi sebagai sebuah representasi dari agenda media. McCombs dan Shaw kemudian melakukan interview 100 pemilih di Chapel Hill, North Carolina, area, dan bertanya kepada mereka apa yang mereka percaya isu-isu yang paling penting.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek dari model agenda setting terdiri atas efek langsung dan efek lanjutan (subsequent effects). Efek langsung berkaitan dengan isu: apakah isu itu ada atau tidak ada dalam agenda khalayak; dari semua isu, mana yang dianggap paling penting menurut khalayak; sedangkan efek lanjutan berupa persepsi (pengetahuan tentang persitiwa tertentu) atau tindakan seperti memilih kontestan pemilu atau aksi protes.  Jadi, kedua efek ini sangat mempengaruhi khlayak, sehingga dapat dikatakan bahwa media mempunyai andil yang besar dalam mengarahkan persepsi publik terhadap suatu hal. Seperti halnya citra seseorang atau perusahaan tertentu juga sangat ditentukan oleh agenda pemberitaan media dalam menyampaikan kepada masyarakat banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti pendapat Chaffed and Berger (1997) ada beberapa catatan penting yang perlu dikemukakan untuk memperjelas teori ini:&lt;br /&gt;1.Teori ini mempunyai kekuatan penjelas untuk menerangkan mengapa orang sama-sama menganggap penting suatu isu.&lt;br /&gt;2.Teori ini mempunyai kekuatan memprediksikan sebab bahwa jika orang-orang mengekspos pada satu media yang sama, mereka akan merasa isu yang sama tersebut penting.&lt;br /&gt;3.Teori ini dapat dibuktikan salah jika orang-orang tidak mengekspos media yang sama maka mereka tidak akan mempunyai kesamaan bahwa isu media itu penting.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Stephen W. Littlejhon (1992) pernah mengatakan, agenda setting ini beroperasi dalam tiga bagian sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.Agenda media itu sendiri harus diformat. Proses ini akan memunculkan masalah bagaimana agenda setting media itu terjadi pada waktu pertama kali.&lt;br /&gt;2.Agenda media dalam banyak hal mempengaruhi atau berinteraksi dengan agenda publik atau kepentingan isu tertentu bagi publik. Pernyataan ini memunculkan pertanyaan, seberapa besar kekuatan media mampu mempengaruhi agenda publik dan bagaimana publik itu melakukannya.&lt;br /&gt;3.Agenda pubik mempengaruhi atau berinteraksi ke dalam agenda kebijakan. Agenda kebijakan adalah pembuatan kebijakan publik yang dinggap penting bagi individu.&lt;br /&gt;Dengan demikian, agenda setting ini memprediksikan bahwa agenda media mempengaruhi agenda publik, semantara agenda publik sendiri akhirnya mempengaruhi agenda kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya tiga agenda (agenda media, agenda publik dan agenda kebijakan) dalam teori agenda setting ini, ada beberapa dimensi yang berkaitan seperti yang dikemukakan oleh Mannheim (Severin dan Tankard Jr, 1992) sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.Agenda Media terdiri dari dimensi-dimensi berikut:&lt;br /&gt;a.Vasibilty (vasibilitas), yakni jumlah dan tingkat menonjolnya berita&lt;br /&gt;b.Audience salience (tingkat menonjol bagi khalayak), yakni relevansi isi berita dengan kebutuhan khalayak.&lt;br /&gt;c.Valience (valensi), yakni menyenangkan atau tidak menyenangkan cara pemberitaan bagi suatu peristiwa. &lt;br /&gt;2.Agenda khalayak, terdiri dari dimensi-dimensi berikut:&lt;br /&gt;a.Familiary (keakraban), yakni derajat kesadaran khalayak akan topik tertentu.&lt;br /&gt;b.Personal salience (penonjolan pribadi), yakni relevansi kepentingan individu dengan ciri pribadi.&lt;br /&gt;c.Favorability (Kesenangan), yakni pertimbangan senang atau tidak senang akan topik berita.&lt;br /&gt;3.Agenda kebijakan terdiri dari dimensi-dimensi berikut:&lt;br /&gt;a.Support (dukungan), yakni kegiatan menyenangkan bagi posisi suatu berita tertentu.&lt;br /&gt;b.Likelihood of action (kemungkinan kegiatan), yakni kemungkinan pemerintah melaksanakan apa yang diibaratkan.&lt;br /&gt;c.Freedom of action ( kebebasan bertindak), yakni nilai kegiatan yang mungkin dilakukan pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua level penyusunan agenda. Pertama menetapkan isu umum yang dianggap penting dan kedua menentukan bagian atau aspek dari isu tersebut yang dianggap penting. Dalam banyak cara, tingkat kedua sama pentingnya dengan tingkat pertama, karena memberi kita cara untuk membuat kerangka isu-isu yang mendasari agenda masyarakat dan media. Sebagai contoh, media mungkin memberitahu kita bahwa harga minyak dunia merupakan sebuah isu penting (tingkat pertama),  tetapi media juga memberitahu kita bagaimana memahami perkembangan ini sebagai pengaruh dari tindakan ekonomi Amerika Serikat (tingkat kedua).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siune dan Borre mendapati adanya tiga jenis pengaruh penyusunan agenda. Pertama, tingkat di mana media merefleksikan agenda masyarakat yang disebut representasi (representation). Dalam agenda representasional, masyarakat mempengaruhi media. Kedua, pemeliharaan agenda yang sama oleh masyarakat sepanjang waktu yang disebut dengan ketetapan (persistence). Dalam agenda masyarakat yang tetap, media memiliki sedikit pengaruh. Ketiga, terjadi ketika agenda media mempengaruhi agenda masyarakat disebut juga dengan persuasi (persuasion). Jenis pengaruh yang ketiga ini media mempengaruhi masyarakat tepat seperti apa yang diperkirakan oleh teori klasik tentang penyusunan agenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katherine Miller dalam Communication Theories menjelaskan McCombs, Shaw, dan Weaver (1997) membuat perbedaan antara tingkat pertama dan tingkat kedua penetapan agenda. Tingkat pertama penetapan agenda berhubungan dengan objek di media dan agenda publik. Ini adalah domain tradisional penyusunan agenda penelitian di mana media mempengaruhi apa yang dilihat sebagai isu-isu tersebut tersedia pada agenda publik. Sebaliknya tingkat kedua penetapan agenda atribut menganggap objek-objek ini. Pada tingkat ini, media tidak hanya menyarankan apa yang publik pikirkan, tetapi juga mempengaruhi harus berpikir tentang masalah ini. Sebagai contoh, pemeriksaan tingkat pertama penetapan agenda mungkin menyimpulkan bahwa kesejahteraan liputan media reformasi telah menetapkan topik sebagai agenda untuk umum. Tingkat kedua penetapan agenda akan berpendapat bahwa media juga ada masalah ini dalam cara-cara tertentu yang mungkin pro-kesejahteraan reformasi atau anti-reformasi kesejahteraan. Ini pindah ke tingkat kedua penetapan agenda bertentangan klasik agenda setting  kutipan Cohen. Yaitu, tingkat kedua menunjukkan bahwa penetapan agenda media memang berpengaruh dalam menceritakan apa yang dipikirkan publik.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.3 Agenda Setting dalam Pemberitaan Media Massa di Indonesia&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teori penyusunan agenda ini menjelaskan jika media massa selalu mengarahkan kita pada apa yang harus kita lakukan. Media memberikan agenda-agenda melalui pemberitaanya, sedangkan masyarakat mengikutinya. Menurut asumsi teori ini, media mempunyai kemampuan untuk menyeleksi dan mengarahkan perhatian masyarakat pada gagasan atau peristiwa tertentu. Media mengatakan pada kita apa yang penting dan apa yang tidak penting. Media pun mengatur apa yang harus diilhat, tokoh siapa yang harus didukung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan hal-hal yang kita anggap penting untuk dibicarakan dalam pertemuan antarpribadi. Hal-hal itu pulalah yang menjadi pusat perhatian media. Memang, kita dapat mengatakan bahwa tidak ada peristiwa penting dapat terjadi tanpa liputan media massa. jika memang media tidak meliputnya, hal itu berarti tidak penting. Akan tetapi, apakah media memusatkan perhatian hanya pada suatu peristiwa yang memang benar-benar penting atau perhatian medialah yang membuat peristiwa menjadi penting. Sebenarnya, media mengarahkan kita untuk memusatkan perhatian kita pada subjek tertentu yang diberitakan media massa. ini artinya, media massa menentukan agenda kita.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Agenda Setting dimulai dengan suatu asumsi bahwa media massa menyaring berita, artikel, atau tulisan yang akan disiarkannya. Secara selektif, “gatekeepers” seperti penyunting, redaksi, bahkan wartawan sendiri menentukan mana yang pantas diberitakan dan mana yang harus disembunyikan. Setiap kejadian atau isu diberi bobot tertentu dengan panjang penyajian (ruang dalam surat kabar, waktu pada televisi dan radio) dan cara penonjolan (ukuran judul, letak pada suratkabar, frekuensi penayangan, posisi dalam suratkabar, posisi dalam surat kabar).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya berita mengenai perseteruan antara KPK dan Polri yang terus menerus disiarkan dalam waktu rata-rata mencapai 2 jam atau lebih dalam siaran televisi dan disajikan pada surat kabar dengan mengisi hampir setengah halaman muka, berarti berita mengenai KPK dan Polri tersebut ditonjolkan sebagai liputan atau informasi utama yang harus disampaikan kepada publik. Karena terus diberitakan atau disiarkan hanya dalam beberapa hari berita tersebut menjadi pembicaraan dalam kehidupan masyarakat dan menjadi agenda publik yang dianggap penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal pemberitaan kasus KPK dan Polri yang mengedepankan proses penangkapan Bibit-Candra. Media massa mengagendakan berita mengenai hal tersebut sebagai berita yang paling diutamakan untuk disajikan kepada masyarakat. Pemberitaan mengenai hal tersebut juga mendominasi informasi pemberitaan di sejumlah media massa, baik televisi, radio maupun cetak. Sehingga agenda mengenai pemberitaan KPK tersebut menjadi pembicaraan dan perhatian utama masyarakat untuk mencari tahu dan mengamati apa yang terjadi dalam kasus tersebut. Agenda mengenai pemberitaan tersebut akhirnya mengalahkan berbagai pemberitaan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penayangan pemberitaan mengenai kasus KPK vs Polri tersebut yang dijadikan sebagai hal yang dianggap penting oleh media massa kemudian mempengaruhi masyarakat untuk juga menganggap jika itu menjadi agenda yang penting. Sehingga masyarakat menjadi lupa dengan pemberitaan lainnya yang sebenarnya juga tidak kalah pentingnya. Seperti halnya berita musibah gempa bumi yang terajadi di Bima Nusa Tenggara Timur yang juga merenggut korban jiwa dan menghancurkan ratusan rumah dan bangunan lainnya seperti sekolah, namun berita mengenai musibah tersebut seakan menjadi tenggelam akibat pemberitaan kasus KPK dan Polri yang terus menjadi sorotan media massa.&lt;br /&gt;Kasus pemberitaan lainnya yang seakan terus menjadi agenda utama dari media massa akhir-akhir ini adalah mengenai kasus persidangan mantan ketua KPK Antarsari Azhar dan kasus skandal Bank Century yang juga berdampak kepada banyaknya unjukrasa dari berbagai kalangan masyarakat yang menuntut dicopot dan diproses secara hukum sejumlah elit politik seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Presiden Boediono serta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberitaan terus menurus bahkan penayangan sidang Panitia khusus (Pansus) Bank Century DPR RI secara langsung oleh TV One yang dapat ditonton oleh jutaan rakyat Indonesia menjadikan topik ini menjadi hangat dalam pembicaraan di kalangan masyarakat luas, baik itu yang berpendidikan tinggi, menengah bahkan bawah pun ikut mendiskusikan hal tersebut dalam aktivitas kesehariannya. Agenda berita yang menjadikan berita itu sebagai agenda utama secara tidak langsung ternyata juga menjadi agenda utama dalam pembicaraan keseharian tiap orang di Indonesia.&lt;br /&gt;Begitu juga halnya dengan kasus persidangan Antasari Azhar. Menjelang persidangan keputusan pengadilan mengenai hukuman yang akan dijatuhi kepada mantan Ketua KPK tersebut, sejumlah media terutama media televisi terus memberitakan secara langsung situasi di rumah dan keluarga Antasari Azhar. Baik itu mengenai persiapan keluarga menjelang keputusan pengadilan bahkan suasana pengajian di rumah Antasari Azhar. Hal ini juga berdampak dan menggiring persepsi masyarakat kepada bersalah atau tidaknya Antasari Azhar dalam kasus tersebut. Bahkan pemberitaan terus menerus seperti itu menjadikan para pembaca atau penonton televisi akan memandang kalau Antasari tidak bersalah dalam  pembunuhan Nasruddin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pemberitaan seperti di atas merupakan sebagain contoh agenda pemberitaan media massa di Indonesia yang menyebabkan terpengaruhnya agenda publik. Masyarakat beranggapan apa yang menjadi penting bagi media massa juga menjadi penting bagi mereka. Hal inilah yang menjadikan agenda setting sebagai upaya penguasaan opini dan persepsi masyarakat sesuai dengan keinginan media.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;2. 4 Dampak Agenda Media terhadap Publik&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Khalayak bukan saja belajar tentang isu-isu masyarakat dan hal-hal lain melalui media, meraka juga belajar sejauhmana pentingnya suatu isu atau topik dari penegasan yang diberikan oleh media massa. Dampak media massa, kemampuan untuk menimbulkan perubahan kognitif di antara individu-individu, telah dijuluki sebagai fungsi agenda setting dari komunikasi massa. Di sinilah terletak efek komunikasi massa yang terpenting, kemampuan media untuk menstruktur dunia buat kita. Tapi yang jelas Agenda Setting telah membangkitkan kembali minat peneliti pada efek komunikasi massa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek media massa dilihat dari pesan ada tiga, antara lain:&lt;br /&gt;1.Efek kognitif, adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya informatif bagi dirinya. Dalam efek kognitif ini akan dibahas tentang bagaimana media massa dapat membantu khalayak dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitifnya. Melalui media massa, kita memperoleh informasi tentang bendam orang atau tempat yang belum pernah kita kunjungi secara langsung.&lt;br /&gt;2.Efek afektif. Efek ini kadarnya lebih tinggi dari efek kognitif. Tujuan dari komunikasi massa bukan sekadar memberitahu khalayak tentang sesuatu, tetapi lebih dari itu, khalayak diharapkan dapat turut merasakan perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya.&lt;br /&gt;3.Efek behavioral, merupakan akibat yang timbul pada diri khalayak dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan. Adegan kekerasan dalam televisi atau film akan menyebabkan orang menjadi beringas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pembaca, pemirsa, dan pendengar memperoleh kebanyakan informasi melalui media massa, maka agenda media tentu berkaitan dengan agenda masyarakat (public agenda). Agenda masyarakat diketahui dengan menanyakan kepada anggota-anggota masyarakat apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka bicarakan dengan orang lain, atau apa yang mereka anggap sebagai masalah yang tengah menarik perhatian masyarakat (Community Salience).   Masyarakat senantiasa akan tertarik dengan apa yang diberitakan secara lebih oleh media massa. Penekanan terkadap suatu topik hingga mengagendakannya menjadi berita utama dari menjadikan publik juga ikut menjadikan hal tersebut menjadi hal yang menarik menurut mereka, hal itu juga disebabkan penyampaian informasi mengenai hal tersebut yang terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik mengenai pemberitaan kasus Prita dengan Rumah Sakit Omni misalnya. Bagi masyarakat, awalnya pemberitaan itu bukanlah hal yang besar. Namun saat kasus tersebut terus diberitakan secara terus menerus oleh media dengan setiap perkembangannya, maka publik pun ikut terpengaruh untuk mencari tahu lebih mendetail mengenai hal tersebut. Inilah kenapa dikatakan proses pengagendaan berita dalam menyampaikan informasi memberikan dampak yang besar terhadap agenda publik secara lebih besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurtut McLuhan, bentuk media saja sudah mempengaruhi kita, “The medium is the message,” ujar McLuhan. Teori McLuhan, disebut teori perpanjangan alat indra (sense extension theory), menyatakan bahwa media adalah perluasan dari alat indra manusia, telepon adalah perpanjangan telinga dan televisi adalah perpanjangan mata. Seperti Gatutkaca, yang mampu melihat dan mendengar dari jarak jauh, begitu pula manusia yang menggunakan media massa. McLuhan menulis “secara operasional dan praktis, medium adalah pesan. Ini berarti akibat-akibat personal dan sosial dari media –  yakni karena perpanjangan diri kita – timbul karena skala baru yang dimasukkan pada kehidupan kita oleh perluasan diri kita atau oleh teknologi baru … media adalah pesan karena media membentuk dan mengendalikan skala serta bentuk hubungan dan tindakan manusia.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut McLeod, Konsep Agenda Publik dalam tiga kategori, yaitu:&lt;br /&gt;1.Individual Issue Salience atau derajat kepentingan suatu isu berdasarkan prioritas pribadi.&lt;br /&gt;2.Perceived Issue Salience atau pendapat publik tentang apa yang dianggap penting orang lain.&lt;br /&gt;3.Community Issue Salience, derajat penting suatu isu dilihat dari suatu unit sosial. (McLoad and Racver 1975).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut McCombs ada dua pandangan tentang konsep agenda publik akhir-akhir ini, yakni perbedaan interpersonal dan intrapersonal. Agenda interpersonal di sini lebih menekankan pada apa yang dibicarakan oleh seorang individu dengan individu lainnya (antarindividu). Sedang intrapersonal menekankan hanya kepada apa yang dianggap penting oleh seorang individu itu sendiri. Pengukuran agenda publik dapat secara individual yang didasarkan pada persepsi individu. Sedangkan pada pengukuran agenda setting secara antarindividu penonjolan topik berdasarkan persepsi antarindividu dari seluruh responden.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua hal tersebut, agenda interpersonal dan agenda intrapersonal merupakan pengaruh yang ditimbulkan dari agenda pemberitaan media massa dalam menyampaikan pesan kepada orang banyak. Media massa mempunyai andil yang besar dalam mempengaruhi opini masyarakat dalam menanggapi suatu fenomena yang terjadi. Bila media massa terbukti sanggup membentuk citra orang tentang lingkungan dengan menyampaikan informasi, kita juga dapat menduga media massa tertentu berperan juga dalam menyampaikan pengetahuan, keteramplilan, dan nilai-nilai yang baik. Jadi pengaruh penetapan agenda tersebut tidak hanya dapat bersifat negatif namun juga bisa menjadi positif, karena sangat tergantung dari penafsiran dan pemahaman pesan yang diterima dari media massa oleh publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;3. Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Media massa merupakan sarana penyampaian informasi kepada orang banyak atau dikenal dengan bentuk komunikasi massa. Salah satu cara yang digunakan dalam mempengaruhi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat luas, maka media massa mengatur agenda pemberitaannya. Agenda pemberitaan media massa ini dalam ilmu komunikasi dikenal dengan teori agenda setting atau pengaturan agenda. &lt;br /&gt;Maxwell McCombs dan Donald L. Shaw adalah orang yang pertama kali memperkenalkan teori agenda setting ini. Teori ini muncul sekitar tahun 1973 dengan dilakukannya penelitian mengenai pemilihan Presiden Amerika Serikat pada tahun 1968 yang menemukan hubungan yang tinggi antara penekanan berita dengan penilaian berita tersebut oleh khalayak pemilih.&lt;br /&gt;Sejumlah pemberitaan media massa di Indonesia yang menyampaikan mengenai suatu topik tertentu yang dianggap penting dan kemudian menjadikannya sebagai pemberitaan utama dengan menambah durasi tentang hal tersebut semakin tinggi dan menyampaikan setiap perkembangan topik tersebut secara terus- menurus ternyata mengakibatkan terpengaruh kepada agenda masyarakat. Topik yang dianggap penting oleh media massa tersebut juga menjadi topik penting bagi publik dengan menjadikannya sebagai topik utama dalam perbincangan keseharian masyarakat.&lt;br /&gt;Ada dua pandangan tentang konsep agenda publik, yakni interpersonal dan intrapersonal. Agenda interpersonal lebih menekankan pada apa yang dibicarakan oleh seorang individu dengan individu lainnya (antarindividu). Sedang intrapersonal menekankan hanya kepada apa yang dianggap penting oleh seorang individu itu sendiri. Pengaturan agenda pemberitaan media massa juga dapat berdampak kepada perubahan sikap publik terhadap sesuatu hal, masyarakat senantiasa menilai baik apa yang dinilai baik oleh media, begitu pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Elvinaro Adrianto, et all,2007,  Komunikasi Massa  Suatu Pengantar, Simbiosa Rekatama Media, Jakarta.&lt;br /&gt;Griffin EM, 2003, A First Look At Communication Theory, The McGraw- Hill Company, Inc.&lt;br /&gt;Ilham Prisgunanto, 2004, Praktik Ilmu Komunikasi dalam Kehidupan Sehari-hari, Teraju, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalaluddin Rakhmat, 2008, Psikologi Komunikasi, Rosdakarya, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katherine Miller, 2005, Communications Theories; Perspectives, Processes, and Contexts, The McGraw - Hill Company.&lt;br /&gt;Littlejhon Stephen W, 2008, Theories of Human Communication, Wadsworth, California.&lt;br /&gt;McLuhan M, 1964, Understanding Media: The Extensive of Man, New York: McGraw-Hill.&lt;br /&gt;Nuruddin, 2007, Pengantar Komunikasi Massa, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.&lt;br /&gt;Wenner J. Severin and James W. Tankard, Jr, 1979, Communication Theories: Origins, Methods and Uses, Hastings House, Publishers, New York.&lt;br /&gt;http://komunitasmahasiswa.info/2009/01/teori-agenda-setting-dalam-analisa-efek-film-dan-video/&lt;br /&gt;http://www.wonosari.com/komputer-f38/efek-media-massa-t4239.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Telah Diterbitkan di Jurnal At Tanzir Edisi 2 STAI Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-1032061119993640548?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/1032061119993640548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2010/11/agenda-media-dalam-mempengaruhi-agenda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/1032061119993640548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/1032061119993640548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2010/11/agenda-media-dalam-mempengaruhi-agenda.html' title='Agenda Media dalam Mempengaruhi Agenda Publik'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TQGYgCmy3HI/AAAAAAAAAOc/daXS5MyE3ig/s72-c/index.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-5957235204207254305</id><published>2010-11-17T08:56:00.000-08:00</published><updated>2010-12-09T19:08:18.726-08:00</updated><title type='text'>Gagasan,Sosiologi, dan Antropologi Sebagai Landasan Ilmu Komunikasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TQGZNJTd71I/AAAAAAAAAOk/FZ1a_LoqX2c/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 205px; height: 246px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TQGZNJTd71I/AAAAAAAAAOk/FZ1a_LoqX2c/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548884667012083538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fachrur Rizha, S.Sos.I, SP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Komunikasi ternyata bukan hanya sebagai sebuah kebiasaan atau rutinitas masyarakat semata, namun ilmu komunikasi merupakan suatu keilmuan yang ilmiah yang memiliki landasan tersendiri. Dimulai dari ide/gagasan yang tercipta dari pikiran manusia hingga pada interkasi masyarakat yang terkait dengan kajian sosiologi dan hubungan budaya yang juga terkait dengan antropologi. Meskipun komunikasi terkait dengan berbagai kajian ilmu lainnya, tapi ilmu komunikasi merupakan ilmu ilmiah yang memiliki kajian-kajian tersendiri serta memiliki ontologi, epistimologi dan aksiologi yang kuat.&lt;/span&gt; &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; &lt;br /&gt;A.PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi adalah hal yang senantiasa tidak pernah lepas dari kehidupan kita, baik itu dalam berintraksi langsung (face to face) atau tidak. Menurut James A. F. Stoner, bahwa komunikasi adalah proses di mana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan. John R. Schemerhom dalam Managing Organization Behavior bahwa Komunikasi dapat diartikan sebagai proses antara pribadi dalam mengirim dan menerima simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka (H.A.W. Widjaja, 2000: 13). Sedangkan menurut Rogers dan D. Lawrence Kincaid Komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran inforamsi dengan sutu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pergertian mendalam (Hafied Cangara, 2006: 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah ilmu, komunikasi memiliki landasan tersendiri dalam menguatkannnya menjadi suatu keilmuan ilmiah, mulai dari tumbulnya gagasan, sosiologi dan antropologi. Meskipun dalam kajian munculnya ilmu komunikasi juga terkait dengan sejumlah ilmu terapan yang lain, namun komunikasi merupakan ilmu terpisah yang memiliki ontologi, epistimologi dan aksiologi tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.Gagasan sebagai Landasan dalam Komunikasi&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gagasan/idea perkembangan komunikasi. Gagasan dalam communication action berkembang dari interkasi yang terjadi antar manusia. Seperti halnya manusia pada masa purbakala mereka melakukan interaksi dengan berbagai aksi yang dilakukan sebagai pertukaran informasi. Mereka melakukan aksi seperti mengejar hewan buruan dengan turut mengeluarkan suara-suara yang belum memiliki arti dari segi bahasa. Saat mereka mengejar hewan buruan dan ada juga orang lain yang mengejarnya dan mendapatkan berdasarkan dari transformasi komunikasi atau suara dari yang mengejar hewan buruan tersebut maka akan terjadi interkasi mengenai siapa yang berhak memakan atau yang terlebih dahulu memakan hewan buruan tersebut. jika orang yang kedua menangkapnya terlebih dahulu memakannya maka akan  yang pertama berburu atau yang yang pertama mengejar hewan tersebut akan bergumam yang menandakan bahwa dialah yang lebih berhak memakannya lebih dahulu. Hal itu dilakukan berdasarkan idea tau gagasan yang menandakan jika orang yang pertama mengejar hewan tersebut marah dan ingin orang pemburu kedua pergi dan tidak memakannya lebih dahulu.  Gumaman yang keras dari yang pemburu pertama ini akan mendapatkan respon dari pemburu kedua hingga akhirnya melahirkan suatu kesepakatan mengenai cara memakan hewan buruan bersama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan interaksi manusia, setiap aksi kemudian melahirkan kata-kata tertentu, dan sebagian kata ini juga dibentuk berdasarkan sifat aksi yang dilakukan, seperti kata-kata kentut yang katanya menyerupai suaranya. Dari kata-kata yang terus berkembang dan bertambah seiring banyaknya interaksi manusia kemudian kata-kata ini menjadi bahasa yang merupakan sebagai sarana komunikasi verbal bagi manusia dalam menyampaikan pesan atau dalam memberikan suatu pemahaman mengenai sesuatu hal. Kata terwujud dari adanya suatu pemahaman yang sama dalam mengartikan suatu benda atau simbol tertentu. Yang kemudian kata itu disepakati menjadi suatu kata yang digunakan bersama atau kata yang memiliki arti yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lislie White (1968), makna suatu simbol hanya dapat ditangkap melalui cara-cara nonsenris, yakni melalui proses penafsiran (Interpretive process). Makna dari suatu simbol terntentu dalam proses interkasi sosial tidak begitu saja bisa langsung diterima dan dimengerti oleh semua orang, melainkan harus terlebih dahulu ditafisirkan (J. Dwi Nerwoko dan Bagong Suyanto, 2004: 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambang atau simbol adalah suatu yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Lambing meliputi kata-kata (pesan verbal), perilaku nonverbal dan objek yang maknanya disepakati bersama, kemampuan manusia menggunakan lambing verbal memungkinkan perkembangan behasa dan menangani masalah antarmanusia dna objek (baik nyata atau abstrak) tanpa kehadiran manusia dan objek tertentu (Deddy Mulyana, 2007: 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kata-kata yang disepakati mengenai maknanya oleh masyarakat atau kelompok itulah kemudian menjadi bahasa yang dapat memberikan makna pemahaman serta membantu proses interaksi manusia. Bahasa ini sangat terkait dengan budaya masyarakat karena bahasa adalah bagian dari budaya yang berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya juga merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari komunikasi. Masyarakat terbentuk dari nilai norma yang mengatur mereka. manusia merupakan homostatis di mana komunikasi membentuk kebudayaan dan juga begian dari kebudayaan itu sendiri. Menurut E. B. Taylor Kebudayaan merupakan keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat, kemampuan, etika dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia dengan belajar sebagai anggota masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan budaya masyarakat dan interaksi maka terjadilah proses komunikasi yang terjadi guna membantu mereka dalam berinteraksi dengan baik. Proses ini sedikitnya melibatkan tiga unsure, yaitu komunikator, pesan dan komunikan.&lt;br /&gt;Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan serta berkaitan satu sama lainnua dalam kurun waktu tertentu. Proses komunikasi melibatkan banyak faktor atau unsur. Faktor  atau unsure yang dimaksud antara lain dapat mencakup pelaku atau peserta, pesan (meliputi bentuk, isi dan cara penyajian). Saluran atau alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan, waktu, tempat, hasil dan akibat yang terjadi (Marhaeni Fajar, 2009: 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan perkembangan mengenai proses komunikasi ini, kemudian manusia mulai mengkaji setiap unsur dari komunikasi yang tidak lagi hanya terbatas pada apa yang terjadi saja, namun mengkaji komunikasi sebagai suatu kajian berfikir ilmiah. Dari sinilah komunikasi terus berkembang sehingga diakui dan dipandang sebagai suatu ilmu yang memiliki landasan tertentu dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Ilmu akan terwujud melalui sebuah metode ilmiah yang merupakan proses dalam ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.Sosiologi Sebagai Landasan Ilmu Komunikasi&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sosiologi sebagai landasan ilmu komunikasi dapat dilihat terlebih dahulu dari fokus sosiologi itu sendiri seperti apa, apakah ada hubungan atau tidak dengan komunikasi sehingga bisa menjadi kontributor untuk lahirnya ilmu komunikasi. Namun sebaliknya bila tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan komunikasi tentunya tidak bisa dijadikan sebagai landasan lahirnya ilmu komunikasi. Sebelum kita melihat keterkaitan sosiologi dengan komunikasi sehingga menjadi landasan lahirnya ilmu komunikasi, maka terlebih dahulu kita melihat dulu mengenai sosiologi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata sosiologi berasal dari Sofie, yaitu bercocok tanam atau bertaman, kemudian berkembang menjadi socius, dalam bahasa latin yang berarti teman, kawan. Berkembang lagi menjadi kata sosial, artinya berteman, bersama, berserikat. Secara khusus kata sosial maksudnya adalah hal-hal mengenai berbagai kejadian dalam masyarakat yaitu persekutuan manusia, dan selanjutnya dengan pengertian itu untuk dapat berusaha mendatangkan perbaikan dalam kehidupan bersama. Dengan kata lain menurut Hassan Shadily sosiologi adalah ilmu masyarakat atau ilmu kemasyarakatan yang mempelajari manusia sebagai anggota golongan atau masyarakatnya, (tidak sebagai individu yang terlepas dari golongan atau masyarakatnya) dengan ikatan-ikatan adat, kebiasaan, kepercayaan atau agamanya, tingkah lau serta keseniannya atau yang disebut kebudayaan yang meliputi segala segi kehidupannya(Shadily, 1993: 1-2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhususan sosiologi adalah bahwa perilaku manusia selalu dilihat dalam kaitannya dengan struktur-struktur kemasyarakatan dan kebudayaan yang dimiliki, dibagi, dan ditunjang bersama (Veeger,1985:3). Berbeda dengan matematika, misalnya, yang objeknya mudah dikenal sifatnya pasti yakni angka-angka, subjek kajian sosiologi paling sulit dimengerti dan diramalkan karena perilaku manusia merupakan persilangan antara individualitas dan sosialitas. Keduanya saling mengisi dan meresapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosiologi mempelajari perilaku manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnya.  Sosiologi mempelajari perilaku dan interaksi kelompok, menelusuri usal-usul tumbuhnya, serta menganalisis pengaruh kegiatan kelompok terhadap anggotanya (Occupational Outlook Handlook, 1980-1981,US Departement of Labor, 1980: 431).&lt;br /&gt;Sosiologi adalah ilmu yang membahas masalah tatanan/susunan. Melalui ini orang mengetahui berbagai fenomena yang saling mempengaruhi dalam pola-pola kehidupan masyarakat. Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi mendefinisikan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan-lapisan sosial. Sedangkan proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama (Soemardjan dan Soemardi, 1964 : 14). Singkat kata, dapat dikatakan bahwa sosiologi tidak hanya merupakan suatu kumpulan subdisplin segala bidang kehidupan, melainkan merupakan suatu studi tentang masyarakat. Walaupun sebagian objek sosiologi sama dengan ilmu pengetahuan lainnya, namun sosiologi memandang kehidupan bermasyarakat dengan caranya sendiri (Narwoko dan Suyanto, 2004: 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang pertama menggunakan istilah sosiologi adalah Auguste Comte (1798-1857). Erikson (Ritzer,2004: 16) mengatakan bahwa, menurut Erikson bukanlah penemu sosiologi modern, karena selain teori sosiologi konservatif banyak dipelajari oleh gurunya Claude Hanri-Saint Simon (1760-1825), Adam Smith atau para moralis Skotlandia adalah sumber sebenarnya dari sosiologi modern. Namun demikian, Comte memiliki jasa yang luar biasa untuk memperkenalkan sosiologi kepada dunia. Orang lain yang berjasa pada awal-awal perkembangan sosiologi adalah Emile Dulkheim (1858-1917). Karya-karya Dulkheim masih diwarisi oleh pandangan pencerahan pada sains dan reformasi sosial (Burhan Bungin, 2007: 15-16) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus kajian ilmu sosiologi adalah pada interaksi sosial yang diisyaratkan oleh adanya fungsi-fungsi komunikasi. Sosiologi itu sendiri berdasarkan konsepsional pragmatis (Nina W. Syam. 2009: 3-6) menyimpulkan:&lt;br /&gt;1.Sosiologi adalah ilmu sosial, bukan ilmu alam atau ilmu kerohanian. Pembedaan tersebut bukanlah pembedaan tentang metode, melainkan menyangkut pembedaan isi. Ini berguna untuk membedakan ilmu-ilmu lainnya yang berhubungan dengan gejala alam dan kemasyarakatan. Pembedaan tersebut untuk membedakan sosiologi dari astronomi, fisika, geologi, biologi dan ilmu alam lainnya.&lt;br /&gt;2.Sosiologi bukanlah disiplin ilmu normatif, melainkan disiplin ilmu kategoris; artinya sosiologi terbatas pada apa yang terjadi kini, tidak pada apa yang terjadi atau seharusnya terjadi. Sebagai ilmu, sosiologi membatasi diri teradap persoalan penilaian, sehingga sosiologi tidak menetapkan kearah mana sesuatu seharusnya berkembang. Juga, tidak memberi petunjuk yang menyangkut kebijaksanaan kemasyarakatan dan politik. Dengan kata lain pandangan-pandangan sosiologi tidak dapat menilai apa yang buruk dan apa yang baik; apa yang benar dan apa yang salah, serta segala sesuatu yang bersangkut paut dengan nilai-nilai kemanusiaan. Sosiologi menetapkan masyarakat pada suatu waktu dan tidak dapat menentukan bagaimana nilai-nilai tersebut seharusnya. Jadi, sosiologi berbeda dengan filsafat kemasyarakatan, filsafat politik, etika dan agama.&lt;br /&gt;3.Sosiologi merupakan ilmu murni (pure sience), bukan merupakan ilmu terapan atau terpakai (applied sience). Dari sudut penerapannya perlu dicatat, ilmu pecah menjadi dua bagian: pure sience dan applied sience. Pure sience ialah ilmu yang bertujuan membentuk dan mengembangkan ilmu secara abstrak, yakni hanya untuk meningkatkan mutu tanpa menggunakannya dalam masyarakat. Applied sience ialah ilmu yang mempergunakan dan menetapkan ilmu itu dalam masyarakat dengan maksud membantu kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;4.Tujuan dari sosiologi adalah menetapkan pengetahuan yang sedalam-dalamnya tentang masyarakat, bukan untuk mempergunakan pengetahuan itu terhadap masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu yang bertujuan mendapatkan fakta-fakta dari masyarakat yang mungkin dapat digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan masyarakat, meskipun sosiologi bukan berarti tidak mempunyai kegunaan sama sekali.&lt;br /&gt;5.Sosiologi merupakan ilmu abstrak, bukan ilmu konkret; artinya, perhatian sosiologi bukan pada bentuk dan pola-pola peristiwa yang terjadi dalam masyarakat, melainkan pada wujudnya yang konkrit. Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip atau hukum interaksi antar manusia serta sifat hakikat, bentuk isi dan struktur dari masyarakat manusia.&lt;br /&gt;6.Sosiologi merupakan ilmu empiris rasional yang menyangkut metode yang digunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi sosial yang berlangsung rutin dan tindakan sosial yang dilakukan orang-orang, bagi para ahli  sosiologi adalah sebuah proses yang membentuk kenyataan sosial yang perlu dipernyatakan dan dibongkar untuk kemudian merangakainya kembali dalam suatu bentuk analisis tertentu yang dapat diteliti, dan dikomunikasikan kepada orang lain, serta diuji kembali kebenarannya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teoritis, sekurang-kurangnya ada dua syarat bagi terjadinya suatu interaksi sosial, yaitu terjadinya kontak sosial dan komunikasi. Terjadinya suatu kontak sosial tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan, tetapi juga tergantung kepada adanya tanggapan terhadap tindakan tersebut. Sedangkan aspek terpenting dari komunikasi adalah bila seseorang memberikan tafsiran pada sesuatu atau perikelakuan yang lain (Narwoko dan Suyanto, 2004: 15-16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pembentukan kelompok yang terjadi melalui proses interkasi sosial, pembentukan masyarakat pun terjadi melalui proses interaksi antarkelompok. Proses pembentukan kelompok dan masyarakat luas itu terjadi melalui komunikasi. Komunikasi berawal dari pertemuan atau perkenalan. Komunikasi merupakan proses interaksi karena adanya stimulus (rangsangan) yang memiliki arti tertentu dan dijawab oleh orang lain (response), baik secara lisan, tertulis, maupun aba-aba. E. Bogardus mengemukanan “Communication gesture by one person which produces a response in the form of a verbal or silent symbol by second person”.  Komunikasi menghasilkan interkasi sosial yang memungkinkan adanya kontak sosial (social contact). Kontak sosial merupakan usaha tindakan pertama, meskipun kontak ini belum mampu membentuk komunikasi yang berkelanjutan. Pembentukan komunikasi terjadi melalui kontak sosial. Itulah sebabnya, pembahasan komunikasi selalu berkaitan dengan proses sosial, yakni kegiatan pertukaran pikiran dan modifikasi sistem nilai. Komunikasi sosial di sebuah masyarakat merupakan proses yang tidak bisa dilepaskan dari sistem nilai masyarakat.&lt;br /&gt;Sebagai sebuah proses maka komunikasi mentransfer lambang-lambang yang mengandung arti sehingga komunikasi dapat dikatakan sebagai proses sosial. Lambang-lambang yang diberi makna oleh individu mempunyai arti khusus bagi masyarakat tersebut. Karena proses adalah any conntected series of event, secara otomatis proses komunikasi dapat disebut sebagai proses sosial. Menurut Lambert (1965:150) komunikasi sebagai suatu proses, mempunyai beberapa segi, yaitu objektif (lambiag sendiri) dan subjektif (arti yang diberikan pada sesuatu lambang) (Nina W. Syam, 2009:14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kenyataan bahwa sosiologi merupakan suatu ilmu yang mempunyai berbagai materi penelitian yaitu segala kejadian nyata dalam kehidupan manusia. makna menjadi sangat penting dalam konteks sosial, di mana menjadi makna menjadi sangat penting ditafsirkan oleh individu yang mendapatkan informasi, karena makna yang dikirim oleh komunikator terhadap komunikan menjadi sangat subjektif. Ini ditentukan oleh kontak sosial ketika informasi itu dikirim dan diterima. Sosiologi menjelaskan bahwa komunikasi menjadi unsur terpenting dalam seluruh kehidupan manusia. kontak sosial menjadi sangat bermakna karena ada komunikasi sehingga kehidupan sosial akan menjadi hidup, tanpa komunikasi interaksi sosial tidak akan terjalin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal mula kajian komunikasi dalam sosiologi bermula dari akar tradisi pemikiran Karl Marx, di mana Marx sendiri adalah masuk sebagai pendiri sosiologi yang beraliran Jerman sementara Claude Hanri-Simon,Auguste Comte, dan Emile Dukheim merupakan nama-nama para ahli sosiologi yang beraliran Perancis.  Fokus Interkasi dalam masyarakat adalah komunikasi itu sendiri. Sebagaimana dijelaskan oleh sosiologi bahwa komunikasi menjadi unsur terpenting dalam seluruh kehidupan manusia. (Burhan Bungin, 2006: 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan komunikasi dengan sosiologi terikat pada proses peningkatan kerjasama antarmanusia, yakni apakah kerjasama itu antar individu ataukah antar individu dengan masyarakat yang lebih luas. Masyarakat dalam hal ini merupakan satuan yang didasarkan pada ikatan-ikatan yang sudah teratur dan stabil. Masyarakat sebagai kesatuan komplementer satu sama lain karena masyarakat tidak akan ada tanpa individu dan  individu takkan ada tanpa masyarakat. Ini dapat dilihat dari kenyataan manusia dipengaruhi oleh masyarakatdalam proses pembentukan pribadinya, sebaliknya, individu mempengauhi masyarakat bahkan dapat menyebabkan perubahan besar terhadap masyarakat. Kedua unsur ini terbukti bahwa manusia adalah makhluk berpikir dapat mengambil kesimpulan dan mempelajari dari pengalamannya selain dari hasil pendidikannya untuk mencetuskan ide-ide baru. Sehingga masyarakat selalu berada dalam proses sosial yakni proses pembentukan masyarkat dan proses pembentukan ini terjadi dengan sendirinya bias berjalan dengan dua kemungkinan yaitu sarasi atau bertentangan. Pertentangan mudah terjadi apabila sistem prilaku dari setiap individu atau kelompok tidak dapat menerima tugas dan peran yang “diserahkan” kepadanya, proses ini semua bisa terjadi karena adanya komunikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses komunikasi sekurang-kurangnya memerlukan dua orang, seseorang yang berkomunikasi dengan orang lain sehingga proses interaksi dan sosial terjadi, sangat tergantung pada norma-norma masyarakatnya. Tetapi, karena norma di dalam masyarakat juga dibentuk oleh proses komunikasi. Struktur komunikasi dapat mencerminkan masyarakat. Kesimpulannya, proses komunikasi dan sosiolgi sangat erat kaitannya dengan segi objektif dan subjektif. Maksudnya, masalah simbolisasi sehingga pendekatan simbolis pada proses komunikasi melalui pemahaman interaksionisme simbolik sangatlah relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi dan sosiologi merupakan dua hal yang saling keterkaitan, dengan demikian sosiologi sebagai suatu ilmu pengetahuan yang sudah lama berkembang, sedangkan komunikasi merupakan proses interaksi yang berada dalam kajian sosiologi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sosiologi menjadi landasan untuk lahir dan berkembangnya ilmu komunikasi untuk mengkaji kualitas interaksi sosial masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.Antropologi Sebagai Landasan Ilmu Komunikasi&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Antropologi dikatakan sebagai salah satu akar atau landasan lahirnya ilmu komunikasi. Seiring dengan perkembangan antropolgi tersebutlah akhirnya para ahli budaya melihat jika dalam budaya juga sangat tergantung pada komunikasi. Hal inilah yang kemudian dikaji mengenai proses dari komunikasi tersebut sehingga lahirlah ilmu komunikasi dari antroplogi. Namun untuk lebih jelasnya mengenai keterkaitan tersebut sebaiknya kita terlebih dahulu melihat menganai antopologi dan komunikasi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan adalah komunikasi simbolis, simbolisme itu adalah keterampilan kelompok, pengetahuan, sikap, nilai, dan motif. Makna dari simbol-simbol itu dipelajari dan disebarluaskan dalam masyarakat melalui institusi. Menurut Levo-Henriksson (1994), kebudayaan itu meliputi semua aspek kehidupan kita setiap hari, terutama pandangan hidup – apapun bentuknya – baik itu mitos maupun sistem nilai dalam masyarakat. Ross (1986,hlm 155) melihat kebudayaan sebagai sistem gaya hidup dan ia merupakan faktor utama (common domitor) bagi pembentukan gaya hidup (Alo Liliweri, 2003,8-9)&lt;br /&gt;Peradaban Romawi dan Yunani menjadi dasar bagi antropologi terutama yang berkaitan dengan maslah estetika, etika, metafisika, logam dan sejarah. Mempelajari antropologi dapat dilihat dari segi sejarah harus didasarkan pada orientasi humanistic, sejarah dan ilmu alam, karena perbedaan kondisi iklim dan keadaan permukaan tanah akan membawa peradaban keaadaan fisik, karakteristik dan konstitusi suatu masyarakat yang berbeda (Hipocrates 1962: 135). Memformulasikan tradisi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;filosofis dan tradisi keilmuan akan memberikan proposisi-proposisi sebagai berikut;&lt;br /&gt;1.Segala sesuatu itu mempunyai sebuah bentuk yang menentukan maksud dari bentuk tersebut&lt;br /&gt;2.Semua hal yang ada dalam suatu Negara akan mengalami perubahan secara terus menerus; perubahan tersebut akan berkisar antara integrasi dan disintegrasi&lt;br /&gt;3.Setiap bentuk merupakan sebuah struktur yang setiap bagiannya tersusun secara berbeda-beda tergantung dari kepentingannya&lt;br /&gt;4.Desain setiap bagian memberikan sumbangan pada keseluruhan sistem sosial melalui aktualisasi&lt;br /&gt;5.Dalam setiap sistem terjadi penyaringan untuk membuat keseimbangan dalam setiap bagian sistem.&lt;br /&gt;6.Perubahan yang terjadi pada salah satu bagian system akan menganggu aktivitas dan akan mengakibatkan ketidak harmonisan dalam sistem tersebut.&lt;br /&gt;7.Perubahan secara besar-besaran merupakan hasil modifikasi internal dari suatu bagian yang sedang diperluas dan kemudian dikontrol dengan membangun kembali harmosisasi dalam sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya sebagai konsep sentral. Linton (1945:32) memberikan definisi budaya secara spesifik, yaitu, budaya  merupakan konfigurasi dari prilaku manusia dari elemen-elemen yang ditransformasikan oleh anggota masyarakat. Budaya secara umum telah dianggap sebagai milik manusia, dan digunakan sebagai alat komunikasi sosial di mana didalamnya terdapat proses peniruan. Selanjutnya konsep budaya telah menuntun para pakar etnologi Amerika dan Jerman kedalam suatu bentuk teoritik. Setelah Radcliffe-Brown (1965:5) para ilmuan antropologi sosial Prancis dan Inggris cenderung untuk membedakan konsep budaya dan sosial dan cenderung membatasi kedua konsep tersebut pada cara belajar  berfikir, merasa, dan bertindak, yang merupakan dari proses sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kluchohn menghimpun dan menerbitkan kembali 164 definisi kebudayaan yang dikelompokkan menjadi enam: deskriptif, historical, normatif, psikologis, struktural dan genetic (Saifuddin, 2005: 83), Klukhohn melalui Universal Categories od Culture (1953) merumuskan 7 unsur kebudayaan yang unierasl (Koentjaraningrat, 1979: 218) yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Sistem teknologi, yaitu peralatan dan perlengkapan hidup menusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi transport dan sebagainya.&lt;br /&gt;b.Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekomoni (pertanian, peternakan, sistem produksi, sistem distribusi dan lainnya).&lt;br /&gt;c.Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hokum dan sistem perkawinan).&lt;br /&gt;d.Bahasa (lisan dan tulisan).&lt;br /&gt;e.Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak dan sebagainya).&lt;br /&gt;f.Sistem pengetahuan.&lt;br /&gt;g.Religi (sistem kepercayaan) (Burhan Bungin, 2006: 53).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap praktik komunikasi pada dasarnya adalah suatu representasi budaya, atau tepatnya suatu peta atas suatu relitas (budaya) yang sangat rumit. Komunikasi dan budaya adalah dua entitas tak terpisahkan, sebagaimana dikatakan Edward T. Hall, “budaya adalah komunikasi dan komunikasi adalah budaya. Begitu kita mulai berbicara tentang komunikasi, tak terhindarkan, kita pun berbicara tentang budaya (Deddy Mulyana, 2004 :14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya dan komunikasi berinteraksi secara erat dan dinamis. Inti budaya adalah komunikasi. Karena budaya muncul melalui komunikasi. Akan tetapi pada gilirannya budaya yang tercipta pun mempengaruhi cara berkomunikasi anggota budaya yang bersangkutan. Hubungan antara budaya dan komunikasi adalah timbale balik. Budaya takkan eksis tanpa komunikasi dn komunikasi pun takkan eksis tanpa budaya. Entitas yang satu takkan berubah tanpa perubahan entitas lainnya. Menurut Alfred G. Smith, budaya adalah kode yang kita pelajari bersama dan untuk itu dibutuhkan komunikasi. Komunikasi membutuhkan perkodean dan simbol-simbol yang harus dipelajari. Godwin C. Chu mengatakan bhawa setiap pola budaya dan tindakan melibatkan komunikasi. Untuk dipahami, keduanya harus dipelajari bersama-sama. Budaya takkan dapat dipahami tanpa mempelajari komunikasi, dan komunikasi hanya dapat dipahami dengan memahami budaya yang mendukungnya (Deddy Mulyana, 2004: 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bidang konsep antropologi budaya yang dikaji yang sangat relavan dengan komunikasi yaitu; &lt;br /&gt;1.objek simbol, umpamanya bendara melambangkan bangsa dan uang menggambarkan pekerjaan dan barang-barang dagangan (komoditi)&lt;br /&gt;2.Karakteristik objek dalam kultur manusia. contoh warna unggu dipahami untuk “kerajaan”,  hitam untuk “duka cita” warna kuning untuk “kekecutan hati”, putih untuk untuk “kesucian”, merah untuk “keberanian” dan sebagainya&lt;br /&gt;3.Ketiga adalah gesture dimana tindakan yang memiliki makna simbolis, senyuman dan kedipan, lambaian tangan, kerutan kening, masing-masing memiliki makna tersendiri dan semuanya memiliki makna dalam konteks cultural.&lt;br /&gt;4.Simbol adalah jarak yang luas dari pembicaraan dan kata-kata yang tertulis dalam meyusun bahsa. Bahasa adalah kumpulan simbol paling penting dalam kultur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gatewood menjawab bahwa kebudayaan yang meliputi seluruh kemanusian itu sangat banyak, dan hal tersebut meliputi seluruh periode waktu dan tempat. Artinya kalau komunikasi itu merupakan bentuk, metode, teknik, proses sosial dari kehidupan manusia yang membudaya, maka komunikasi adalah sarana bagi transmisi kebudayan, oleh karena itu kebudayaan itu sendiri merupakan komunikasi. Berdasarkan pendapat Gatewood itu kita akan berhadapan dengan pernyataan klasik tentang hubungan antara komunikasi dengan kebudayaa, apakah komunikasi dalam kebudayaan atau kebudayaan ada dalam komunikasi? ada satu jawaban netral  yang disampaikan oleh Smith (1976) bahwa; “komunikasi dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan”. Dalam tema atau bagian uraian tentang kebudayaan dan komunikasi, sekurangnya-kurangnya ada dua jawaban: pertama, dalam kebudayaan ada sistem dan dinamika yang mengatur tata cara pertukaran simbol-simbol komunikasi, dan kedua, hanya dengan komunikasi maka pertukaran simbol-simbol dapat dilakukan dan kebuadayaan hanya akan eksis jika ada komunikasi (Alo Leliweri, 2004, 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari komunikasi. Masyarakat terbentuk dari nilai norma yang mengatur mereka. Manusia merupakan homostatis di mana komunikasi membentuk kebudayaan dan juga bagian dari kebuadayaan itu sendiri. Dalam kehidupan budaya masyarakat dan intekasi  menyebabkan maka terjadinya proses komunikasi yang menjadi alat bantu atau guna membantu mereka dalam berinteraksi dengan baik.  Bahasa yang merupakan alat komunikasi juga sangat dipengaruhi oleh proses budaya. Dengan adanya kesamaan mengenai memaknai sesuatu tersebutlah sehingga membentuk suatu kebudayaan yang lebih baik dalam interkasi. Pengaruh komunikasi yang disebabkan oleh budaya ini pulalah yang menjadikan perbedaan pemaknaan dari setiap budaya masyarakat dalam berkomunikasi. Jadi, antropologi merupakan ilmu yang lebih dahulu ada dalam memahami perkembangan interaksi manusia, kemudian antropologi ini terus berkembang sehingga mulai melihat dan mengkaji pada prose komunikasi yang tercipta. Inilah yang kemudian menjadikan antropologi menjadi salah satu landasan  sehingga lahirnya ilmu komunikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi, sosial, budaya, dan perkembangan peradaban sekarang ini adalah tidak hanya sekedar unsur-unsur dan kata-kata saja tetapi merupakan konsep yang  yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Sehingga studi komunikasi sangat dipengaruhi oleh kajian antropologi begitu juga perkembangan antropologi yang didasarkan pada kekuatan manusia dalam menciptakan peradabannya sangat terkait oleh komunikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C.PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Syarat ilmui antara lain menyatakan ia harus memiliki objek kajian, di mana objek kajian itu harus memiliki dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya. Objek material ilmu komunikasi adalah tindakan manusia dalam konteks sosial, sedangkan objek formalnya adalah komunikasi itu sendiri, yakni usaha penyampaian pesan antarmanusia. Syarat ilmu yang kedua menyatakan bahwa ia harus bersistem, bahwa objeknya itu tersusun dalam satu rangkaian sebab akibat yang tersusun secara sistematis. Syarat ilmu yang ketiga adalah metosis, dengan menggunakan cara kerja ilmiah. Syarat yang keempat adalah adanya universalitas (Dani Vardiansyah, 2008: 43-44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya landasan-landasan yang kuat itulah kemudian orang-orang mulai berfikir ilmiah tentang komunikasi dn menjadikannya sebagai suatu landasan keilmuan dalam mengkaji proses interaksi manusia yang melibatkan komunikasi. Dari epistimologi tertentu juga melihat cara mendapatkan pengetahuan yang benar. Ilmu komunikasi sebagai ilmu yang tidak bisa lepas dari kajian ilmu lainnya seperti sosiologi, antropologi dan psikologi. Namun ilmu komunikasi juga memiliki landasan sendiri yang cukup kuat untuk dikatakan sebagai sebuah kelilmuan yang ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alo Leliweri, 2003, Makna Budaya dalam Komunikasi Antarbudaya, LKIS, Yogyakarta.&lt;br /&gt;_________, 2004, Dasar-dasar Komunikasi Antarbudaya, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.&lt;br /&gt;Burhan Bungin, 2006, Sosiologi Komunikasi, Prenada Media Group, Jakarta.&lt;br /&gt;Dani Vardiansyah, 2008, Filsafat Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, PT Indeks, Jakarta. &lt;br /&gt;Deddy Mulyana, 2004, Komunikasi Efektif, Suatu Pendekatan Lintasbudaya, Remaja Rosdakarya, Bandung.&lt;br /&gt;_____________, 2007, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, PT Remaja Remaja Rosdakarya, Bandung.&lt;br /&gt;H.A.W. Widjaja, 2000, Ilmu Komunikasi Pengantar Studi, Rineka Cipta, Jakarta.&lt;br /&gt;Hafied Cangara, 2006, Pengantar Ilmu Komunikasi, PT Rajawali Grafindo Persada, Jakarta.&lt;br /&gt;J. Dwi Narwoko, Bagong Suyanto (ed), 2004, Sosiologoi Teks Pengantar dan Terapan,Prenada Media, Jakarta.&lt;br /&gt;Nina W. Syam, 2009, Sosiologi Komunikasi, Humaniora, Bandung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-5957235204207254305?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/5957235204207254305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2010/11/gagasansosioligi-dan-antropologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5957235204207254305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5957235204207254305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2010/11/gagasansosioligi-dan-antropologi.html' title='Gagasan,Sosiologi, dan Antropologi Sebagai Landasan Ilmu Komunikasi'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TQGZNJTd71I/AAAAAAAAAOk/FZ1a_LoqX2c/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-5804555784014937259</id><published>2010-11-17T08:47:00.002-08:00</published><updated>2010-12-09T19:09:04.874-08:00</updated><title type='text'>Psikologi Positif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TQGXmf2UJxI/AAAAAAAAAOU/QideWR6LbE4/s1600/happyblock.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 176px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TQGXmf2UJxI/AAAAAAAAAOU/QideWR6LbE4/s320/happyblock.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548882903537297170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fachrur Rizha,S.Sos.I, SP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Psikologi bukan hanya studi tentang kelemahan dan kerusakan; psikologi juga adalah studi tentang kekuatan dan kebajikan. Pengobatan bukan hanya memperbaiki yang rusak; pengobatan juga berarti mengembangkan apa yang terbaik yang ada dalam diri kita.” &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Biografi Martin E,P Seligman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Martin E.P. Seligman, Ph.D., bekerja pada ketidakberdayaan yang dipelajari, pada depresi, optimisme dan pesimisme, dan pada psikologi positif. Saat ini ia adalah Profesor Psikologi di Departemen Psikologi di University of Pennsylvania. Ia terkenal di kalangan akademis dan klinis dan merupakan penulis laris. Bibliografinya mencakup lebih dari 20 buku dan 170 artikel pada motivasi dan kepribadian. Dia adalah penerima dua penghargaan Distinguished Kontribusi ilmiah dari American Psychological Association, Laurel Award dari Asosiasi Amerika untuk Psikologi Terapan dan Pencegahan, dan Lifetime Achievement Award dari Society for Research di psikopatologi. Ia memegang kehormatan Ph.D. dari Uppsala, Swedia dan Doctor of Humane Letters dari Massachusetts School of Professional Psychology. Dr Seligman diterima baik American Psychological Society's William James Fellow Award (untuk kontribusi ilmu dasar) dan James McKeen Cattell Fellow Award (untuk aplikasi pengetahuan psikologis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian dan penulisan Dr Seligman secara luas telah didukung oleh sejumlah lembaga termasuk The National Institute of Mental Health (terus-menerus sejak 1969), National Institute of Aging, National Science Foundation, Yayasan Guggenheim, dan MacArthur Foundation. Penelitiannya tentang pencegahan depresi menerima MERIT Award dari Institut Nasional Kesehatan Mental pada tahun 1991. Dia adalah direktur jaringan Psikologi Positif Network dan Ilmiah Direktur Values-in-Action dari Yayasan Mayerson. Selama 14 tahun, ia adalah Direktur Program Pelatihan Clinical dari Departemen Psikologi University of Pennsylvania. Dr Seligman diangkat menjadi "Terhormat Praktisi" oleh National Academies of Practice, dan pada tahun 1995 menerima Psychological Association Pennsylvania penghargaan untuk "Terhormat Kontribusi Ilmu dan Praktek." Dia adalah presiden masa lalu Divisi Clinical Psychology dari American Psychological Association. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke lebih dari enam belas bahasa dan telah menjadi best seller baik di Amerika dan luar negeri. Karyanya telah ditampilkan di halaman depan New York Times, Time, Newsweek, US News and World Report, Reader's Digest, Redbook, Orangtua, Fortune, Family Circle, dan banyak majalah populer lainnya. Dia telah menjadi juru bicara bagi ilmu dan praktik psikologi di berbagai televisi dan radio. Dia telah menulis kolom seperti pendidikan, kekerasan, dan terapi. Ia telah memberi kuliah di seluruh dunia untuk pendidik, industri, orangtua, dan profesional kesehatan mental. Pada tahun 1996 Dr Seligman terpilih sebagai Presiden American Psychological Association, dengan suara terbesar dalam sejarah modern. Tujuan utamanya sebagai Presiden APA adalah untuk bergabung dengan latihan dan ilmu pengetahuan bersama-sama sehingga keduanya bisa berkembang, suatu tujuan yang telah mendominasi hidupnya sendiri sebagai seorang psikolog. Inisiatif utamanya menyangkut pencegahan perang dan ethnopolitical studi Psikologi Positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 2000 misi utamanya telah menjadi promosi bidang Psikologi Positif. Disiplin ini meliputi studi tentang emosi positif, karakter positif, dan lembaga yang positif. Karena ilmu pengetahuan di balik ini menjadi lebih tegas membumi, Dr Seligman sekarang mengalihkan perhatian ke Positif pelatihan psikolog, latihan individu yang akan membuat dunia tempat yang lebih bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gagasan Lahirnya Psikologi Positif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gagasan gerakan psikologi positif dimulai pada saat dalam waktu beberapa bulan setelah saya telah terpilih sebagai presiden dari American Psychological Association. Itu terjadi di kebun ketika saya sedang penyiangan dengan putri umur 5 tahun, Nikki. Saya harus mengakui bahwa meskipun aku menulis buku tentang anak-anak, aku benar-benar tidak baik dengan semua mereka. Ketika saya menyiangi di kebun, saya benar-benar mencoba untuk dapat melakukannya. Namun, Nikki melemparkan rumput liar ke udara dan menari-nari. Aku berteriak padanya. Dia pergi, dan datang kembali seraya berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah, aku ingin bicara denganmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Nikki?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah, kau ingat sebelum ulang tahun kelima? Sejak saat aku berusia tiga dengan waktu aku berusia lima tahun, aku adalah seorang perengek. Aku merengek setiap hari. Ketika aku berumur lima tahun, aku memutuskan untuk tidak lagi merengek. Itu adalah hal terberat yang pernah aku lakukan. Dan kalau aku bisa berhenti merengek, Ayah dapat berhenti menjadi seperti penggerutu. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bagi saya sebuah pencerahan. Saya belajar sesuatu tentang Nikki, sesuatu tentang membesarkan anak-anak, sesuatu tentang diriku sendiri, dan banyak hal tentang profesi saya. Pertama, aku menyadari bahwa membesarkan Nikki bukanlah tentang mengoreksi merengek. Nikki melakukan itu sendiri. Sebaliknya, aku menyadari bahwa membesarkan Nikki adalah tentang mengambil keahlian luar biasa yang kusebut itu "melihat ke dalam jiwa". Membesarkan anak-anak, saya menyadari, lebih daripada memperbaiki apa yang salah dengan mereka. Ini adalah tentang mengidentifikasi dan memelihara kualitas terkuat mereka, apa yang mereka sendiri dan terbaik, dan membantu mereka menemukan bentuk di mana mereka dapat menjalani kualitas positif terbaik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kehidupan saya sendiri, Nikki memukul paku tepat di kepala. Aku adalah seorang penggerutu. Aku telah menghabiskan 50 tahun kebanyakan cuaca basah bertahan di dalam jiwaku, dan terakhir 10 tahun menjadi awan nimbus dalam rumah tangga sinar matahari. Pada saat itu, aku memutuskan untuk berubah. Namun implikasi luas Nikki's memberi pelajaran tentang ilmu dan praktik psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak orang yang hanya berkutat dengan masalah, maka tidak heran jika banyak orang tua yang juga memfokuskan dirinya untuk mengatasi berbagai “masalah” yang ada pada bayi mereka, seperti kemarahan, rasa frustasi, kekerasan, tangisan, rajukan, sifat mudah marah, dan sifat keras kepala. Bayi dianggap hanya sebagai makhluk pembawa masalah. Jadi jangan heran, salah satu tabiat manusia modern adalah tidak ingin memiliki anak, karena dianggap sebagai pembawa masalah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, Martin Seligman kemudian memoloporkan aliran baru dalam dunia psikologi, dan menyebutnya sebagai psikologi positif. Menurut Seligman, “Psikologi bukan hanya studi tentang kelemahan dan kerusakan; psikologi juga adalah studi tentang kekuatan dan kebajikan. Pengobatan bukan hanya memperbaiki yang rusak; pengobatan juga berarti mengembangkan apa yang terbaik yang ada dalam diri kita.” Misi Seligman ialah mengubah paradigma psikologi, dari psikologi patogenis – yang hanya berkutat pada kekurangan manusia – ke psikologi positif, yang berfokus pada kelebihan manusia, dari perhatian yang berlebihan pada penyakit ke konsentrasi pada kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah nyata berikut ini akan menggambarkan dengan sangat menarik apa yang dimaksud dengan psikologi positif, yang dituturkan oleh Dr. Dan Baker:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membuka pintu. Dan hidupku berubah untuk selama-lamanya. Dor! Dor! Dor! Tembakan senapan! Memang begitu terdengarnya dan aku segera menunduk. Dor! Getarannya tepat menembusku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di sebuah sudut ada gadis muda bernama Kate. Bukan senapan yang membuat ledakan keras itu, melainkan kepalanya sendiri, yang ditutupi helm, ketika ia membenturkannya pada tembok yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat sebelumnya – dahulu pada 1973 – aku berjalan menyusuri lorong-lorong Nebraska Psychiatric Institute sebagai dokter psikologi yang baru masuk, yang sangat percaya diri bahwa aku dapat menyembuhkan setiap penyakit mental berdasarkan buku teks yang aku ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, Kate! Ya Tuhan – ia sama sekali tidak mirip dengan kasus apapun yang sudah aku pelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terhenyak atas kekerasan yang ia lakukan terhadap dirinya, aku berpaling kepada perawat yang membawaku kesini. “Adakah orang yang akan membantu dia?” aku bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya segera.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan tanya aku,” ia berkata dengan nada kelelahan. “Kate yang malang sudah tidak punya harapan lagi. Tidak mungkin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku betul-betul ketakutan. Pintu ditutup. Dor! Dor! Dor! Aku baru saja memperoleh sambutan hangat dari dunia psikologi yang sinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama yang aku sadari adalah tidak ada satu pun yang aku pelajari dalam lingkungan akademis dapat membantu Kate. Sekiranya pendekatan konvensional mampu membantunya, pastilah ia sudah tertolong. Kate sebelumnya telah dirawat oleh beberapa tim dokter yang terkenal, dengan hampir 25 pendekatan yang berbeda. Ia telah disemprot dengan amonia ketika membenturkan kepalanya dan seorang dokter ingin mengejutkan dengan alat yang menyerupai penjepit binatang. Mereka telah bicara dengan Kate tentang benturan kepalanya. Tetapi, semuanya tidak berjalan lancar karena ia terhambat dalam perkembangan kepribadiannya, dengan IQ yang sangat rendah. Mereka mencoba membujuknya dengan gula-gula agar tidak melakukannya. Tidak berhasil. Salah seorang dokter berteori bahwa pembenturan kepalanya itu adalah gejala epilepsi yang aneh. Tetapi obat antikejang tidak membantunya sama sekali. Juga obat penenang yang paling keras sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak autistik. Ia bukan juga skizofrenik. Ia tidak menunjukkan gejala-gejala psikosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang ahli Freud berkata bahwa Kate membenturkan kepalanya untuk menyembunyikan derita psike yang dipenuhi konflik. Tapi cobalah Anda terka sendiri seberapa efektif dugaannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dokter itu sampai juga dengan apa yang disebut diagnosis ganda: anxiety disorder yang ditandai dengan kecenderungan kompulsif, plus kegagalan perkembangan. Jelas tidak membantu Kate, tetapi membuat dokter merasa lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dor! Dor! Irama benturan itu sangat mencekam dan menakutkan, seperti lecutan cambuk pada punggung orang. Jika kita melihat orang menyiksa dirinya, naluri kita mendorong kita untuk menarik diri dengan kesal. Itulah apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang di lembaga itu, meninggalkan Kate dalam kesepian pengucilannya. Tapi, aku tidak bisa hanya mengisi lembar diagnosis dan terus pergi. Itu bukan kebiasaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dor! Dor! Dan setelah itu … sepi. Kesunyian itu terasa manis, seperti sebuah oase. Aku mengambil kesempatan untuk menatap mata Kate. Ia memandang balik, tanpa emosi, tanpa perasaan, matanya kosong. Aku hanya melihat di matanya cerminan diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di mana kamu, Kate?” aku bertanya dengan lembut. “Kamukah di situ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kate memang ada, pikirku. Tetapi di mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang aku ketahui sekarang: Kate berada di tempat yang sama ketika orang kehilangan perasaan untuk memilih arah hidupnya – terjebak dalam depresi dan perasaan tak berdaya, tanpa kesadaran diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya ia tidak lagi mengapresiasikan kehidupan – dan itu dapat dipahami dalam kondisi – dan ia terpenjara pada fungsi otaknya yang mengendalikan ketakutan. Otak reptilnya berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang ada keheningan. Sudah beberapa menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terpikir dalam benakku – sebuah konsep yang sebetulnya begitu jelas sehingga hampir-hampir tidak kelihatan: ia mampu menghentikan benturan kepalanya.&lt;br /&gt;Ia punya kekuatan untuk menghentikan penghancuran diri. Ia hanya tidak menyadarinya. Semua orang pun tampaknya tidak. Pada saat itu, aku sadar bahwa penyembuhan bergantung kepadanya, bukan kepadaku. Satu-satunya tugasku ialah membawanya untuk melihat bahwa ia punya kekuatan itu dan punya pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ambil tangannya. Memegangnya dengan lembut. Setelah beberapa saat, perlahan-lahan seperti mesin, ia berpaling kepadaku. Ia mengangkat matanya.&lt;br /&gt;Kata orang, mata adalah jendela jiwa. Untuk beberapa detik, perkataan itu benar. Itulah dia! Tidak beda. Sendirian dan tanpa daya, tanpa kekuatan, tanpa pertolongan, tidak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu, sudah berapa lama tidak ada orang yang memegang tangannya. Aku duduk di situ dengan perasaan tidak berdaya juga. Seharusnya aku berada di situ sebagai psikolog baru yang masih segar – Dr. Freud muda – tapi aku merasa tidak lebih dari sekadar Dr. Penggandeng muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, berdasarkan atas apa yang aku lihat, tidak ada ganjaran ataupun hukuman yang dapat menghentikannya. Satu-satunya cara untuk menghentikan Kate adalah membuatnya punya kemampuan untuk memilih. Tetapi, bagaimana caranya membuat seseorang memilih? Kalau Anda yang membuatnya, itu bukan pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan adalah suara hati. Kejujuran dalam tindakan. Oleh karena itulah, pilihan sangatlah perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dalam keadaan bingung, aku berhasil melihat jelas: ketika aku memegang tangan Kate, ia tampak merasa lebih baik. Ia kelihatan lebih tenang dan pandangan matanya yang kesepian perlahan-lahan melembut. Aku telah memperoleh satu pelajaran. Pengucilan karena takut dapat diatasi – sering kali lebih cepat, tanpa psikoterapi bertahun-tahun. Jika ini terjadi, kemungkinan mulai terbentuk, bahkan untuk orang-orang yang kondisinya tampak seperti tidak punya kemungkinan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini, aku tidak berusaha memasukkan kebahagiaan dalam hidup Kate. Terlalu muluk untuk diharapkan. Aku hanya ingin memasukkan kehidupan dalam hidup Kate. Pada siang hari yang sama, aku menceritakan Kate kepada kepala unit pediatrik dan aku ingat ia berkata, “Ooh, yang itu. Pilihannya sangat terbatas.” Aku tidak mengacuhkannya. Di tempat asalku – daerah perbatasan Midwest, pada era peluang yang tak terbatas pada 1960-an – semua orang punya kemungkinan, juga orang seperti Kate.&lt;br /&gt;Kemungikinan, aku masih yakin, selalu ada pada kita semua, bahkan pada orang-orang yang paling sedikit memilikinya – bahkan pada sebagian di antara kita (dan itu mungkin termasuk Anda) yang terpuruk dalam sebuah sudut sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan, bukan saja selalu ada, tetapi juga tidak dapat dilepaskan. Kemungkinan diperlukan untuk kehidupan jiwa sebagaimana oksigen diperlukan untuk kehidupan raga …&lt;br /&gt;Walaupun kemungkinan selalu ada, kita mungkin tidak melihatnya, karena kita dibutakan oleh ketakutan. Ketakutan biasanya dimulai ketika kita terlalu sering gagal atau ketika kita dihambat berkali-kali oleh orang-orang di sekitar kita. Jika ini terjadi, kemampuan kita menyelesaikan persoalan berkurang sangat banyak. Pada tingkat yang paling buruk, yang ada hanyalah melawan, melarikan diri, dan mematung. Kita hanya reaktif dan tidak proaktif. Problem menjadi penjara …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat berikutnya aku mengunjungi Kate, yang pertama aku lakukan adalah mengulurkan tanganku kepadanya dan menjalin hubungan. Ketika Kate sudah mulai tenang, benturan kepalanya berkurang dan akhirnya berhenti. Segera setelah itu, aku berkata kepadanya dengan lembut, “Kate, marilah kita lupakan pembenturan kepalamu itu. Mari kita pusatkan perhatian pada apa yang kamu lakukan ketika kamu tidak membenturkan kepalamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, aku ingin menyebutnya Prinsip 60 Menit: memusatkan perhatian pada beberapa menit dalam setiap jam ketika seseorang berfungsi dengan baik, dan tidak lagi memusatkan perhatian pada kegagalannya. Tujuannya ialah memperpanjang menit-menit yang baik itu sampai mencakup satu jam. Tentu saja waktu itu aku tidak berusaha menciptakan pendekatan baru. Aku hanya bekerja berdasarkan apa yang aku ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku melihat ruangan steril di sekitar kami – kurungan yang dibangun dengan penuh iba – aku merasa terdorong untuk keluar. Aku pikir, pastilah Kate juga ingin keluar. Aku membuka pintu dan kami berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit. Aku mengawalnya ke arah tengah untuk menghalanginya agar tidak membentur tembok di sekitarnya. Walaupun begitu, ia tetap juga membenturkan kepalanya ke dadaku. Buk! Buk! Buk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membuka pintu depan rumah sakit yang besar. Tiba-tiba kami diselimuti pagi musim semi yang lembut, hijau, dan kuning, dengan pepohonan dan cahaya mentari. Udara hangat menyentuh kami, Kate pun terpana. Aku merasakan tangannya menegang dan setelah itu mengendur. Entah berapa lama ia tidak melihat dunia luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepalanya seperti mendongak di atas bahunya. Dalam beberapa menit kemudian matanya tidak lagi melihat ke dalam, tetapi menerobos ke dunia indah yang kami huni. Dengan aroma bunga yang memenuhi udara, Kate tampaknya untuk beberapa saat dipenuhi dengan kekaguman pada dunia. Seekor kupu-kupu terbang melintas dan Kate mengawasinya dengan matanya ketika kupu-kupu itu hinggap di atas bunga di samping kami. Ia tampak terpesona dan tidak sedikit pun gerakan untuk membenturkan kepalanya. Aku ingin Kate mengembalikan hidupnya lagi yang sudah dicuri oleh orang-orang yang bermaksud baik. Tujuanku ialah untuk membangkitkan penghargaan dia kepada dunia di sekitarnya, mendorongnya untuk mulai membuat pilihan, sehingga ia merasa sebagai seorang manusia dan bukan hanya sebuah kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Baker kemudian memberikan latihan agar Kate mampu memilih tindakan di antara berbagai pilihan. Makin banyak pilihan yang telah dilakukannya, makin sedikit ia membenturkan kepalanya. Kesadarannya mulai timbul. Singkat cerita, Kate menjalani kehidupan yang normal, punya banyak kawan, dan punya penghasilan yang cukup. Pada suatu hari, ketika Dr. Baker mengunjunginya, ia berada di tengah-tengah pesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah orang banyak itu, aku pikir ia tidak akan mengenalku. Tetapi, ia menemukanku. Berlari kencang. Memelukku erat-erat. Tidak mau melepaskanku. Itulah bayaran terbaik yang pernah aku dapat, pelukan itu. Kebahagiaan yang datang dari pelukan itu berlangsung lama. Peristiwa ini membuatku meyakini untuk selama-lamanya kebenaran universal: Setiap orang mempunyai kemungkinan. Setiap orang. Dan memilih di antara berbagai kemungkinan itu adalah anugerah eksistensial kita sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Inti Pembahasan Psikologi Positif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bidang psikologi positif pada tingkat subjektif tentang pengalaman subjektif positif: kesejahteraan dan kepuasan (masa lalu); aliran, kebahagiaan, kesenangan sensual, dan kebahagiaan (sekarang); dan konstruktif kognisi tentang masa depan-optimisme, harapan, dan keyakinan. Pada tingkat individu ini adalah tentang ciri-ciri pribadi positif-kemampuan untuk cinta dan panggilan, keberanian, interpersonal skill, kepekaan estetika, ketekunan, pengampunan, orisinalitas, pikiran masa depan bakat tinggi, dan kebijaksanaan. Pada tingkat grup ini adalah tentang keutamaan sipil dan lembaga-lembaga yang bergerak ke arah yang lebih baik individu kewarganegaraan: tanggung jawab, pemeliharaan, altruisme, kesopanan, moderasi, toleransi, dan etika kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi positif adalah studi ilmiah tentang kekuatan dan kebajikan yang memungkinkan individu-individu dan komunitas untuk berkembang. Pusat psikologi positif mempromosikan riset, pelatihan, pendidikan, dan penyebarluasan Psikologi positif. Bidang ini didasarkan pada keyakinan bahwa memimpin orang-orang ingin hidup yang bermakna dan memuaskan, untuk menanam apa yang terbaik dalam diri mereka sendiri, dan untuk meningkatkan pengalaman mereka tentang cinta, bekerja, dan bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi positif memiliki tiga pusat perhatian: emosi positif, positif sifat-sifat individu, dan lembaga yang positif. emosi positif memerlukan studi kepuasan dengan masa lalu, kebahagiaan di masa kini, dan harapan untuk masa depan. Memahami sifat-sifat individu positif terdiri dari studi tentang kekuatan dan kebajikan, seperti cinta dan kapasitas untuk bekerja, keberanian, belas kasih, ketahanan, kreativitas, keingintahuan, integritas, pengetahuan diri, moderasi, pengendalian diri, dan kebijaksanaan. Memahami lembaga positif memerlukan studi mengenai kekuatan yang mendorong masyarakat lebih baik, seperti keadilan, tanggung jawab, kesopanan, pengasuhan, pemeliharaan, etos kerja, kepemimpinan, kerja tim, tujuan, dan toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi positif ingin memberikan pandangan tentang manusia dari sisi lain. Jika psikologi patogenis memusatkan perhatian pada penderitaan, Psikologi Positif berkepentingan dengan kebahagiaan. Jika psikologi selama ini hanya berkutat dengan sifat-sifat buruk manusia, Psikologi positif ingin menampilkan sifat-sifat indah dari manusia. Manusia bukan hanya makluk rakus, homo avarus, yang mementingkan diri sendiri, tetapi juga juga makluk yang tidak bisa hidup normal tanpa mencintai dan dicintai. Di balik awan kelabau kehidupan manusia betapapun gelapnya – selalu tersisa garis-garis gerak. Tugas psikologi positif adalah mempertegas garis-garis perak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat itu mengubah cara pandang seseorang tentang kehidupan, atau anda menyaksikan pemandangan yang sangat menyentuh. Ilmuwan sosial menyebutnya epifani, adalah peristiwa istimewa dalam kehidupan seseorang yang menjadi titik balik dalam kehidupannya. Pengaruhnya berbeda-beda, bisa negatif atau positif, bergantung pada apakah epifaninya besar atau kecil” (Denzim, 1989). Jika psikologi patogenis sibuk mempelajari kelemahan dan kerentanan kita dan berusaha memperbaikinya, psikologi salutogenis memusatkan perhatian pada kelebihan dan kekuatan kita. Alih-alih berusaha memperbaiki apa yang rusak dalam diri kita, psikologi salutogenis mencoba untuk membangun untuk membangun hidup kita di atas apa yang terbaik dalam diri kita. Salute berarti menghormati, mengagumi, menghargai, dan mengakui. Salute berasal dari salus, salut, yang berarti kesehatan, kesejahteraan dan salam penghormatan. Psikologi salutogenis mengindentifikasi kekuatan dalam diri kita untuk mencapai kesehatan dan kebahagiaan. Bukan hanya lepas dari penyakit, tetapi juga hidup bahagia. Bukan hanya living, tetapi triving.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Psikologi positif ialah mengingatkan bahwa bidang psikologi hanya setengah masak. Kita telah memperoleh banyak kemajuan dalam studi penyakit mental dan perbaikan kerusakan. Tetapi, kita sedikit sekali mengalami kemajuan dalam kajian-kajian lainnya. Psikologi bukan hanya studi tentang penyakit, kelemahan, dan kerusakan. Psikologi juga adalah studi tentang kebahagiaan, kekuatan, dan kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tonggak psikologi positif:&lt;br /&gt;(1) Studi tentang emosi positif&lt;br /&gt;(2) Studi tentang sifat-sifat positif&lt;br /&gt;(3) Studi tentang lembaga-lembaga positif yang mendukung kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga Kriteria agar suatu watak dapat disebut kekuatan&lt;br /&gt;1. Dihargai di hampir semua budaya&lt;br /&gt;2. Dihargai karena hakikatnya sendiri, bukan sekedar sebagai sarana untuk mencapai tujuan lain.&lt;br /&gt;3. Dapat diasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat konvergensi lintas millennium dan lintas budaya yang menajubkan dalam hal kebajikan dan kekuatan ini. Confucius, Aristoteles, Aquinas, kode etik Bushido para samurai, Bhagavad-Gita, dan tradisi luhur lainnya tidak sama dalam detail, tetapi kesemuanya memasukan 6 Kebajikan inti :&lt;br /&gt;1. Kearifan dan pengetahuan&lt;br /&gt;2. Keberanian&lt;br /&gt;3. Kasih saying dan kemanusiaan&lt;br /&gt;4. Keadilan&lt;br /&gt;5. Pengendalian diri&lt;br /&gt;6. Spiritualitas dan Transendensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua emosi memiliki unsur perasaan, unsur indriawi, unsur pemikiran, dan unsur tindakan. Unsur perasaan dari semua emosi negativf adalah ketidaksukaan, muak, takut, jijik, benci, dan semacamnya. Seperti halnya penglihatan, pendegaran, dan penciuman, perasaan-perasaan ini menerobos masuk ke dalam kesadaran dan mendepak hal apa pun yang sedang berlangsung. Bertindak bagai alam indrawi yang memperingatkan kita bahwa sebuah permaian menang-kalah sedang mengancam, perasaan negatif menggerakan keseluruhan diri orang yang bersangkutan untuk menemukan apa yang salah dan menyingkirkannya. Tipe pemikiran yang niscaya dihasilkan oleh emosi tersebut bersifat terpusat dan tidak toleran, membuat perhatian kita hanya tertuju pada senjata si penyerang, bukan hal-hal lain pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barbara fredricson, professor madya di Universitas Michigan, untuk meyakinkan saya bahwa emosi positif memiliki tujuan lebih mendalam, jauh melebihi sekedar membuat kita memiliki tujuan lebih mendalam, jauh melebihi sekadar membuat kita memiliki perasaan-perasaan yang menyenagkan. Fredrickson menyatakan bahwa emosi positif memiliki tujuan mulia dalam evolusi. Emosi ini memperluas sumber-sumber intelektual , fisik, dan sosial yang kita miliki. Emosi ini juga membangun cadangan yang bisa kita manfaatkan saat dating ancaman atau kesempatan. Ketika kita berada dalam suasana hati positif, orang-orang lebih menyukai kita, dan pertemanan, cinta, serta persekutuan lebih mungkin terjalin. Bertolak belakang dengan ketika kita terpenjara dalam emosi negatif, pada suasana hati positif, keadaan mental kita bersifat ekspansif, toleran, dan kreatif. Kita terbuka dengan gagasan dan pengalaman baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisa Aspinal (seorang Profesor Universitas Utah) mengunmpulkan bukti kuat bahwa dalam mengambil keputusan penting, dalam kehidupan nyata. Mereka yang bahagia bisa lebih pintar daripada mereka yang tidak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua dapat berpegangan paad tiga prinsip pengasuhan anak dalam Psikologi Posoitif :&lt;br /&gt;1. Emosi positif akan memperluas dan membangun sumber daya intelektual, sosial, dan fisik yang diperlukan anak ANda kela di masa depan.&lt;br /&gt;2. Peningkatan emosi positif pada anak Anda dapat memulai efek spiral menanjak dari emosi positif.&lt;br /&gt;3. Watak positif, sebagaimana watak negative, yang ditujukan anak adalah nyata dan auntentik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas paling menyengkan orang tua adalah membangun emosi dan sifat-sifat positif pada anak, bukan sekedar mengurangi emosi negative dan menghapuskan sifat-sifat negatifnya. Anda dapat dengan jelas melihat senyum bayi tiga bulan, tetapi anda tidak dapat mengetahui apakah ia baik hati atau bijaksana pada usia itu. Boleh jadi emosi positif muncul sebelum timbulnya kemampuan dan kebaikan, dan dari bahan baku inilah akan berkembang kekuatan dan kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai makhluk fisik, kita membutuhkan kebutuhan fisik minimum agar dapat hidup. Kita baru bisa bahagia apabila dapat memenuhi kebutuhan primer kita, seperti pangan, sandang, dan papan. Kita tidak perlu menjadi kaya untuk bahagia. Kita tidak perlu berkecukupan, tidak perlu punya tabungan dan simpanan apapun. Untuk bisa bahagia, kita harus punya makanan yang dapat kita makan, pakaian yang dapat kita pakai, dan tempat bernaung yang sederhana. Inilah yang saya maksud dengan pemilikan materi yang meninimal untuk dapat melanjutkan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Seligman dalam Authentic Happines. daya beli dan kepuasan hidup rata-rata di suatu Negara berbanding lurus. Akan tetapi, begitu GNP melebihi 8.000 dolar per jiwa, korelasi ini sirna dan penambahan kekayaan tidak meningkatkan kepuasan hidup. Jadi, orang Swiss yang kaya lebih berbahagia daripada orang Bulgaria yang miskin, tetapi susah untuk membandingkan orang Irlandia, Italia, Norwegia, atau Amerika.&lt;br /&gt;Yang menarik adalah di Jepang. Walaupun daya beli orang Jepang mencapai skor 87, tingkat kepuasan hidupnya hanyalah 6,53 (dari skala 1-0). Coba bandingkan dengan India (skor daya beli : 5, tetapi tingkat kepuasan hidupnya 6,70, Nigeria (skor daya beli : 6, tingkat kepuasan hidup 6,59), atau Cina (skor daya beli hanya 9, tetapi tingkat kepuasan hidupnya 7,29). Ini menunjukan kepada kita bahwa uang tidak lantas bisa membeli kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Seligman, di Negara-negara yang sangat miskin, tempat kemiskinan bisa mengancam nyawa, menjadi kaya bisa berarti lebih bahagia. Namun, ketika garis kemiskinan telah terlampaui, tingkat ekonomi tidaklah lagi memainkan peran dalam menentukan kebahagiaan kita. Ini berarti, kita dapat hidup lebih bahagia daripada para konglomerat. Jumlah kekayaan ketika kebutuhan minimal telah terpenuhi bukanlah lagi sebuah faktor yang menentukan tingkat kebahagiaan kita.&lt;br /&gt;Dalai Lama, “Makin tinggi tingkat ketenanagn pikiran kita, makin besar kedamaian yang kita rasakan, makin besar kemampuan kita menikmati hidup yang bahagia dan menyenangkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Buku The Hearts Speaks, karangan Mimi Guarneri, M.D., F.A.C.C halaman 129,130-131, yang diterbitkan Serambi. dijelaskan, obat dan terapi kognitif tidak selalu menjadi pendekatan satu-satunya atau bahkan yang terbaik dalam mengobati seorang pasien. Kenyataannya, sebuah pengujian acak yang besar menunjukan bahwa penggunaan terapi dengan menggunakan obat-obatan dan terapi perilaku kognitif untuk merawat depresi yang diderita oleh para pasien jantung tidak mampu meningkatkan kelangsungan hidup kelompok yang menderita depresi itu. Bukan hanya masalah penyumbatan arteri dan rusaknya otot saja yang mempengaruhi kemampuan pasien penyakit jantung yang depresi untuk selamat dan sembuh. Sisi kehalusan jantung pun sama pentingnya. Dan, semakin banyaklah poenelitian yang menyimpulkan bahwa harapan dan kenyataan pasien dapat mempengaruhi prognosis mereka secara mencolok.&lt;br /&gt;Tentang Psikologi positif, sebuah bidang ilmu yang bertujuan untuk mengubah fokus dari apa yang menyebabkan pikiran gembira, berpendapat bahwa mereka yang optimis lebih baik dari mereka yang pesimis. Pada penyakit jantung, penelitian menunjukkan bahwa optimis dikaitkan dengan resiko kematian yang lebih rendah. Dalam sebuah studi, pasien yang menganggap dirinya sangat optimis memiliki risiko kematian kardioovaskular yang lebih kecil daripada mereka yang memiliki kadar pesimisme yang lebih tinggi. Peneilitian dari Harvard School of Public Health membuktikan bahwa optimisme menurunkan resiko penyakit jantung pada pria dewasa, sementara pesimisme dan keputusasaan meningkatkan risiko penyakit ini. Dan, para peneliti dari universitas Pittsburgh melaporkan bahwa wanita yang memiliki pandangan yang optimis menunjukan penabalan arteri carotid yang lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, menjadi orang yang memiliki pandangan yang optimis bukanlah perkara mudah. Ini memerlukan usaha yang tidak sedikit. Salah satu cara untuk memupuknya adalah dengan mengamalkan rasa bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip lain dalam psikologi positif adalah bahwa mereka yang bersyukur atas nikmat yang mereka peroleh dan berterimaksih atas keberuntungan yang mereka miliki, dan bukannya tenggelam dalam kemalangan yang mereka derita, umumnya lebih sehat dan lebih gembira. Bukan kebahagiaan yang membuat mereka bersyukur, tetapi ras bersyukur yang membantu mereka menciptakan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa bersyukur sejak lama telah dianggap sebagai sikap yang baik dan penting untuk kesehatan dan kebahagiaan. Penelitian sekarang menyimpulkan bahwa bersyukur juga memungkinkan orang menghadapi stress dengan lebih baik dan memuat mereka lebih optimis, sehingga tampaknya mendorong fungsi kekbalan tubuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau Anda menginginkan strategi untuk meningkatkan kebahagiaan, ada banyak hal di luar sana yang dapat membantu. Anda bisa minum obat-obatan, tetapi rasa bersyukur adalah obat yang tak memiliki efek samping,” demikian kata Roberts Emmons, dosen Psikologi dari Uniersitas California di Davis dan ikut ambil bagian dalam penelitian tentang rasa bersyukur yang paling banyak menarik perhatian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bukti-bukti yang menunjukan bahwa membuat catatan yang berisi tentang rasa syukur, yaitu daftar hal-hal yang disyukuri, bahkan jika kekecewaan pun ikut dimasukan-membantu menjaga agar hal-hal positif berada dalam pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis kalimat Saya bersyukur atas…..lalu mencatat respons Anda seteperinci mngkin, dapat memberikan perasaan nyaman dan bahagia selain membantu munculnya pikiran positif dan pada akhirnya kesehatan.&lt;br /&gt;Dan terakhir, memberi maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norman Vincent Peale menulis buku klasik self-help yang menggebrak The Power of Positive Thinking pada tahun 1952, memperkenalkan kita kepada berbagai konsep penting tentang pengaruh yang dimiliki pikiran kita terhadap pengalaman kita, emosi kita, dan kepuasan kehidupan kita secara keseluruhan. Sejak lima puluh lima tahgun yang lalu, banyak guru, pengarang, dan bahkan ilmuwan mengembangkan lebih jauh konsep berpikir positif yang sederhana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memantau pikiran kita dan menjaganya agar tetap positif sepanjang waktu tidaklah mudah dilakukan, karena tampaknya ia datang dan pergi dengan cepat dan acak. Tetapi, menurut Martin Seligan, penemu dan perintis psikologi positif dan pengarang salah satu buku yang disarankan V-Sak untuk dibaca, Learned Opyimism, banyak hal yang dapat kita lakukan bukan hanya untuk memantau pikiran kita, tetapi juga lebih sfesifik lagi untuk menjadi lebih positif dan optimis dalam pikiran dan pandangan kita. Bidang psikologi positif telah memperoleh perhatian dan pengakuan yang besar sejak sepuluh sampai lima belas tahun yang lalu. Psikologi positif melihat apa yang “benar” pada orang ketimbang apa yang “salah” pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seligman member definisi optimisme sebagai “bereaksi terhadap kehidupan dari sudut pandang kekuatan diri” dan pesimisme sebagai bereaksi terhadap kehidupan dari sudut pandang ketidakberdayaan diri”. Psikologi optimism berada dalam bidang ilmu kognitif. Ia bukan sihir. Menurut Seligman, opimisme dapat dipraktikan dan dipelajari, bahkan oleh mereka yang tidak pernah menganggap diri mereka optimis sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir positif merupakan suatu cara berpikir yang lebih menekankan pada hal-hal yang positif, baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun situasi yang dihadapi. Setiap pemikir positif akan melihat setiap kesulitan dengan cara yang gamblang dan polos serta tidak mudah terpengaruh sehingga menjadi putus asa oleh berbagai tantangan ataupun hambatan ynag dihadapi. Individu yang berpikir positif selalu didasarkan fakta bahwa setiap masalah pasti ada pemecahan dan suatu pemecahan yang tepat selalu melalui proses intelektual yang sehat (Peale, 996).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinclair (dalam Eysenck, 1990) menyatakan bahwa individu-individu yang mempunyai pikiran positif cenderung melihat hal yang positif secara lebih baik. Bagi individu yang menggunakan pola pikir positif, maka akan timbul keyakinan bahwa setiap masalah akan ada jalan pemecahannya. Pola pikir positif adalah cara berpikir yang optimis terhadap lingkungan dan dirinya sendiri. Individu yang biasa berpikir positif tidak mudah menyalahkan diri sendiri ataupun lingkungan apabila terjadi kesalahan. Kecenderungan berpikir individu baik positif maupun negatif akan membawa pengaruh terhadap penyesuaian dan kehidupan psikisnya (Goodhart, 1985).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentuk sikap positif terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan akan membuat seseorang melihat keadaan tersebut secara rasional, tidak mudah putus asa ataupun menghindar dari keadaan tersebut, tetapi justru akan mencari jalan keluarnya (Peale, 1996). Menurut Albrecht (1980) berpikir positif berkaitan dengan perhatian positif (positive attention) dan juga perkataan yang positif (positive verbalization). Perhatian positif berarti pemusatan perhatian pada hal-hal dan pengalaman-pengalaman yang positif, sedangkan perkataan yang positif adalah penggunaan kata-kata ataupun kalimat-kalimat yang positif untuk mengekspresikan isi pikirannya, hal ini pada akhirnya akan menghasilkan kesan yang positif pada pikiran dan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aspek-aspek Berpikir Positif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Albrecht (1980) menyatakan bahwa dalam berpikir positif tercakup aspek- aspek sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Harapan yang positif (positive expectation). Yaitu melakukan sesuatu dengan lebih memusatkan perhatian pada kesuksesan, optimisme, pemecahan masalah dan menjauhkan diri dari perasaan takut akan kegagalan.&lt;br /&gt;2. Affirmasi diri (Self affirmative). Yaitu memusatkan perhatian pada kekuatan diri, melihat diri secara positif. Dalam hal ini individu menggantikan kritik pada diri sendiri dengan memfokuskan pada kekuatan diri sendiri.&lt;br /&gt;3. Pernyataan yang tidak menilai (non judgement talking). Yaitu suatu pernyataan yang lebih menggambarkan keadaan daripada menilai keadaan. Pernyataan ataupun penilaian ini dimaksudkan sebagai pengganti pada saat seseorang cenderung memberikan pernyataan atau penilaian yang negatif. Aspek ini akan sangat berperan dalam menghadapi keadaan yang cenderung negatif.&lt;br /&gt;4. Penyesuaian diri yang realistik (realistic adaptation). Yaitu mengakui kenyataan dan segera berusaha menyesuaikan diri dari penyesalan, frustasi dan menyalahkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individu yang berpikir positif adalah individu yang mempunyai harapan dan cita-cita yang positif, memahami dan dapat memanfaatkan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dan menilai positif segala permasalahan. Albrecht (1980) berpendapat bahwa individu yang berpikir positif akan mengarahkan pikiran-pikirannya ke hal-hal yang positif, akan berbicara tentang kesuksean daripada kegagalan, cinta kasih daripada kebencian, kebahagiaan daripada kesedihan, keyakinan daripada ketakutan, kepuasan daripada kekecewaan sehingga individu akan bersikap positif dalam menghadapi permasalahan. Menurut Peale (1996) dengan berpikir positif, individu dapat menemukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Efek Berpikir Positif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini akan dikemukan efek berpikir positif bagi seseorang berdasarkan pendapat dan penelitian ilmiah yang telah dilakukan. Peneliltian Goodhart (1985) terhadap 173 mahasiswa menemukan bahwa berpikir positif mempunyai hubungan yang signifikan dengan kondisi psikologis yang positif, tetapi tidak berhubungan dengan adanya afek negatif dan simtom psikologis. Orang yang berpikir positif tinggi menunjukkan tingkat kondisi psikologis yang lebih positif, antara lain dilihat dari afek, harga diri, kepuasan umum dan kepuasan yang bersifat khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan stres, berpikir positif dianggap sebagai metode yang cukup baik untuk mengatasinya. Peale dan Taylor (dalam Goodhart, 1985) membuktikan bahwa berpikir positif merupakan strategi yang baik dalam mengahadapi stres. Chaerani (1995) juga menemukan hasil yang sama. Penelitiannya terhadap 120 remaja di SMA 1 Cirebon melaporkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara berpikir positif dan harga diri dengan daya tahan menghadapi stres. Analisis data menunjukkan sumbangan berpikir positif terhadap daya tahan mengahadapi stres sebesar 15 %. Penelitian terhadap pria eksekutif menemukan bahwa eksekutif yang memandang stressor sebagai tantangan, sebagai peluang untuk tumbuh dan berkembang mempunyai kesehatan fisik yang lebih baik daripada eksekutif yang memandang stressor sebagai ancaman (Goodhart,1985).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penelitian di atas menunjukkan bahwa berpikir positif mempunyai pengaruh yang positif terhadap kondisi psikologis, daya tahan terhadap stres, kesehatan fisik dan merupakan metode yang baik untuk menghadapi stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir positif dalam menghadapi situasi yang sedang terjadi akan menolong seseorang untuk menghadapinya secara efektif. Hal tersebut dapat dilakukan dengan penciptaan lingkungan yang dirasakan mengenakkan secara psikis atau dengan memungkinkan seseorang untuk mampu melihat dan menggunakan sumber-sumber eksternal (Folkman dalam Goodhart, 1985). Cridder, dkk., (1983) mengatakan bahwa dengan memusatkan perhatian pada aspek yang positif dari suatu keadaan atau situasi yang sedang dihadapi akan membantu individu untuk mengahadapi situasi yang mengancam atau menimbulkan stres sehingga dia mampu mereaksi segala peristiwa yang terjadi secara positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian juga menemukan adanya efek yang negatif dari berpikir positif dalam situasi tertentu. Berpikir positif kurang tepat bila diterapkan pada situasi yang menuntut untuk berprestasi karena individu yang berpikir positif menunjukkan prestasi yang kurang baik dibandingkan dengan yang berpikir negatif. Hal ini disebabkan karena individu yang bepikir negatif cenderung berusaha keras dan memiliki motivasi yang kuat untuk menghindari hasil yang buruk. Sebaliknya individu yang berpikir negatif menjadi kurang termotivasi untuk berusaha keras karena tingkat kekecewaan mereka rendah. Berpikir positif juga menyebabkan seseorang menjadi kurang kritis dan kurang peduli terhadap kekurangan mereka sehingga prestasi tidak tercapai (Goodhart, 1985). Hal ini menunjukkan bahwa apabila berpikir positif dihubungkan dengan kemampuan seseorang, maka akan menimbulkan akibat yang negatif, karena ketika berhadapan dengan tugas tertentu yang memerlukan kemampuan tertentu maka yang dituntut adalah kemampuan riil. Berpikir positif terhadap kemampuan seseorang dapat menyebabkan orang tersebut selalu menilai diri, lebih over estimate terhadap kemampuan dan tidak peduli dengan kekurangan yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat lain tentang kelemahan berpikir positif dikemukakan oleh Covey (1997). Menurutnya, berpikir positif ketika tidak tahu tujuan hidup akan membuat seseorang menjadi semakin mudah sampai kepada tempat yang salah. Pendapat Covey tersebut berkaitan dengan tujuan hidup bagi seseorang. Seseorang harus sudah yakin dengan kebenaran arah yang dituju. Artinya, dalam melakukan sesuatu harus sudah yakin dengan kebenaran pendangan-pandangan yang diikuti, mempunyai tujuan dan alasan yang benar, tidak cukup hanya dengan berpikir positif. Kalau yang dilakukan salah dan berpikir positif terhadap kesalahan maka akan memperoleh hasil yang negatif dan mempercapat ke arah tujuan yang salah. Covey menegaskan pentingnya kebenaran sebagai sebuah pandangan terhadap sesuatu atau tujuan hidup yang paling dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Emosi positif sekarang : kenikmatan lahiriah seperti kelezatan, kehangatan, dan orgasme.&lt;br /&gt;Emosi positif sekarang : kenikmatan yang lebih tinggi seperti senang, gembira, dan nyaman.&lt;br /&gt;Hidup yang menyenangkan : Hidup yang berhasil mendapatkan emosi positif masa sekarang, masa lalau, dan masa yang akan dating.&lt;br /&gt;Kehidupan yang baik : menggunakan kekuatan personal anda untuk memperoleh gratifikasi semaksimal mungkin pada wilayah-wilayah utama kehdiupan anda.&lt;br /&gt;Kehidupan yang bermakna : menggunakan kekuatan- khas kebajikan Anda untuk melayani sesuatu yang lebih akbar daripada diri anda.&lt;br /&gt;Kehidupan yang utuh adalah mengalami emosi positif tentang masa lalu dan masa sekarang, menghayati perasaan positif dari kenikmatan, memperolehh banyak gratifikasi dengan cara mengarahkan kekuatan pribadi Anda, dan menggunakan kekuatan ini untuk melayani sesuatu yang lebih akbar demi meperoleh makan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;Arvan Pradiansyah, 2008, Tujuh Rahasia Hidup yang Bahagia, Kaifa, Bandung.&lt;br /&gt;Martin E. P. Seligman, 2002, Positive Psychology, Positive Prevention, and Positive Therapy, Handbook of Positive Psychology, Oxford University Press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________________, 2005, Terjemahan; Authentic Happiness, Mizan, Bandung.&lt;br /&gt;http://www.ppc.sas.upenn.edu.&lt;br /&gt;http://syahril-ril.blogspot.com/2007/05/psikologi-positif.html&lt;br /&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Positive_psychology&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-5804555784014937259?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/5804555784014937259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2010/11/psikologi-positif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5804555784014937259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5804555784014937259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2010/11/psikologi-positif.html' title='Psikologi Positif'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TQGXmf2UJxI/AAAAAAAAAOU/QideWR6LbE4/s72-c/happyblock.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-5828720594062494518</id><published>2010-09-27T06:20:00.000-07:00</published><updated>2011-12-29T22:55:45.753-08:00</updated><title type='text'>Ziarah Batin ke Makam Cut Nyak Dhien</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TKv7syAHbFI/AAAAAAAAALk/vKBvfxGg4sM/s1600/Makam+Cut+Nyak+Dhien.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TKv7syAHbFI/AAAAAAAAALk/vKBvfxGg4sM/s320/Makam+Cut+Nyak+Dhien.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524786114655120466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh : Fachrur Rizha&lt;br /&gt;(Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Unpad Bandung dan Wartawan Freelance di Aceh&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Djandji Tuhan Rabbul A’la.&lt;br /&gt;Neubloe Hamba Ba’Prang Sabi&lt;br /&gt;Njankeu Keujum Neubri Keugata&lt;br /&gt;Pat Na Tjidra Peuneujueuet Rabbi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wahe Teungku Uleebalang&lt;br /&gt; Njan  Buloeeng Prang Tuhan Neubri&lt;br /&gt; Dijup Langet di Atueh Bumoe&lt;br /&gt; Lam Allah Njoe Tan Na Sabe&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebait kata hikayat prang sabi yang melukiskan semangat perjuangan dan keikhlasan para pejuang terdahulu dalam menumpas penjajah, meski harus merelakan nyawa mereka. itulah grafiti yang menggores dinding sebelah kiri makam pejuang kemerdekaan sekaligus tokoh Srikandi Indonesia yang sangat dikagumi.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cut Nyak Dhien adalah sosok pahlawan nasional asal Aceh yang lahir pada tahun 1848. Suami pertamanya adalah Teuku Ibrahim dari Lamnga Aceh Besar dan dikaruniai seorang putri bernama Cut Gambang yang meninggal bersama suaminya ditembak oleh Belanda. Kemudian Cut NYak Dhien menikah dengan panglima perang bernama Teuku Umar Johan Pahlawan yang juga tokoh panglima perang Aceh yang sangat dikagumi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada 11 Februari 1899 Teuku Umar menghembuskan nafas terakhir setelah tertembak Belanda dalam peperangan sengit. Cut Nyak Dhien pun meneruskan kepemimpinan suaminya memerangi Belanda. Namun Cut Nyak Dhien akhirnya ditangkap Belanda pada 6 Nopember 1905. Kemudian guna meredam semangat perang orang Aceh, 11 Desember 1906 oleh penjajah beliau diasingkan ke Sumedang bersama seorang panglima perang dan seorang anak laki-laki berusia 15 tahun bernama Teuku Nana. Di sanalah Cut Nyak Dhien wafat dan dimakamkan pada 6 Nopember 1908. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makam wanita Aceh yang ternyata tidak hanya dikagumi di daerahnya, tapi juga menjadi panutan masyarakat Sunda itu ternyata tertata dengan sangat rapi dan bersih. Bahkan makam tersebut berada di antara makam para tokoh-tokoh Sumedang yang juga menjadi keluarga Cut Nyak Dhien selama diasingkan Belanda ke pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kesan pertama yang saya dan beberepa teman dari Universitas Islam Bandung  (Unisba) lihat saat menginjakkan kaki dan memasuki area pemakaman Cut Nyak Dhien yang terletak di komplek Makam Keluarga Gunung Puyuh Yayasan Pangeran Sumedang. &lt;br /&gt;Semuanya bermula dari keinginan saya sebagai orang Aceh untuk bisa berziarah ke makam leluhur. Itu saya sampaikan ke salah seorang dosen Unisba, Doddy Iskan. Usai membantu memberikan kuliah tambahan kepada mahasiswa Jurnalistik di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata semuanya bak gayung bersambut. Doddy pun mengajak saya untuk memanfaatkan keinginan tersebut dengan membawa beberapa mahasiswanya melakukan praktek liputan feature dan fotografi. Karena selain dikenal sebagai kota budaya, Sumedang juga dikenal dengan nuansa alamnya yang eksotis dan selalu menarik pengunjung untuk mengabadikan keindahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melampaui perjalanan selama satu setengah jam dari pusat Kota Bandung, akhirnya kami tiba di lokasi tujuan. Ternyata apa yang selama ini saya bayangkan jauh berbeda dari apa yang saya lihat. Kalau biasanya komplek perkuburan itu terkesan seram dan sepi, tapi tidak dengan ini. Rimbunnya dedaunan, pohon yang menjulang tinggi ke langit dan beberapa wanita paruh baya yang membersihkan area tersebut menjadikan saya merasa sangat nyaman berada di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman dan sapaan pun tak luput dari bibir wanita-wanita tegar tersebut saat kami masuk ke area pemakaman. Karena diantara kami tidak ada yang tahu di mana letak makam Cut Nyak Dhien, saya bersama Doddy memberanikan diri menanyakan ke pos pondok penjaga makam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lurus saja ke depan dan nanti ada turunan, terus ada foto dan tulisan Makam Pahlawan Nasional Njut Nya’ Dhien, di situlah kompleknya”, ucap bapak yang mediami pondok itu kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di sana juga ada pengurus makam, jadi kalau mau tanya-tanya tentang riwayat makan juga bisa”,  tambah pria tersebut dengan nada dan senyuman yang bersahabat.&lt;br /&gt;Usai mengucapkan terimakasih. Saya, Dody dan beberapa mahasiswa melanjutkan langkah menuju makam istri Teuku Umar tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memasuki area makam yang pagarnya terpisah dengan komplek utama, terlihat sejumlah lampu taman yang mengelilingi makam yang dibangun dari batu marmer dan dilindungi oleh bangunan nuansa rumah adat Aceh dari kayu-kayu pilihan yang didatangkan dari Aceh guna menjaga kekhasan makam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum. Silahkan masuk”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapaan ramah disertai salam dari seorang laki-laki paruh baya ternyata menyambut kedatangan kami. Dia juga langsung menyalami rombongan yang mencirikan keramahan pria berkumis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Selamat datang di makam Cut Nyak Dhien, saya Dadan penjaga makan ini”, ujarnya seraya mengenalkan diri kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menyampaikan jika ada yang ditanyai mengenai Cut Nyak, Ia bersedia menceritakannya dengan sebaik mungkin guna menumbuhkan rasa kecintaan anak bangsa terhadap para pahlawan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya pun mengenalkan diri, dilanjutkan Dody dan bersama beberapa mahasiswa dari Unisba serta menyampaikan tujuan kedatangan untuk berziarah dan mengenal lebih jauh ketokohan Cut Nyak Dhien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya katakan berasal dari Aceh dan ini merupakan kunjungan pertama ke makam leluhur, ternyata itu membuat pak Dadang menjadi sangat gembira dan semakin akrab dengan menunjukkan beberapa simbol-simbol jika makam Cut Nyak Dhien sejak dulu tidak luput dari kunjungan para tokoh-tokoh Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makam ini tidak pernah sepi dari pengunjung terutama orang-orang dari Aceh seperti para anggota dewan dan pejabat, di antaranya bapak Gubernur Irwandi beberapa waktu lalu,” kata lelaki bernama lengkap Rd. Dadan R. Kusumah (65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, di pintu masuk bagian dalam juga terdapat batu peresmian pembangunan meunasah dan pemugaran makam pahlawan nasional Cut Nyak Dhien yang ditandatangani Gubernur Aceh Ibrahim Hasan pada 7 Desember 1987.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah panggung bercorak putih dan coklat yang merupakan meunasah yang berdiri kokoh menggunakan kayu dan ukiran khas Aceh serta dikelilingi lantai dasar yang menggunakan keramik putih terlihat jelas di belakang komplek makam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meunasah ini sering digunakan masyarakat Aceh yang berkunjung untuk beristirahat, shalat dan ada juga yang menggunakannya untuk tempat khenduri, seperti khenduri dengan mengundang anak-anak yatim yang ada di lingkungan komplek makam,” kata lelaki berbaju dan celana panjang  berwarna hijau serta peci bulat hijau bergaris putih itu.&lt;br /&gt;Ketika ditanyai peran dan pandangan Cut Nyak Dhien bagi masyarakat Sumedang. Dadang menjelaskan jika Cut Nyak Dhien bagi masyarakat daerah tersebut bukan hanya dipandang sebagai pahlawan nasional, tapi juga tokoh agama Islam bagi meraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cut Nyak mengajarkan banyak ilmu agama kepada orang-orang Sumedang. Bahkan banyak tokoh-tokoh seperti mantan Bupati, anggota DPRD yang orang tua mereka dahulunya belajar agama dan ngaji dari Cut Nyak Dhien”, tambah pria yang murah semyum itu.&lt;br /&gt;Pada saat Cut Nyak Dhien diasingkan ke Sumedang dan diterima oleh Gubenur Jenderak Belanda J.B.V Heuts. Oleh Pangeran Aria Suriaatmaja yang dijuluki Pangeran Mekah yang juga menjabat sebagai bupati setempat menyerahkan perawatan Cut Nyak Dhien pada Ulama Masjid Agung Sumedang bernama K.H. Sanusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dikarenakan saat ini rumah K.H Sanusi sedang diperbaiki, maka selama lebih kurang tiga minggu Cut Nyak Dhien dititipkan di rumah H. Ilyas. Kemudian kembali dirawat oleh K.H sanusi dan diteruskan oleh anaknya bernama H. Husna hingga akhir hayat Cut Nyak Dhien. Karena kedekatan Cut Nyak Dhien dengan keluarga tersebut dan sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga, sehingga beliau dimakamkan di makam keluarga H. Husna di Gunung Puyuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama diasingkan di Sumedang, meskipun saat itu Cut Nyak Dhien tidak bisa melihat, namun beliau tetap memberikan pelajaran mengaji, khususnya untuk para ibu-ibu di daerah itu. Beliau pun mendapat julukan Ibu Perbu atau Ibu Ratu atau masyarakat Sumedang memanggilnya Ibu Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebelumnya, masyarakat tidak ada yang mengetahui itu makam pahlawan nasional Cut Nyak Dhien, tapi mereka hanya mengenalnya sebagai makam Ibu Perbu. Dan baru diketahui pada tahun 1948 setelah H. Husna meninggal”, jelas Dadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal komunikasi dengan masyarakat setempat, Cut Nyak Dhien hanya menggunakan bahasa Arab, karena beliau tidak bisa bahasa Sunda. Hal ini lah yang menjadikan Cut Nyak Dhien sangat dekat dengan anak H. Husna bernama Siti Hodijah yang membantu menterjemahkannya ke dalam bahasa Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah bekas tempat tinggal Cut Nyak Dhien berukuran 12x14 meter dan tinggi 1 meter. Kamar tidur berukuran 3x5  meter serta panjangnya 2x2 meter. Dan rumah itu dibangun seperti halnya rumah adat Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inilah yang sekarang direncanakan untuk dibangun kembali di area dekat makam guna mengenang kapada kita bagaimana bentuk rumah Cut Nyak Dhien ketika tinggal di Sumedang,” ujar Dadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menambahkan, dalam beberapa bulan ke depan direncanakan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar direncanakan akan berkunjung ke Sumedang untuk membicarakan pembangunan rumah peninggalan Cut Nyak Dhien di dekat makam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang mengetahui bentuk rumah yang sebenarnya saat ini hanya saya, sebagai ahli waris orang yang merawat Cut Nyak Dhien,” jelas cucu Siti Hodijah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedekatan Cut Nyak Dhien dengan keluarga K. H. Sanusi juga terlihat jelas hingga sekarang. Makam pahlawan nasional itu berada diantara makam-makam keluarga yang merawat dan menjaga tokoh kebanggaan orang Aceh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanyai apakah ada honor atau gaji khusus dari pemerintah Sumedang maupun Aceh kepada dirinya sebagai penjaga makam. Dadan mengatakan jika selama ini tidak ada yang menggajinya melainkan dia hanya mendapat dari sumbangan para pengunjung. &lt;br /&gt;Selain untuk keperluan makam uang sumbangan tersebut juga digunakan untuk menggaji dua orang yang turut membantunya merawat makam, bapak Ace Sambas dan ibu Kokom yang juga pasangan suami-istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pekerjaan ini hanya berlandaskan keikhlasan untuk menjaga makam leluhur yang telah berjasa membela negara dan agama Allah serta sebagai wujud kepedulian pada sejarah bangsa ini,” katanya dengan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berpesan kepada Pemerintah Aceh untuk memberikan perhatian yang lebih kepada situs-situs sejarah tokoh-tokoh pejuang serambI Mekkah yang kini berada di luar Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya berharap Pemerintah Aceh bisa lebih memperhatikan makam Cut Nyak Dhien dan orang-orang yang menjaganya, seperti mengikutsertakan para ahli waris penjaga makam dalam pemugaran komplek makam yang lebih baik dan menarik pengunjung lebih banyak,” ujar lelaki paruh baya itu dengan penuh harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya juga akan bersedia jika Bapak Irwandi mengundang saya ke Aceh untuk menyampaikan seluk-beluk sejarah Cut Nyak Dhien di Sumedang, sehingga nantinya kebenaran sejarah tokoh Aceh yang dimakamkan di tanah Sunda itu  akan tetap terjaga,” tambahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hampir satu jam berziarah ke makam leluhur bangsa. Saya bersama Doddy dan mahasiswa pun pamit kepada Pak Dadan sebagai juru kunci makan untuk melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan kami selanjutnya adalah Museum Geusan Ulun yang berada di Komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Sumedang. Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit kami pun tiba di museum tersebut. Di sana kami melihat sejumlah situs-situs peninggalan daerah tersebut seperti foto-foto para Bupati Sumedang terdahulu dan alat-alat kesenian daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika memasuki ruang belakang museum ternyata di sana terdapat beberapa lukisan dan foto-foto Cut Nyak Dhien, termasuk foto Cut Nyak Dhien sedang duduk di teras rumah tempat tinggalnya di Sumedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga ada beberapa baju-baju dan selendang peninggalan Cut Nyak Dhien yang tersimpan rapi di dalam lemari museum peninggalan tokoh-tokoh masyarakat Sumedang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cut Nyak Dhien sudah menjadi bagian dari masyarakat di sini, makanya di museum juga tersimpan barang-barang peninggalan beliau,” kata Doddy kepada saya ketika saya menunjukkan apa yang baru saya lihat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga diungkapkan Kang Pupung, seniman kesenian tradisonal tarawangsa beberapabulan yang saya temui di desa Rancakalong Sumudeang. Menurutnya makam Cut Nyak Dhien merupakan simbol kedekatan masyarakat Sumedang dengan masyarakat Aceh.&lt;br /&gt;“Sejak dulu bila bertemu dengan orang yang berasal dari Aceh, orang Sumudang langsung menerima mereka layaknya saudara. Seperi halnya Cut Nyak Dhien saat datang dan menetap di Sumedang,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengunjungi museum dan makan siang bersama. Saya bersama teman-teman kembali ke Kota Kembang Bandung dengan menyimpan banyak pesona kekaguman pada sosok kepahlawanan Cut Nyak Dhien yang ternyata tidak hanya dikagumi dan diangungkan oleh masyarakat Aceh, tapi juga menjadi panutan bagi masyarakat Sumedang Jawa Barat hingga dijuluki sebagai  “Ibu Perbu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Telah Dipublikasi di Media Harian Aceh Rubrik Fokus Edisi 24 Agustus 2010&lt;/span&gt; dan Meraih Juara I Lomba Menulis Sejarah Aceh pada Oktober 2010&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-5828720594062494518?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/5828720594062494518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2010/09/ziarah-batin-makan-cut-nyak-dhien.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5828720594062494518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5828720594062494518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2010/09/ziarah-batin-makan-cut-nyak-dhien.html' title='Ziarah Batin ke Makam Cut Nyak Dhien'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TKv7syAHbFI/AAAAAAAAALk/vKBvfxGg4sM/s72-c/Makam+Cut+Nyak+Dhien.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-6670255948333278284</id><published>2010-05-13T08:48:00.000-07:00</published><updated>2011-05-01T22:34:52.122-07:00</updated><title type='text'>Integrasi Bangsa dengan Konsep Federal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/S-_lMHtAXRI/AAAAAAAAAK8/C98OSqu2t9Q/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/S-_lMHtAXRI/AAAAAAAAAK8/C98OSqu2t9Q/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471844068667448594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Fachrur Rizha&lt;br /&gt;Wartawan Freelance dan Mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi Unpad Bandung)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara federal, kata itu seakan menjadi hal yang paling ditakuti oleh para pemimpin Negara ini. Pemerintah kita beranggapan konsep ini adalah hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga pemerintah terus mempertahankan sistem kedaulatan yang semuanya tetap bertumpu pada pusat dan segala kebijakan daerah diatur oleh pusat. Luasnya wilayah toritorial, keragaman suku dan budaya yang ada dalam masyarakatnya menjadikan Negara ini senantiasa diwarnai berbagai polimik, mulai dari kemiskinan, kekuasaan, hingga pada pergolakan yang timbul di sejumlah daerah yang ingin memisahkan diri dari Indonesia. Apakah konsep federal dapat menjadi solusi tepat untuk menjawab semua persoalan itu. Lalu apa sebenarnya Negara federal itu.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut K.C. Wheare dalam bukunya Federal Government, prinsip federal ialah bahwa kekuasaan dibagi sedemikian rupa sehingga pemerintah federal dan pemerintah negara bagian dalam bidang-bidang tertentu adalah bebas satu sama lain. Menurut C.F. Strong salah satu ciri negara federal ialah bahwa ia mencoba menyesuaikan dua konsep yang sebenarnya bertentangan, yaitu kedaulatan negara federal dalam keseluruhannya dan kedaulatan negara-negara bagian. Untuk membentuk negara federal diperlukan dua syarat, yaitu : (1) adanya perasaan sebangsa di antara kesatuan-kesatuan politik yang hendak membentuk federasi itu, dan (2) adanya keinginan pada kesatuan-kesatuan politik yang hendak mengadakan federasi untuk mengadakan ikatan terbatas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Secara terperinci negara federal memiliki ciri-ciri antara lain; (1) penyelanggaraan kedaulatan ke luar dari negara-negara bagian diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Federal, sedangkan untuk kedaulatan ke dalam dibatasi, (2) soal-soal yang menyangkut negara dalam keseluruhannya diserahkan kepada kekuasaan pemerintah federal, dan (3) bentuk ikatan kesatuan politik pada negara federal bersifat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah sesuai jika Indonesia mengubah sistem pemerintahan dari Negara kedaulatan menjadi Negara federal? Kita kembali melihat pada Indonesia yang tak kunjung reda dari pemberontakan yang ingin mendirikan Negara sendiri, mulai dari Aceh, Papua, Maluku hingga Riau. Hal yang dituntut oleh mereka sebenarnya hanya pada keadilan dari pemerintah pusat kepada daerah. Sejumlah provinsi tersebut menilai jika selama ini pemerintah pusat telah “menjajah” mereka dengan mengambil semua hasil kekayaan daerah untuk dibawa ke pusat, sehingga menjadikan daerah yang sebenarnya memiliki kekayaan alam melimpah tapi kehidupan masyarakatnya tetap miskin dan jauh tertinggal dari provinsi-provinsi yang ada di pulau Jawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh nyata Aceh, provinsi yang terletak di ujung paling barat Sumatera itu selain dikenal sebagai daerah modal kemerdekaan Indonesia dan Serambi Mekkah, daerah ini juga memiliki begitu banyak kekayaan alam, baik itu bahan tambang, minyak dan gas. Namun daerah ini tidak pernah terlepas dari pemberontakan untuk memisahkan diri dari NKRI, mulai dari pergolakan DI/TII yang dipimpin Tgk.Daud Bereueh pada awal masa kemerdekaan RI, hingga Gerakan Aceh Merdeka yang dipimpin Hasan Tiro sejak 1976 sampai terwujudnya Mou Helsinki 2005. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mengkaji kembali penyebab terjadinya upaya pemisahan diri itu adalah menuntut keadilan dari pemerintah pusat yang ternyata telah mendiskriminasikan daerah untuk tidak bisa berkembang dan menjadi maju bahkan segala kebijakan itu didikte oleh pusat. Selain itu pusat telah mengeksploitasi hasil yang ada di Aceh tanpa meninggalkan kepada daerah penghasil juga menjadi faktor lainnya. Contoh, hasil LNG Arun yang ada di Kota Lhokseumawe, jumlah yang diberikan kepada Aceh dari pabrik gas itu hanya kurang dari satu persen. Sedangkan yang lainnya dibawa ke Jakarta untuk pembangunan dan kebutuhan di ibukota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pemerintah mengesahkan UU otonomi daerah bagi semua provinsi di Indonesia, namun semua hal itu hanya sebatas simbol, yang tampak jelas hanya pada pemilihan kepada daerah yang diatur oleh daerah masing-masing. Sedangkan pelakasanaannya tidak jauh berbeda dengan apa yang dijalankan sebelumnya (orde lama dan orde baru). Hal ini dapat dilihat dari masih tertinggalnya daerah-daerah di luar pulau Jawa dari berbagai aspek dan sangat tergantungnya segala kebijakan daerah dari pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari terjadi pepecahan dan mewujudkan keadilan bagi tiap-tiap provinsi tersebut sepertinya konsep merubah Negara kesatuan menjadi Negara federal adalah cara terbaik. Dengan mengubah bentuk Negara menjadi Negara federal atau negera bagian berarti tiap provinsi memiliki kekuasaan untuk membangun daerahnya dengan lebih baik, mulai dari perpolitikan, ekonomi, pertahanan, hingga hubungan luar negeri dapat dilakukan tanpa harus lagi bertumpu pada pemerintah pusat. Dengan cara seperti ini keutuhan Negara Indonesia yang terancap dari perpecahan juga dapat dihindari dan bahkan bisa dikatakan sejumlah gerakan yang ingin memisahkan diri dari NKRI juga tidak akan ada lagi, karena semua daerah memperoleh keadilan dan kebebasan untuk mengelola sumberdaya alam yang dimiliki dan memaksimalkan pembangunan guna memakmurkan rakyatnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni Soviet merupakan salah satu contoh bentuk negera kesatuan yang memiliki luas wilayah yang sangat besar dan ingin mempertahankan idealisnya, namun ternyata Negara tersebut pada akhirya terpecah menjadi beberapa Negara kecil karena tidak bisa mempertahankan kesatuannya. Berbeda halnya dengan Amerika Serikat yang menganut sistem Negara federal. Meskipun wilayahnya juga luas, Negara ini tetap bertahan dan terhindar dari perpecahan. Selain itu tingkat perkembangan dari Negara-negara bagiannya juga jauh lebih baik. Setiap Negara federal bebas membangun sistem pemerintahnya tersendiri dan mengelola hasil bumi dengan lebih baik serta mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh terdekat lainnya yang menganut sistem kerajaan dan menggabungkannya dengan pola federasi moderen adalah tetangga terdekat kita Malaysia. Mereka memberikan keleluasaan bagi negara bagian dengan menganut sistem kerajaan-kerjaan kecil, namun dalam hal ketahanan dan toritorial negara tetap berpegang pada pemerintah pusat. Ternyata hal ini terbukti lebih baik, dengan tidak adanya kita mendengar pemberontakan atau upaya dari beberapa daerah mereka untuk memisahkan diri seperti halnya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah Otonomis Khusus Aceh Contoh Negara Federal?&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemberian otonomi khusus bagi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang merupakan amanah dari perjanjian damai MoU Helsinki 15 Agustus 2005 antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) adalah salah satu wujud yang mengarah pada pembentukan Negara federal. Jika dilihat dari butir-butir perjanjian yang juga melahirkan Undang-Undang No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh,  isinya membicarakan berbagai hal yang sudah mengarah pada apa yang tertera pada Negara federal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam UU tersebut menyetujui jika daerah itu diberikan wewenang membentuk undang-undang dasar sendiri serta wewenang mengatur bentuk organisasi sendiri dalam rangka menjadikan Aceh lebih mandiri, di antaranya partai politik lokal, penerapan syariat Islam, pengembangan ekonomi lokal, peraturan daerah (qanun), hubungan kerjasama luar negeri, wali nanggroe, hymne lagu daerah hingga bendera sendiri. Namun meskipun begitu Aceh tetap menjadi bagian dari NKRI dan dalam hal kebijakan pertahanan keamanan dalam negeri tetap berpusat di Jakarta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ternyata apa yang dilakukan di Aceh dengan memberikan otonomi khusus yang mengarah kepada negara feredal tersebut terbukti dapat meredam konflik dari daerah yang ingin memisahkan diri menjadi tetap berada dalam bingkai Indonesia. Dan bahkan konsep ini juga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh yang lebih baik. Jadi, apakah konsep ini nantinya dapat menjadi pijakan bagi pemerintah pusat untuk menerapkannya juga di semua provinsi yang ada di NKRI ini. Sehingga tidak akan ada lagi pergolakan-pergolakan upaya pemisahan diri mulai dari Aceh hingga Papua. Dengan menerapkan negara federal berarti kearifan lokal benar-benar dilakukan dan kesetaraan bagi seluruh daerah ini benar-benar terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sudah diterbitkan di Tabloid Lentera Edisi III/April 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-6670255948333278284?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/6670255948333278284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2010/05/integrasi-bangsa-dengan-konsep-federal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/6670255948333278284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/6670255948333278284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2010/05/integrasi-bangsa-dengan-konsep-federal.html' title='Integrasi Bangsa dengan Konsep Federal'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/S-_lMHtAXRI/AAAAAAAAAK8/C98OSqu2t9Q/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-4186479790977443562</id><published>2010-05-01T01:45:00.000-07:00</published><updated>2010-12-08T03:54:42.367-08:00</updated><title type='text'>Media dan Remaja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/S-_k36SuAHI/AAAAAAAAAK0/o-AHpmHAfA0/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/S-_k36SuAHI/AAAAAAAAAK0/o-AHpmHAfA0/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471843721470148722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Oleh: Fachrur Rizha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara perkembangannya, media massa di Indonesia saat ini jauh lebih berkembang dan berkiprah dibandingkan masa-masa sebelumnya. Saat ini media massa di Indonesia mulai bertumbuhan di mana-mana dan bisnis media massa juga mulai menjadi perhatian utama bagi para pengusaha. Namun di samping itu, perkembangan media juga menimbulkan dampak sosial yang memprihatinkan, hal ini dikarenakan saat ini industri media baik cetak maupun elektronik tidak lagi memperhatikan kualitas informasi dan tayangan  yang disuguhkan kepada masyarakat, melainkan hanya melihat dari sisi keuntungan yang akan diperoleh perusahaan media, sehingga berdampak pada masyarakat terutama remaja dan anak-anak.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contohnya adalah pemberitaan yang diberitakan dengan penulisan dan penampilan foto yang vulgar, seperti adanya tabloid kuning dan lampu merah yang sebenarnya kinerjanya jauh melenceng dari Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan ini sangat berpengaruh terhadap perubahan psikologis masyarakat pembacanya. Demikian juga dengan penanyangan sejumlah sinetron atau film yang kerap kali ditanyangkan dan ditonton oleh semua kalangan umur. Padahal sebagian besar yang ditayangakan itu bukannya mendidik, melainkan menghancurkan generasi penerus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penayangan sinetron yang ceritakan mengenai kisah asmara dua remaja yang akhirnya terjerumus pada hubungan intim di luar nikah, kemudian untuk menutupi aib keluarga pun  menikahkan mereka. Coba bayangkan bagaimana bila ini nantinya jadi referensi para remaja kita untuk mendapatkan restu orang tua mereka dengan melakukan hal yang sama. Akan jadi apa nantinya generasi penerus kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberitaan atau informasi yang disuguhkan oleh kalangan media massa juga terkadang tidak lagi sesuai dengan fungsi media massa secara keseluruhan, melainkan media massa saat ini lebih tarpaku pada fungsi menghibur saja, sehingga sejumlah informasi yang ditampilkan hanya berkisar mengenai sinetron, reality show, fashion, mode atau yang paling banyak saat ini adalah mengenai selebritis, mulai dari gaya hidup mereka hingga masalah pribadi seperti perceraian. Hal inilah yang sangat disayangkan, karena nantinya secara tidak langsung ini akan menjadi panutan masyarakat dalam kesehariannya. Salah satu lembaga survey di Indonesia juga telah meneliti hal ini, dan memang benar tren kawin cerai yang dilakukan oleh para selebriti berdampak pada meningkatnya angka perceraian di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, tingginya kebutuhan dan permintaan audiens pada infotainmen  juga menjadi alasan bagi perusahaan media untuk terus menambah programnya yang berhubungan dengan hal tersebut. Fenomena ini bisa dilihat dari berapa banyak persentase program sinetron, gosip dan lainnya dibandingkan dengan program yang bersifat berita dan pendidikan. Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) yang bersimbolkan pendidikan, namun program yang ditampilkan lebih banyak yang tidak berhubungan dengan pendidikan melainkan lebih kepada sinetron yang kualitas pendidikannya sangat rendah, dangdut dan gosip. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang saat ini ada sejumlah kebijakan pemerintah yang telah disahkan berkaitan dengan media massa, seperti Undang-Undang No.40 tahun 1999, Undang-Undang Penyiaran No.32 tahun 2002, dan yang baru saja disahkan DPR yaitu Undang-Undang Pornografi dan Porno Aksi. Di samping itu media massa sendiri juga selalu diawasi oleh Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Namun dalam aplikasinya semua kebijakan itu masih sangat jauh dari harapan. Hal ini tampak dari sistem kinerja media massa yang masih sangat banyak memberitakan atau menginformasikan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma dan melenceng dari peraturan yang telah dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, peran masyarakat dalam mengawasi kinerja media massa juga sangat jauh dari harapan. Mereka tidak merasa memiliki peran dan dapat menentukan arah kinerja media, karena bagaimanapun media massa akan selalu membutuhkan masyarakat, jika masyarakat tidak menerima media massa tersebut maka pastinya media massa tidak akan dapat berkerja. Hal inilah yang saat ini terjadi pada masyarakat kita, mereka lebih memilih untuk bersifat pasif (cuek), sehingga hampir tidak ada wadah yang mengontrol kinerja media massa dengan baik dan menyeluruh. Padahal sebenarnya masyarakat adalah social control yang paling penting dan menentukan masa depan generasi penerusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu sangat dibutuhkan adanya peyaringan yang baik dari perusahaan televisi untuk kembali menata siaran yang disiarkan, sehingga tidak menimbulkan dampak yang buruk kepada anak-anak dan remaja. Karena persoalan dampak tersebut tidak hanya akan dirasakan oleh keluarga tetapi juga akan menjadi masalah sosial di dalam masyarakat dan bangsa ini di masa mendatang.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-4186479790977443562?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/4186479790977443562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2010/05/media-dan-remaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/4186479790977443562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/4186479790977443562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2010/05/media-dan-remaja.html' title='Media dan Remaja'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/S-_k36SuAHI/AAAAAAAAAK0/o-AHpmHAfA0/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-7938831877290006345</id><published>2008-11-28T00:44:00.000-08:00</published><updated>2010-11-20T06:32:10.747-08:00</updated><title type='text'>Bandar Wisata Islami, Apakah Hanya Simbol?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/SW63_m6qPdI/AAAAAAAAAJo/qCvFhvl46Es/s1600-h/Mesjid+Raya+B.Aceh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 393px; height: 262px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/SW63_m6qPdI/AAAAAAAAAJo/qCvFhvl46Es/s320/Mesjid+Raya+B.Aceh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291368915613138386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Fachrur Rizha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana kita mau mewujudkan Bandar Wisata Islami, jika warganya sendiri saja belum bisa menerapkan hukum Islam dengan baik&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banda Aceh, itulah sebutan dari kota yang terletak paling ujung pulau Sumatera. Kota yang dikenal dengan ibukota provinsi yang satu-satunya  menerapkan syariat Islam di Indonesia ini kini mulai merancang langkah awal untuk menjadi wilayah&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt; yang berlandaskan hukum Allah, atau lebih dikenal dengan julukan “Bandar Wisata Islami”.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah perkantoran yang dihiasi dengan huruf arab jawo, papan imbauan masyarakat, hiasan lampu yang bertuliskan Asma Ul-Husna, hingga penempatan polisi syariat (Wilayatul Hisbah) di setiap sudut kota pun mulai dilaksanakan pemerintah guna mewujudkan   kota yang benar-benar berbau Islami sesuai dengan julukannya “Serambi Mekkah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang masih menjadi pertanyaan bagi setiap pendatang maupun warganya saat ini, apakah Kota Banda Aceh mampu menjadi Bandar Wisata Islami jika setiap waktu menjelang magrib masih banyak terlihat muda-mudi yang lalu lalang serta tidak menghiraukan panggilan Sang Khalik hanya untuk bersendagurau di cafe-cafe pinggir jalan. Sama juga halnya dengan yang lebih tua, saat itu mereka memilih untuk duduk dan berkumpul di warung-warung kopi. Di mana syariat Islam itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, sejumlah tempat wisata kota yang kerap dijadikan lokasi pacaran atau berdua-duaan bagi yang bukan muhrim. Lalu, di mana pula nuansa islami yang kerap kali dibangga-banggakan oleh sejumlah pejabat dan warganya. Ataukah hanya sekedar penempatan nama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah sebenarnya yang harus kembali direnungkan bersama. Bagaimana kita mau mewujudkan Bandar Wisata Islami, jika warganya sendiri saja belum bisa menerapkan hukum Islam dengan baik. Bagaimana mungkin kita mengajak orang lain (pengunjung) untuk berwisata Islami kalau kita sendiri saja belum islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga kembali teringat dengan pernyataan anggota DPRD Depok yang melakukan kunjungan sekaligus studi banding terhadap penerapan syariat Islam dan qanun di Aceh yang kini memiliki wewenang kedaerahan yang jauh lebih tinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebelum tiba di sini, dalam benak saya sempat terbayangkan jika suasana masyarakat di Aceh akan kental dengan budaya Islam. Tapi setiba di Banda Aceh, dalam perjalanan menuju penginapan yang saat itu sudah masuk waktu magrib. Saya melihat begitu banyak muda-mudi yang duduk santai di atas trotoar jalan, padahal di masjid-masjid sedang mergema suara azan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat kita dengan pernyataan anggota legislatif tersebut. Apakah kita hanya akan berdiam diri saja dan menganggapnya sebagai angin lalu. Atau bahkan kita semua merasa malu dengan simbol yang selama ini kita bangga-banggakan namum kenyataan malah mendapat nilai yang negatif dari orang lain dan hanya akan menjadi aib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini tentunya harus manjadi renungan dan tugas bagi kita semua, baik pejabat maupun warganya yang benar-benar ingin mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai daerah Badar Wisata Islami pertama di Indonesia serta akan menjadi contoh. Bukan malah hanya simbol yang akhirnya menjadi bumerang yang dapat mencemarkan nama baik yang telah sekian abad dirintis. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-7938831877290006345?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/7938831877290006345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/11/bandar-wisata-islami-harapan-atau-hanya.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/7938831877290006345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/7938831877290006345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/11/bandar-wisata-islami-harapan-atau-hanya.html' title='Bandar Wisata Islami, Apakah Hanya Simbol?'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/SW63_m6qPdI/AAAAAAAAAJo/qCvFhvl46Es/s72-c/Mesjid+Raya+B.Aceh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-234748278650745349</id><published>2008-11-19T21:22:00.001-08:00</published><updated>2010-11-17T20:10:03.916-08:00</updated><title type='text'>Caleg atau Capeng?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/SST-919zBVI/AAAAAAAAAH8/J8x0nP7QsIE/s1600-h/kursi+pbt.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 208px; height: 284px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/SST-919zBVI/AAAAAAAAAH8/J8x0nP7QsIE/s320/kursi+pbt.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270617802342073682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh; Fachrur Rizha&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;"Sebenarnya apa yang mereka cari, Caleg (Calon legislatif) atau malah hanya ingin menjadi capeng (Cari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; peng= &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;uang dalam bahasa Aceh). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;br /&gt;Pernah suatu ketika saya berjumpa teman lama di salah satu sudut Kota Banda Aceh yang terus berbenah. Saat itu kami sempat berbincang-bincang mengenai berbagai hal, mulai masa kecil hingga persiapan melanjutkan pendidikan masters. Namun yang paling menarik dari pembicaraan kami adalah mengenai perkembangan perpolitikan di Indonesia yang kini tengah mempersiapkan pemilu 2009 mendatang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Teman saya tersebut sempat menanyakan mengenai colon legislatif (Caleg) yang kini menjadi berita hangat di berbagai media belahan bumi nusantara termasuk di Aceh yang mulai berondong-bondong mendaftarkan diri. Bahkan dia juga menanyakan apakah saya tidak mencalon diri sebagai salah satu diantara mereka. Dan saya katakan jika saya sedikitpun tidak tertarik mengenai hal tersebut. karena saya belum sanggup untuk memenang amanah yang begitu besar.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ternyata dia juga berpendapat sama. Dia juga menilai jika saat ini tidak ada lagi yang namanya politik bersih, yang ada hanyalah keserakahan untuk mendapatkan kedudukan, jabatan dan yang paling utama yang mereka kejar adalah kekayaan dan hidup serba mewah dengan mobil bagus dan rumah yang megah. Dan mengabaikan yang namanya amanah.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Coba saja kita banyangkan, berapa besar amanah yang akan ditanggung oleh seorang pemimpin atau wakil rakyat.Tidak ingatkan kita dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya ”Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin tersebut harus memperggungjawabkan kepemimpinannya itu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kita telaah saja kepemimpinan dalam sebuah keluarga. Itu adalah bentuk kepemimpinan terkecil dalam kelompok masyarakat. Untuk memimpin sebuah keluarga saja kita belum tentu bisa mempertaggungjawabkannya. Lalu, bagaimana pula dengan amanah untuk memimpin ribuan bahkan jutaan rakyat?&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sanggupkah kita untuk menanggung hal tersebut? Atau kita tidak memikirkan lagi hari pembalasan, di mana semua amanah tersebut akan dihisab. Dan apakah semua kita yang ke depan menjadi Caleg akan yakin bisa terbesar dari api neraka? &lt;i&gt;Wallahu’alam bissawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Umar bin Khatab, khalifah yang merupakan sahabat Nabi bahkan menjadi salah seorang yang telah dijamin masuk surga saja selalu takut dan merasa sangat terbeban dengan amanah yang ditanggung sebagai seorang pemimpin. Sampai suatu ketika, saat diketahui jika ada rakyatnya yang miskin dan kelaparan hingga harus merebus batu. Beliau dengan segera mengantarkan bantuan dengan cara memikulnya sendiri tanpa boleh ditolong pengawalnya seraya mengatakan ”Ini adalah amanah dan dosaku sebagai seorang pemimpin jadi sudah menjadi kewajibanku untuk melakukannya sendiri”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kisah kepemimpinan yang baik juga dipraktekkan raja yang paling pupuler masa Dinasti Umayyah, Umar Bin Abdul Aziz. Saat beliau sedang duduk di ruang kerjanya, tiba-tiba datang anaknya untuk membicarakan suatu hal penting. Namun apa yang dikatakan Umar Bin Abdul Aziz&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Apa yang akan kamu bicarakan denganku. Masalah negara atau persoalan keluarga. Jika persoalan keluarga, matikan lampu. Karena untuk persoalan keluarga jangan gunakan uang negara”.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Itu hanya segelintir kisah para pemimpin kita terdahulu. Namun yang harus digaris bawahi, apakah kita tidak belajar dan mengambil faedah dari langkah &lt;i&gt;amirul mukmimin&lt;/i&gt;. Dan yakinkah mereka yang nantinya akan terpilih sebagai caleg mampu untuk menjalankan amanah ummah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang kini menjadi pertanyaan dalam benak kita. Fenomena banyaknya masyarakat yang mau mencalonkan diri sebagai wakil rakyat tersebut sebenarnya apa yang ingin mereka capai. Apakah ingin menjadi Caleng (Calon legislati) atau malah ingin menjadi Capeng (Cari peng = uang dalam bahasa Aceh).&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di akhir tulisan ini. Saya ingin meminta maaf jika apa yang saya goreskan dalam tulisan ini ada yang tidak berkenan di hati. Bukan maksud saya untuk mengomentari kebijakan dan perjalanan politik. Namun hanya sebagai renungan bagi kita semua dalam menjalankan perintah Allah &lt;i&gt;”Amar ma’ruf nahi mungkar” &lt;/i&gt;. Amin.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-234748278650745349?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/234748278650745349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/11/caleg-atau-capeng.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/234748278650745349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/234748278650745349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/11/caleg-atau-capeng.html' title='Caleg atau Capeng?'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/SST-919zBVI/AAAAAAAAAH8/J8x0nP7QsIE/s72-c/kursi+pbt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-8986372513688346983</id><published>2008-09-03T01:34:00.001-07:00</published><updated>2010-11-21T20:56:52.861-08:00</updated><title type='text'>Kembalikan Budaya dengan Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/SQ1N2BAVJQI/AAAAAAAAAHY/eWq65dovx4E/s1600-h/anak-islam-4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 235px; height: 238px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/SQ1N2BAVJQI/AAAAAAAAAHY/eWq65dovx4E/s320/anak-islam-4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263949129844073730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mungkin sudah menjadi hal yang lazim bagi kalangan masyarakat di Provinsi Naggroe Aceh Darussalam (NAD) yang mayoritas penduduknya beragama Islam memiliki kitab suci Al-Qur’an. Baik itu yang dilengkapi dengan terjemahan maupun tidak.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Namun berbeda halnya dengan cetakan Al-Qur’an yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Islam (P3KI) IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh yang menerbitkan Al-Qur’an terjemahan bebas bersajak dalam bahasa Aceh dan ditulis dengan huruf latin. &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p &lt;!--more--&gt;style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Terjemahan yang merupakan hasil karya dari salah seorang tokoh ulama terkemuka di Provinsi Aceh, Tgk. H Mahjidin Jusuf yang dengan bersusah payah mencoba memberikan terjemahan Al-Qur’an degan bahasa daerah dan dalam bentuk syair.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Beliau menterjemahkan Al-Qur’an dalam bentuk tulisan bersajak bahasa Aceh itu menghabiskan waktu hingga 30 tahun dan dalam proses penerjemahanya almarhum juga tidak menggunakan kamus tertentu,” kata Hj. Rawiyah Banta yang merupakan istri Tgk. H Mahjiddin Jusuf.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ketua penyunting edisi pertama Al-Yasa Abu Bakar menyebutkan, dalam proses penyuntingan tim senantiasa melakukan konsultasi dengan penerjemah guna tidak mengubah makna yang dimaksudkan serta memudahkan proses mentranskripsikan naskah ke dalam huruf latin.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penerjemahan pertama yang dikerjakan penerjemah adalah dalam bentuk tulisan tangan Aceh Jawi, kemudian berdasarkan kesepakatan antara P3KI IAIN Ar-Raniry dengan H. Majiddin Jusuf maka dilakukan proses transkripsi dalam bentuk tulisan latin guna lebih memudahkan dalam pemacaan arti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Diskusi terakhir dengan Tgk. H Mahjiddin Jusuf berlangsung hanya beberapa hari sebelum beliau meninggal dunia. Jadi kami merasa sangat puas telah bekerja sesuai keinginan penerjemah serta tanpa mengubah maksud yang terkandung dalam tulisan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;awal,” ungkap Al-Yasa.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mengenai penulisan yang digunakan Ketua tim penyunting edisi kedua, Abdul Gani Asyik mengatakan, bentuk penulisan yang digunakan dalam penerjemahan Al-Qur’an tersebut menggunakan ejaan yang dipopulerkan oleh Snouck Hougranje.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Tulisan yang digunakan dalam penerjemahan adalah bentuk tulisan latin sehingga tidak lagi menggunakan tanda baca di atas huruf, sehingga lebih memudahkan proses penyuntingan. Dan ini juga telah disetujui oleh P3KI dalam bentuk seminar khusus serta telah dijadikan sebagai tulisan bahasa Aceh milik P3KI,” ujar Dosen pasca sarjana program bahasa Unsyiah itu. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Untuk proses penerjemahan tim P3KI mulai bekerja pada awal Ramadhan 1413 H atau April 1993 hingga September 1994. Dalam tahap ini tim penyunting bekerja mulai dari proses mentranskripsikan nashah, penyuntingan terjemahan, diskusi dengan penerjemah, pemerikasaan ejaan hingga pengoreksian final.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Al-Qur’an terjemahan bebas bersajak dalam bahasa Aceh tersebut diterbitkan dalam dua edisi. Edisi pertama diluncurkan pada akhir tahun 1995 oleh P3KI dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah yang saat itu dijabat Syamsuddin Mahmud dengan jumlah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;cetakan 3.000 eksamplar untuk didistribusikan ke seluruh Aceh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Namun disebabkan sangat tingginya animo masyarakat untuk memiliki Al-Qur’an terjemahan yang pada saat itu masih dicetak daam jumlah terbatas. Selian itu seiiring terjadinya musibah tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 serta mulai hilangnya sejumlah cetakan Al-Qur’an terjemahan berbahasa Aceh dikalangan masyarakat. &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;P3KI bekerjasama dengan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD- Nias yang menyambut dengan antusias untuk membiayai cetak ulang terjemahan tersebut. Sehingga pada &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;September 2007 dapat dilakukan peluncuran edisi kedua dengan jumlah yang lebih banyak yaitu 12.000 eksamplar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hamdiah A. Latief, Tim penyunting Al-Qur’an terjemahan bebas bersajak bahasa Aceh mengatakan, pada proses penyuntingan edisi kedua lebih diutamakan pada proses pengoreksian dan penyempurnaan ejaan bahasa Aceh.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Seperti halnya penggunaan berapa kata seperti tulisan &lt;i&gt;haleu&lt;/i&gt; menjadi &lt;i&gt;haleue&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;juet&lt;/i&gt; menjadi &lt;i&gt;jeuet&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;zakeut&lt;/i&gt; menjadi &lt;i&gt;jakeuet&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;azeub&lt;/i&gt; menjadi &lt;i&gt;adeueb&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;syarikat&lt;/i&gt; menjadi &lt;i&gt;charikat&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;faedah&lt;/i&gt; menjadi &lt;i&gt;phaedah&lt;/i&gt;,” katanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Prose penyuntingan edisi kedua membutuhkan waktu sekitar lima bulan sampai masa siap cetak. Dalam proses percetakan tim penyunting juga ikut serta dalam proses &lt;i&gt;mounting &lt;/i&gt;guna menghindari kesalahan letak ayat maupun makna serta membaca &lt;i&gt;blueprint&lt;/i&gt; sebelum cetak.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Film Dokumenter&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Selain menerbitkan Al-Qur’an terjemahan babas bersajak dalam bahasa Aceh pada tahun 2007 lalu. P3KI untuk tahun ini juga merencanakan meluncurkannya dalam bentuk film dokumenter yang dicetak dalam bentuk CD dengan mengutip beberapa ayat dan terjemahan tentang ayat-ayat pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Untuk CD pertama Al-Quran terjemahan bebas bersajak dalam bahasa Aceh kita hanya mengambil beberapa ayat yang menyangkut tentang pendidikan, antara lain Surat Al-Alaq ayat: 1-5, Lukman ayat: 12-19, Al-Isra ayat: 23-25 dan Al-Mujadilah ayat: 11,” kata Produser Film Abdul Rani Usman.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Untuk biaya percetakan CD Al-Qur’an terjemahan berbasa Aceh yang mengusung beberapa ayat mengenai pendidikan tersebut P3KI IAIN Ar-Raniry turut dibantu oleh PT Bank&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;BPD Aceh yang berperan sebagai sponsorn dalam hal ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Proses pembuatan film dokumenter tersebut telah mulai dikerjakan sejak awal Agustus 2008 dan ditargetkan dapat diselesaikan pada awal September 2008, sehingga nantinya dapat dinikmati masyarakat Aceh pada awal bulan Ramadhan tahun ini.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Untuk proses pendistribusian, Abdul Rani menyebutkan, nantinya CD tersebut akan dibagikan ke seluruh Aceh, terutama untuk sekolah-sekolah dan tempat-tempat pengajian (dayah) guna mengenalkan kembali bahasa daerah kepada masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Dengan adanya CD Al-Qur’an terjemahan bahasa Aceh, masyarakat bisa kembali akrab dengan bahasa daerahnya. Selain itu, orang tua yang mungkin sedikit kurang bisa memahami bahasa Indonesia juga bisa lebih mudah mengerti berbagai makna yang terkandung dalam Al-Qur’an,” ujar pakar komunikasi di IAIN tersebut.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sedangkan untuk lokasi pembuatan film, krue mengambil beberapa tempat yang cocok dan sesuai dengan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;makna yang terkandung dalam ayat Al-Qur’an yang dibacakan seperti pengunungan Krueng Raya, Desa Lampanah Lengah Aceh Besar dan mesjid bersejarah di Indrapuri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lokasi yang menjadi objek film tersebut semuanya juga dikaitkan dengan budaya masyarakat Aceh baik itu dari segi pakaian yang digunakan maupun tempat seperti rumah adat Aceh yang memang benar-benar masih memperihatan seni ukiran khas daerah.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Kita harapkan proses pembuatan film dokumenter ini dapat berjalan dengan baik dan nantinya bisa diterima dikalangan masyarakat serta sebagai upaya menyiarkan isi Al-Qur’an di kalangan rakyat Aceh yang kini menjadi satu-satunya daerah yang menerapkan Syariat Islam di Indonesia,” katanya. &lt;b&gt;&lt;i&gt;*** Acun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dipublikasikan di Media Tabloid Sipil Edisi 11 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-8986372513688346983?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/8986372513688346983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/09/kembalikan-budaya-dengan-al-quran.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/8986372513688346983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/8986372513688346983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/09/kembalikan-budaya-dengan-al-quran.html' title='Kembalikan Budaya dengan Al-Qur&apos;an'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/SQ1N2BAVJQI/AAAAAAAAAHY/eWq65dovx4E/s72-c/anak-islam-4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-7873556235221425553</id><published>2008-08-05T03:52:00.000-07:00</published><updated>2011-09-03T04:50:26.445-07:00</updated><title type='text'>Masjid Sejuta Kisah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/SLeHFu6NURI/AAAAAAAAAFg/z7zlMhj-BUI/s1600-h/mesjid+edit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/SLeHFu6NURI/AAAAAAAAAFg/z7zlMhj-BUI/s320/mesjid+edit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239805224030130450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Aceh merupakan daerah yang dikenal sebagai tempat pertama kali berkembangnya ajaran Islam di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Salah satu peninggalan sejarah yang menggambarkan kejayaan Islam di Aceh adalah bangunan Masjid Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menurut riwayat sejarah, Indrapuri dulunya merupakan sebuah kerajaan yang didirikan masyarakat terdahulu di Aceh. Asal mula kerajaan tersebut dari salah seorang adik perempuan putra Harsha dari India yang suaminya terbunuh dalam peperangan yang dilancarkan oleh bangsa Huna pada tahun 604 M.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setibanya di Aceh dari pelarian tersebut Putri kerajaan mendirikan sebuah kerajaan yang kini dikenal dengan sebutan Indrapuri. Hal tersebut diperkuat dengan fakta jika didekat Indrapuri terdapat perkampungan yang dulunya dihuni masyarakat beragama hindu yaitu di desa Tanoh Abei serta sejumlah kuburan Hindu di seputaran Indrapuri.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Di kerajaan tersebut didirikan candi yang diberi nama dengan Indrapuri yang artinya Kuta Ratu. Selain itu kerajaan juga mendirikan kerajaan Indrapatra yang terletak di Ladong atau jalan menuju Pelabuhan Malahayati Krueng Raya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;“Candi atau Masjid Indrapuri dulunya merupakan bagian dari tiga benteng yang berbentuk segitiga sebagai titik kekuatan tiga kerajaan Hindu terbesar. Kedua benteng lainnya adalah Benteng Indrapatra di Ladong Kecamatan Mesjid Raya dan Benteng Indrapurwa di Lembadeuk Kecamatan Peukan Bada,” kata Imam Masjid Indrapuri Tengku Syafi’i Zamzami.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seiring dengan berkembangnya Islam di Aceh, bangunan candi yang dibangun kerajaan Indrapuri pun diruntuhkan. Dan pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636) di atas reruntuhan itu dibangun masjid sebagai tempai ibadah umat muslim.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sementara kisah lainnya menyebutkan, Masjid Indrapuri tersebut telah dibangun sejak abad 10 M sebagai peninggalan kerajaan Poli/Puri yang kemudian disebut Lamuri oleh orang Arab dan disebut Lambri oleh Marcopolo.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dikisahkan , sebelum masa Iskandar Muda, seorang penyiar Islam bernama Abdullah Kan’an yang bergelar Tengku Abdullah Lampeuneuen berasal dari Peurelak, Aceh Timur bersama Meurah johan, Putra Kerajaan Lingga mencoba mengajak raja beserta rakyat Kerajaan Lamuri untuk memeluk Islam.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan kebetulan pada saat itu Kerajaan Lamuri kedatangan gerombolan bajak laut Cina yang dipimpin seorang Ratu yang bernama Putroe Neng. Meski cantik, Ratu tersebut dikenal sangat kejam dan begis serta seluruh anak buahnya juga memiliki ilmu bela diri yang tinggi.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kedatangan ratu bajak laut tersebut ke Kerajaan Lamuri, tidak lain hanyalah untuk menaklukkan negeri Lamuri. Melihat upaya tersebut, Raja Lamuri segera menolak mentah keinginan tersebut. Sehingga perang pun tidak bisa dihindari.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pada saat Kerajaan Lamuri dalam keadaan terdesak. &lt;/span&gt;Tengku Abdullah Lampeneuen dan Meurah Johan menawarkan bantuan. Dan berkat bantuan kedua penyiar Islam itupun akhirnya Kerajaan Lamuri dapat mengalahkan gerombolan bajak laut asal Cina tersebut.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebagai ungkapan terima kasih Baginda Raja akhirnya memeluk agama Islam beserta dengan rakyatnya. Setelah menjadi kerajaan Islam, oleh Tengku Abdullah Lampeuneuen, Baginda Raja Lamuri diberi gelar Sultan Alaidin Johansyah Dhilullah Fil’alam.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah Lamuri menjadi kerajaan Islam, candi-candi yang dulunya digunakan umat Hindu itupun terbengkalai dan runtuh satu persatu. Atas dasar tidak mubazir, candi tersebut akhirnya diusulkan menjadi masjid. Usulan itupun diterima Raja hingga akhirnya candi Indrapuri resmi berubah fungsi menjadi sebagai masjid.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kemudian pada masa kejayaan Sultan Iskandar Muda, di atas bekas candi tersebut kembali dipugar kembali menjadi masjid yang lebih megah dengan ukuran 18,8 m x 48,8 meter dan tinggi 11,65 meter. Selain sebagai tempat ibadah mesjid tersebut juga digunakan sebagai pusat kegiatan masyarakat seperti pendidikan, ibadah, ekonomi dan sebagainya.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Masjid Indrapuri juga pernah digunakan sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Aceh Darussalam untuk beberapa bulan ketika ibukota kerajaan yang berada di Kutaraja direbut oleh Belanda. Namun kemudian masjid ini pun dapat direbut Belanda sehingga ibukota kembali dipindahkan dari Indrapuri ke Keumala.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Peristiwa yang paling terkenal dalam perkembangan masjid ini terkenal adalah penggunaan masjid sebagai tempat penobatan Tuanku Mahammad Daud Syah menjadi Sultan Kerajaaan Aceh Darussalam dengan gelar Sultan Alaiddin Muhammad Daud Syah pada akhir tahun 1874 M.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Meskipun terdapat sedikit perbedaan sejarah awal berdirinya masjid Indrapuri, namun secara umum hampir semuanya sama, semuanya menyatakan jika Masjid Indrapuri merupakan sebagai simbol kebangkitan Islam di Aceh,” tegas Tengku Syafi’i Zamzami.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lelaki yang kini bertanggungajawab sebagai Qadhi Masjid Indrapuri tersebut juga menyebutkan arsitektur rumah ibadah yang terletak sekitar 24 km dari pusat Kota Banda Aceh itu masih sangat kenal dengan bangunan kuno. Hal itu tampak dari bahan kayu dan ukiran dengan nuansa abad ke 16.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Dinding kayu penopang yang berjumlah 36 batang tersebut merupakan peninggalan asli dari bangunan kerajaan masa dahulu. Selain itu menara yang terletak di samping kanan masjid juga telah ada sejak lama,” ujar pria paruh baya itu&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sedangkan bekas candi juga masih terlihat pada tapak dan bangunan tembok tebal yang mengelilingi masjid. Dari plester tembok yang sebagian sudah terkelupas dapat diihat jika Candi Indrapuri terbuat dari batu hitam berukuran panjang sekitar 40 cm, lebar 20 cm dan ketebalan 5 cm.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sampai sekarang tembok berbentuk seperti puden berundak atau tida tinka dengan ketinggian 1,46 meter masih dapat berdiri kokoh di tengah-tengah pusat perbelanjaan masyarakat di Kecamatan Indrapuri.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Konstruksi bangunan Masjid Indrapuri tidak jauh berbeda dengan bangunan masjid kuno yang umumnya dijumpai di Indonesia. Pintu masuk berada di sebelah timur dan untuk masuk setiap pengunjung harus melalui plataran yang merupakan halaman luar.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di halaman kedua terdapat kolam penampung air hujan, sedangkan pada lantai masjid terdapat 36 tiang penyangga yang terbuat dari batu kali. &lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Di dalam masjid juga dihiasi 36 tiang kayu dengan diameter 0,28 meter. 32 tiang berfungsi sebagai penyangga dan empat tiang yang menghubungkan kubah masjid berbentuk persegi delapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Atap Masjid Indrapuri didesain berdasarkan konstruksi atap penopang yang berjumlah tiga susun berdasarkan sistem payung terbuka. Dan pada bagian puncak atap terdapat sebuah mustaka yang berbentuk seperti nenas dengan pola hias simbar.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Kini Masjid Indrapuri pun semakin tampak indah dengan berbagai upaya pemugaran yang dilakukan pemerintah daerah guna menjaga keasrian salah satu situs sejarah Islam di bumi “Serambi Mekkah”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;“Saat ini halaman lingkungan masjid jauh lebih luas ditambah lagi dengan sejumlah bangunan tambahan seperti tempat wudhu’ dan juga perpustakaan yang menyimpan sejumlah dokumen, buku serta kitab-kitab lama yang menunjukkan kejayaan Islam di Indrapuri,” kata Tengku Sayfi’i.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Namun, menurutnya, yang diperbolehkan pemerintah hanya pemugaran bagian luar masjid, sedangkan bangunan dan tembok yang mengelilingi mesjid tidak diperbolehkan pemerintah untuk direnovasi, meskipun hanya cat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena dikhawatirkan akan merusak nilai sejarah dari tempat ibadah umat muslim itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;“Pemerintah, melalui Dinas Kebudayaan telah menyampaikan imbauan kepada kami sebagai pengurus untuk tidak mengubah bentuk asli dari masjid. Serta dilarang memindahkan penempatan sejumlah benda-benda bersejarah yang ada di dalamnya,” ujar pria murah senyum itu seraya menujukkan dokumen-dokumen yang ia miliki.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Kini kemegahan dan keanggunan masjid yang berada di pinggiran Krueng Aceh juga senantiasa tampak dari banyaknya wisatawan domestik maupun luar negeri yang datang. Bahkan peneliti yang ingin mengkaji kembali sejarah Salah satu masjid tertua di Indonesia itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Safwan, warga Indrapuri mengatakan, dirinya merasa sangat senang untuk melaksanakan ibadah di masjid tersebut, selain nuansa sejuk dan tidak bising. Dirinya juga merasa lebih khusu’ dalam melaksanakan ibadah sehari-hari.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;“Nuansa alami dan jauh dari kebisingan inilah yang membuat saya senang mengunjungi dan melaksanakan ibadah di masjid ini. Selain itu kita juga bisa merenungkan kembali perjuangan pendahulu kita dalam menyiarkan agama Islam,” kata dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Untuk itu, Safwan mengharapkan kepada Pemerintah untuk menjaga dan merawat situs sejarah kebanggaan rakyat Aceh itu. “Saat ini sudah sangat banyak situs-situs sejarah Aceh yang terbengkalai dan hancur, kita harap hal tersebut tidak sampai terjadi dengan Masjid Indrapuri,” harapnya. &lt;b style="font-style: italic;"&gt;*** (Acun).&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah Dipublikasi di Media Tabloid Sipil Edisi 10 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-7873556235221425553?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/7873556235221425553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/08/mesjid-sejuta-kisah.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/7873556235221425553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/7873556235221425553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/08/mesjid-sejuta-kisah.html' title='Masjid Sejuta Kisah'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/SLeHFu6NURI/AAAAAAAAAFg/z7zlMhj-BUI/s72-c/mesjid+edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-7675610873880881018</id><published>2008-07-15T07:06:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T00:01:59.360-07:00</updated><title type='text'>BBM = Bikin Bingung Melulu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Naiknya harga minyak dunia pada pertengahan tahun 2008 kembali membuat pemerintah menjadi bingung dan serba salah. Keinginan yang juga dinggap sebagai suatu keharusan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ternyata kembali menimbulkan kontroversi diberbagai kalangan masyarakat. Mulai dari sopir angkuatan, ibu rumah tangga hingga ribuan mahasiswa pun secara serentak menggelar aksi unjukrasa menuntut pemerintah membatalkan keinginan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Unjukrasa dan kerusuhanpun tak bisa dielakkan. Sehingga pemerintah kita terpaksa kembali harus menerjunkan ribuan personil keamanan untuk menjaga kenyamanan dan ketenangan pejabat dari tangisan dan jeritan rakyatnya yang mulai kebingungan memikirkan masa depan mereka yang semakin terjepit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;lang="IN"&gt;Pemerintah sendiri berpendapat jika kenaikan harga BBM tersebut memang harus dilakukan terkait semakin melambungkan harga minyak dunia dan bahkan saat ini Indonesia dingggap sebagai negara yang menjual BBM dengan nilai pasaran terendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berbeda hanya dengan rakyat dari negara yang membanggakan diri sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar ini. Mereka merasa semakin terjepit dan dipersulit dengan kondisi tersebut, terlebih mengingat tingkat kemiskinan di Indonesia masih sangat tinggi dan belum teratasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dengan alasan tersebutlah akhirnya masyarakat yang bergabung dengan mahasiswa dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyaakat (LSM) mengaplikasikan penolakan tesebut degan menggelar aksi di berbagai provinsi, mulai dari Sabang hingga ke Merauke.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Namun yang sangat disayangkan, ternyata ada sejumlah demo yang harus meninggalkan permasalahan, sepertinya aksi demo mahasiswa di Universitas Nasional (Unas) yang berakar pada ditahannya puluhan aktivis mahasiswa oleh aparat keamanan serta aksi brutal ratusan mahasiswa yang membakar mobil para pejabat pemerintahan di depan gedung para wakil rakyat pilihan masyarakat dari seluruh Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Meskipun ada pengunjukrasa yang ditahan dan pemerintah menyatakan tidak akan merubah kembali kebijakan tersebut. Tapi masyarakat sepertinya tidak pernah lelah untuk terus berkoar-koar mendesak kebijakan tersebut kembali ditarik. Bahkan hingga saat ini isu kenaikan BBM pun masih kerap kali terdengar dikalangan masyarakat, baik itu di warung-warung kopi maupun forum diskusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ternyata tak cukup hanya dengan BBM, niat baik pemerintah untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin di seluruh Indonesia guna mengatasi kesulitan perekonomin rakyat pasca kenikan BBM ternyata kembali menimbulkan masalah baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bantuan yang diiming-iming senilai Rp 300 ribu perbulan tersebut ternyata disinyalir tidak sampai dan tepat sasaran. Sehingga banyak masyarakat miskin tidak kebagian sumbangan pemerintah yang disalurkan melalui kantor pos itu. Lalu kemana juga alokasi dana tersebut disalurkan? atau hanya untuk mengisi dompet oknum tertentu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jadi tidak ada salahnya jika masalah kenaikan BBM mulai sejak negara ini baru merdeka dari penjajah hingga kini selalu menjadi masalah yang paling merepotkan bagi pemerintah. Bahkan penyebab mundurnya sejumlah orang nomor satu di Indonesia juga selalu terkait erat dengan isu BBM. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jadi akankah negara yang dikenal sebagai salah satu penghasil dan pengekspor kebutuhan minyak di dunia ini nantinya akan terus dililit dengan masalah pendapatan terbesar hasil alamnya sendiri ??? &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;***(Acun)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dipublikasikan di Majalah Sumberpost Edisi XI (Juli 2008)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-7675610873880881018?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/7675610873880881018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/07/bbm-bikin-bingung-melulu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/7675610873880881018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/7675610873880881018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/07/bbm-bikin-bingung-melulu.html' title='BBM = Bikin Bingung Melulu'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-2035176577719076069</id><published>2008-07-03T09:38:00.000-07:00</published><updated>2010-11-04T04:18:32.157-07:00</updated><title type='text'>Riwayat Kampung Golok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/SG0D-5sVraI/AAAAAAAAAEw/7pv7N8bt_-U/s1600-h/DSC04049.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 409px; height: 273px;" src="http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/SG0D-5sVraI/AAAAAAAAAEw/7pv7N8bt_-U/s320/DSC04049.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218831922365836706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Irama nyaring yang dihasilkan benturan benda keras seakan tidak lagi memekakkan telinga penduduk Dusun Kuta Blang, Desa Kuta Baroe, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan yang sebagian besar kaum lelakinya bekerja sebagai pandai besi atau pengrajin parang (golok) dan sejenisnya.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dusun yang berpenduduk 52 Kepala Keluarga (KK) ini merupakan salah satu pusat penghasil kerajianan besi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Bahkan kini hasil karya mereka telah merambah dan dipasarkan ke sejumlah kota seperti Blang Pidie, Calang, Meulaboh bahkan tidak jarang ditemui di Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lagi menjadi hal yang aneh jika pada pagi hingga sore hari sangat jarang terlihat warga yang laki-laki di jalan atau warung-warung, karena mereka semua sedang sibuk dengan pekerjaannya untuk mengubah batangan besi menjadi barang yang bermanfaat bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bekerja sebagai pandai besi, masyarakat setempat juga menyempatkan diri dan membangi waktu untuk mengelola lahan pertanian seperti kebun cengkeh, coklat dan pala serta menggarap areal sawah untuk ditanami padi guna mencukupi kebutuhan pokok keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya Abdullah (50) penduduk Dusun Kuta Blang yang telah menggeluti pekerjaan sebagai pandai besi sejak tiga puluh tahun lalu dan kini pekerjaan tersebut telah  menjadi sumber penghasilan utama dalam mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari dan menyekolahkan lima anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meskipun penghasilan dari profesi sebagai pembuat parang tidak terlalu banyak, bahkan bisa dikatakan masih sangat minim di bandingkan yang lain, namun alhamdulillah saya masih dapat membiayai kuliah dan sekolah anak-anak,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesibukan masyarakat setempat sebagai pandai besi telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu yang dimulai dari satu tempat yang dikelola seorang penduduk yang kemudian turut memperkerjakan warga Dusun Kuta Blang guna membantu pendapatan dan perekonomian masyarakat yang bermukim di antara deretan pengunungan yang tinggi dan hamparan laut tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan berjalannya waktu usaha inipun semakin hari terus berkembang dengan lahirnya tempat-tempat baru yang dibangun oleh pandai besi yang memiliki modal dan sudah merasa cukup mandiri membangun tempat baru di lingkungan rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari sanalah usaha pengrajin parang semakin berkembang dan terus diwariskan kepada anak cucu mereka. Bahkan saat ini di Dusun Kuta Blang telah terdapat sembilan tempat pengolahan besi menjadi peralatan pertanian dan rumah tangga yang dikelola mulai dari dua hingga lima orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejak mulai pertama sekali memasuki lorong menuju ke dusun ini setiap orang pasti dapat langsung melihat aktivitas pandai besi yang sedang bekerja dengan sejumlah peralatan sederhana dan gubuk beratapkan rumbia bahkan sebagian mulai tampak tidak layak lagi dijadikan tempat berteduh lagi,” katanya seraya menggosok mata parang yang telah jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk aktivitas rutin, biasanya para pandai besi di dusun setempat tidak bekerja setiap hari, melainkan hanya empat  hingga lima hari dalam seminggu, sedangkan sisanya mereka pergunakan untuk pergi ke sawah maupun kebun yang di sebelumnya telah di garap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parang atau hasil kerajinan besi lainnya yang dihasilkan di dusun tersebut juga memiliki ciri khas tertentu, yaitu di tiap sudutnya tertulis LB (Lam Blang) yang merupakan merek yang menunjukkan barang tersebut dihasilkan oleh masyarakat dari Dusun Kuta Blang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memproduksi parang tersebut tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan, mulai dari membeli arang, besi, kayu gagang hingga arus listrik yang rata-rata membutuhkan dana total hingga Rp 800 ribu perbulan. Sedangkan keutungan yang diperolah dari penjualan perbulannya hanya Rp 600 -700 ribu perorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terkadang untuk mencukupi modal dalam membeli bahan kami sedikit kewalahan terlebih dengan semakin naiknya harga bahan baku seperti besi dan arang, namun karena ini sudah menjadi keahlian kami, terpaksa kita harus jalani juga,” jelas pria ramah dan mudah senyum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyangkut proses pembuatannya, kata Abdullah, membutuhkan waktu yang tidak sedikit, untuk satu parang menghabiskan waktu hingga satu jam, yang dimulai dari pembakaran, pengetokan, hingga memasang gagang dan mengasahnya dengan gerenda mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat ini saya hanya berkerja berdua dengan Nasruddin (55) yang juga pemilik tempat dan penyedia modal. Dan dalam sehari biasanya kami dapat menyelesaikan delapan hingga sembilan parang, tapi terkadang jika ada yang kurang sehat, hasil yang diperolehpun akan lebih sedikit,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Harga Jual Masih Sangat Rendah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah mengatakan, parang dan jenis benda tajam lainnya yang mereka hasilkan nantinya akan dijual kepada pedagang pengumpul yang datang ke tempat produksi dengan harga Rp 20.000. Namun menurut mereka itu dinilai masih terlalu rendah dan belum sesuai dengan modal dan tenaga yang harus dikeluarkan setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika dibandingkan proses pembuatan dan bahan yang diperlukan kiranya harga yang kita tawarkan untuk pedagang pengumpul masih terlalu murah, sedangkan biaya hidup dan belanja keluarga semakin lama semakin mahal. Dan bila harga jual bisa mencapai Rp 30.000 - 40.000 perparang maka akan dapat lebih membantu pendapatan para pandai besi di dusun ini,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu dia sangat mengharapkan ke depan harga beli parang bisa lebih tinggi di bandingkan saat ini, selain membantu para pengarajin, hal tersebut juga akan membangkitkan keinginan pemuda di dusun tersebut untuk terus mengembangkan usaha pembuatan parang yang lebih baik serta akan memperkecil angka penganguran di lingkungan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan, Darmi (25) pandai besi lainnya, menurut dia sudah sepantasnya harga jual parang dan sejenisnya tersebut jauh lebih baik dan tidak terus menerus dengan harga yang sama sejak beberapa tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pastinya semua pandai besi di sini mengharapkan harga jual yang lebih baik, karena bagaimanapun profesi ini telah menjadi sumber pedapatan ekonomi yang diwariskan secara turun menurun dan menjadi penopang hidup masyarakat Kuta Blang,” kata pemuda yang kini masih menempuh pendidikan di salah satu perguraun tinggi swasta di Kota Tapak Tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun profesi sebagai pandai besi dan hasil kerajinan parang telah digeluti warga dusun Kuta Blang sejak puluhan tahun lalu, namun hingga kini mereka belum pernah merasakan adanya sentuhan maupun perhatian dari pemerintah setempat dalam meningkatkan usaha ini ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang senantiasa membuat masyarakat setempat merasa sangat kecewa, terlebih mengingat pekerjaan masyarakat kini telah menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat luar Aceh. Ini terbukti dengan semakin banyaknya warga negara asing yang datang untuk mendokumentasikan maupun sekedar ingin mengetahui lebih jauh hasil kerajinan masyarakat Kuta Blang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya masyarakat yang kesehariannya bekerja sebagai pandai besi di sini sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah, terutama menyangkut bantuan modal dan prasarana lainnya seperti alat dan tempat berteduh yang lebih baik, tidak seperti sekarang atap mulai bocor dan tiangnya pun mulai miring sehingga sangat mengganggu bila memasuki musim hujan,” harap Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasruddin (55) rekan kerja Abdullah yang juga pemilik tempat pembuatan parang mengeluhkan sikap sejumlah instansi yang pernah berkunjung dan menjanjikan akan adanya bantuan dengan cara memotret dan mengambil data dari mereka, namun kenyataannya hal tersebut tidak pernah terealisasi hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan tawaran yang pernah disampaikan kepada masyarakat pandai besi di Kuta Blang untuk mengajukan proposal kepada pemerintah setempat, namun lagi-lagi hal tersebut hanya sebatas janji yang akhirnya hanya akan melahirkan kekecewaan bagi warga yang bermukim sekitar 25 km dari ibukota Aceh Selatan, Tapak Tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat ini sepertinya harapan kepada pemerintah secara perlahan mulai hilang seiring tidak terealisasikannya sejumlah janji-janji yang diucapkan. Jadi lebih baik kami tidak lagi mengingatnya dari pada nanti hanya akan membuat sakit hati saja,” ujar Nasruddin sambil memegang besi yang sudah mulai memerah untuk diketok bersama Abdullah hingga membentuk sebilah parang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi telah terpilihnya pemimpin daerah yang baru, meraka hanya bisa berharap kiranya bupati dan wakil bupati yang dipilih rakyat beberapa waktu lalu secara langsung tersebut nantinya benar-benar memperhatikan keluhan dan kondisi masyarakat kalangan bawah, termasuk yang saban harinya berprofesi sebagai pandai besi. *** &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Acun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipublikasi di Tabloid Sipil Edisi 5 (Mei 2008)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-2035176577719076069?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/2035176577719076069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/07/riwayat-kampung-golok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/2035176577719076069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/2035176577719076069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/07/riwayat-kampung-golok.html' title='Riwayat Kampung Golok'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/SG0D-5sVraI/AAAAAAAAAEw/7pv7N8bt_-U/s72-c/DSC04049.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-5290354143640838492</id><published>2008-07-03T09:12:00.001-07:00</published><updated>2011-12-30T04:07:12.776-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-5plWhu0YoCs/Tv2paRBkk9I/AAAAAAAAARc/dmiTAtkJxko/s1600/Freeport%2BSabang.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-5plWhu0YoCs/Tv2paRBkk9I/AAAAAAAAARc/dmiTAtkJxko/s400/Freeport%2BSabang.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Free Port Sabang&lt;/span&gt; - Kawasan free port Kota Sabang yang telah dicanangkan kembali sejak beberapa tahun yang lalu kini hanya menjadi idaman dan impian. Bahkan hingga kini kawasan ini masih tampak sepi dari pengunjung dan pendaratan kapal-kapal yang meintas.&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; (Foto: Acun/2008)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-5290354143640838492?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/5290354143640838492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/07/free-port-sabang-kawasan-free-post-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5290354143640838492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5290354143640838492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/07/free-port-sabang-kawasan-free-post-kota.html' title=''/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-5plWhu0YoCs/Tv2paRBkk9I/AAAAAAAAARc/dmiTAtkJxko/s72-c/Freeport%2BSabang.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-1741276835302657399</id><published>2008-07-03T09:04:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T09:11:15.835-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/SGz4ounTMaI/AAAAAAAAAEY/am7R7nOgt1s/s1600-h/DSC03473.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 505px; height: 330px;" src="http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/SGz4ounTMaI/AAAAAAAAAEY/am7R7nOgt1s/s320/DSC03473.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218819446806884770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rumah Air&lt;/span&gt; - Ratusan rumah bantuan korban tsunami yang dibangun di desa Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat yang merupakan bantuan dari salah satu lembaga donor di Aceh kini sudah rampung serta menimbukan daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang melintas.&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; (Foto: Acun/2008)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-1741276835302657399?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/1741276835302657399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/07/rumah-air-ratusan-rumah-bantuan-korban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/1741276835302657399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/1741276835302657399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/07/rumah-air-ratusan-rumah-bantuan-korban.html' title=''/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/SGz4ounTMaI/AAAAAAAAAEY/am7R7nOgt1s/s72-c/DSC03473.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-8937457102548044002</id><published>2008-05-07T06:49:00.000-07:00</published><updated>2010-11-04T04:22:20.461-07:00</updated><title type='text'>Lhok Pawoh : Menyatukan Aroma Gunung dan Pantai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/SD2ingeqpGI/AAAAAAAAADw/ECMAdNMsDak/s1600-h/DSC03912.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 411px; height: 280px;" src="http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/SD2ingeqpGI/AAAAAAAAADw/ECMAdNMsDak/s320/DSC03912.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205495543927317602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemandian air dingin, begitulah sebutan kawasan wisata yang terletak di desa Lhok Pawoh, Kecataman Sawang, Kabupaten Aceh Selatan. Objek wisata yang tiap harinya ramai dikunjungi masyarakat setempat maupun pendatang ini memiliki area pemandian yang luas, air yang dingin serta panorama alam pegunungan yang indah dan memberi kesegaran.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Obek wisata yang berlokasi sekitar 30 kilometer dari Kota Tapak Tuan ini merupakan salah satu tujuan wisata utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain mudah dijangkau karena bertempat di pingiran jalan raya Balang Pidie- Tapak Tuan, di kawasan ini juga terdapat sejumlah rumah makan dan cafe yang menyediakan berbagai ragam makanan dan minuman serta mushalla yang bersih dan terata rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air terjun yang indah, bebataun yang besar dan tinggi seakan telah menjadi ciri khas objek wisata ini. Kawasan pemandian air dingin juga hanya berjarak 100 meter dari pesisir laut yang berpasir putih. Sehingga bagi pengunjung yang ingin mandi dan menikamati panoraman laut akan dengan mudah menjangkunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin, pengunjung dari Blang Kejeran, Kabupaten Aceh Tenggara mengatakan, pemandian air dingin sawang memiliki panorama alam yang sejuk serta sangat cocok dijadikan sebagai tempat melepas lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau sudah ada di sini sepertinya semua lelah menjadi hilang seketika, termasuk rasa gerah akibat cuaca yang panas pun berubah dingin ketika menyentuh air yang berasal dari pengunungan yang tinggi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Rahmat, warga setempat menilai kawasan wisata air dingin sangat banyak membantu masyarakat setempat, selain dijadikan tempat mandi, sepanjang alirannya juga kerap kali digunakan kaum ibu sebagai tempat mencuci pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sepulang bekerja, saya selalu menyempatkan diri untuk singgah dan mandi di sini, sehingga sesampai di rumah nanti sudah bersih dan hanya tinggal mengganti pakaian saja,” ujar pria yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan Anhar, warga Sawang yang kini menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh. Menurut dia, wisata air dingin telah manjadi tempat favorit baginya, maka setiap kali pulang ke kampung halaman dia selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya harap kawasan wisata air dingin ini akan dapat terus dirawat dan dijaga dengan baik, termasuk dari segi kebersihan maupun penyalahgunaan oleh muda-mudi yang terkadang menggunakannya untuk hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam,” ungkapnya seraya bersiap-siap pulang usai mandi di kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang akan bepergian ke Aceh Selatan, sudah sepantasnya untuk menyempatkan diri mengunjungi pemandian air dingin Sawang guna menikmati kesejukan alam dengan pepohonan yang hijau di antara pengunungan yang menjulang tinggi dan desiran air terjun yang senantiasa menghadirkan kesejukan bagi anda. &lt;strong&gt;*** (Acun)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dipublikasikan di Tabloid Sipil Edisi III (1 - 15 Mei 2008)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-8937457102548044002?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/8937457102548044002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/05/lhok-pawoh-menyatukan-aroma-gunung-dan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/8937457102548044002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/8937457102548044002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/05/lhok-pawoh-menyatukan-aroma-gunung-dan.html' title='Lhok Pawoh : Menyatukan Aroma Gunung dan Pantai'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/SD2ingeqpGI/AAAAAAAAADw/ECMAdNMsDak/s72-c/DSC03912.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-6459946535005163901</id><published>2008-04-29T05:23:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T05:43:12.353-07:00</updated><title type='text'>Misi Menghilangkan Dendam</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_aNBSCj6vomk/SBcXqzcWM7I/AAAAAAAAADk/AeY8rgJS3Bk/s1600-h/CIMG0042.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194646719326204850" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 383px; CURSOR: hand; HEIGHT: 275px" height="240" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_aNBSCj6vomk/SBcXqzcWM7I/AAAAAAAAADk/AeY8rgJS3Bk/s320/CIMG0042.jpg" width="383" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bermodal dengkul, M Rasyid mendirikan pesantren khusus untuk anak-anak korban konflik. Selain dididik ilmu agama, santrinyajuga dianjurkan melupakan dendam masa lalu.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;ALUNAN &lt;/strong&gt;ayat suci Alquran terdengar merdu dari sebuah balai pengajian. Suaranya seolah bersahut. Ketika mendekati balai itu, sejumlah anak terlihat tekun mengaji Alquran. Rupa mereka berbagai macam corak. Dari pakaian yang mereka pakai terlihat jelas kesederhanaan hidup. umumnya peci yang dikenakan anak-anak itu terlihat mulai lusuh. Tidak lagi memperlihatkan warna aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu mengaji telah selesai. Alquran mereka tutup. Bagaikan koor, mereka bershalawat. Lalu, dengan tertib mereka menuruni tangga balai yang terbuat dari bahan kayu itu. Beberapa bagian balai terlihat sudah melapuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh dari balai itu, ada juga balai lain. Atapnya terbuat dari anyaman daun rumbia. Di dalamnya terdapat puluhan remaja yang sedang mempelajari kitabkitab aqidah dan fiqh. Mereka dipandu seorang teungku. Selesai membacakan kitab, sang teungku membimbing para santri berdiskusi tentang isi kitab itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dayah Al-Hidayah. Begitu nama pondok pesantren tradisional di Desa Blang Teue, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe tersebut. Sebuah lembaga pendidikan agama yang kebanyakan santrinya merupakan anak-anak korban&lt;br /&gt;konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah saya meninggal pada masa konflik,” ungkap Saiful Mahri, salah seorang anak korban konflik yang kini bermukim di Dayah itu. Masih segar dalam ingatan Saiful kejadian pahit yang terjadi pada tahun 2000 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, sejumlah pria berpakaian hitam bersenjata api mencari ayahnya. Saiful tak paham apa kaitan ayahnya dengan tamu tak diundang itu. Tapi yang masih terekam dalam ingatannya adalah wajah-wajah garang tetamu bersenjata api. Katanya, di depan ibu dan saudaranya yang lain, ayahnya disiksa dengan kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah peristiwa itu ayah Saiful meninggal dunia. Hilang pula tulang punggung ekonomi keluarga. Ibunya tak dapat berbuat banyak, biaya hidup dan pendidikan Saiful dan adiknya tak mampu ditanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya ke sini atas pemintaan ibu karena beliau menginginkan saya untuk bisa terus belajar dan menjadi anak yang berguna bagi keluarga,” kata bocah kelahiran Matang Bugak, Kecamatan Panton Labu, Aceh Utara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini sudah dua tahun Saiful tinggal di dayah itu. Adiknya yang sekarang duduk di bangku kelas I SD juga mukim di sana. “Karena ibu tidak mampu membiayai sekolah, maka sekarang kami diantar ke dayah ini. Selain karena tidak dipungut biaya, di sini kami juga diberi berbagai pengetahun agama, seperti mendalami kitab-kitab Islam,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, di dalam dirinya tak terbesit rasa dendam untuk membalas pelaku peristiwa yang telah merenggut nyawa orang yang paling berharga dalam hidupnya. “Saya hanya memfokuskan diri untuk belajar dan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan masyarakat,” ungkapnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama rekannya yang lain, setiap hari Saiful tekun belajar agama. Di dayah yang dipimpin M Rasyid bermukim 120 orang santri, 74 orang di antara mereka adalah anak-anak korban koflik. Selain itu, ada juga 38 orang penduduk miskin dan delapan orang anak korban tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua mereka ditampung di dayah yang memiliki fasilitas 30 bilik (kamar) terbuat dari papan. Hanya ada satu unit bagunan permanen, digunakan untuk tinggal santri putri. Untuk satu bilik, ditempati oleh lima sampai delapan orang santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerena jumlah kamar masih sangat terbatas, kata Rasyid, para santri terpaksa harus menginap dan tinggal berdesakan. “Tapi, saya salut, mereka semua tidak pernah mengeluh dengan kondisi seperti ini,” ujar Rasyid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayasan yang didirikan sejak tahun 2002 itu diprakarsai Rasyid sendiri. Tujuannya, membantu pendidikan anak-anak kurang mampu di daerahnya. Pesantren yang terletak sekitar 300 meter dari bibir pantai itu juga mengajarkan para santri untuk mengahapus berbagai dendam yang merasuki jiwa mereka. Terutama terkait dampak konflik bersenjata yang membungkam Aceh hampir tiga puluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yayasan ini saya bangun dengan biaya pribadi dan sumbangan masyarakat desa sini,” sebutnya seraya menunjukkan beberapa bangunan yang mulai terlihat lapuk. “Sebenarnya yayasan ini sudah ada sejak tahun 1980-an, tapi dalam bentuk balai kecil yang hanya digunakan untuk mengaji,” tambah Rasyid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dengan fasilitas dan dana terbatas, semangat Rasyid tak pernah pupus. Sampai kini dia masih mampu mengasuh para santrinya yang berasal dari seputar Lhoksemawe dan Aceh Utara. Selain mengajarkan ilmu agama, ia juga menyekolahkan para santri ke sekolah umum. Biaya pendidikan dan transportasi semuanya ditanggung oleh dayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan yang ada saat ini, katanya, tak sebanding dengan kebutuhan wajar untuk akomodasi dan transportasi santri untuk menuju sekolah. “Kami terpaksa menggunakannya seirit mungkin, agar dapat bertahan,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, Pemerintah Kota Lhokseumawe mengalokasikan sejumlah dana ke dayah itu. Jumlahnya Rp 8.000 per hariuntuk seorang santri. Sedang untuk pengajar, hanya tujuh dari 13 pengajar yang ditanggung Pemkot, dengan honor sebesar Rp150.000 per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena gaji yang dibayar Pemkot sangat terbatas, kami terpaksa mencari tambahan sendiri,” ungkap Mahdi, salah seorang guru pesantren. Jadi, lanjut Mahdi, pengajar di situ terpaksa membagi honor dari Pemkot secara sama rata. “Sekitar Rp80 ribu per guru,” aku Mahdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasyid tak ingin segala kendala menjadi hambatan baginya untuk mendidik generasi penerus Aceh itu. Bersama Istrinya, Faira, dia berupaya membuat dayah itu tetap pada misinya. Apa lagi, sudah 27 tahun mereka berumah tangga, tapi belum juga dikaruniai keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka sudah saya anggap sebagai anak kandung sendiri dan kami merasa sangat bahagia dengan lingkungan rumah yang setiap harinya dihiasi kegiatan agama,” katanya. Setiap hari, Rasyid menekankan kepada santrinya, untuk menghilangkan segala rasa dendam akibat kejadian yang menimpa keluarga anak-anak korban konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saiful mengaku selalu mengingat petuah gurunya itu. Segala prahara yang dilalui dalam hidup dimasa konflik berupaya dilupakannya. Sedikit pun tak terbesit rasa dendam untuk membalas peristiwa yang telah merenggut nyawa orang yang paling berharga dalam hidupnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata Teungku selalu diingatnya. “Dendam itu tidak baik,” ujar Saiful mengulang kalimat yang kerap diucapkan teungku yang dihormatinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari nanti dia ingin menjadi ulama yang dapat mengajarkan ilmu agama Islam kepada masyarakat yang membutuhkan. “Saya juga akan berupaya membantu mewujudkan perekonomian keluarga agar jadi lebih baik,” kata Saiful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balai pengajian telah sepi. Area dayah mulai senyap. Dari bilik-bilik kamar yang terbuat dari papan, para santri terdengar bersenda dengan rekannya. “Insya Allah, tak ada rasa sakit lagi, tidak juga dendam yang tersimpan di hati anak-anak kami,” ungkap Rasyid. &lt;strong&gt;***( Acun)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dipublikasikan di Tabloid Sipil Edisi I (Maret 2008)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-6459946535005163901?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/6459946535005163901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/04/misi-menghilangkan-dendam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/6459946535005163901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/6459946535005163901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/04/misi-menghilangkan-dendam.html' title='Misi Menghilangkan Dendam'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_aNBSCj6vomk/SBcXqzcWM7I/AAAAAAAAADk/AeY8rgJS3Bk/s72-c/CIMG0042.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-5402240592128750617</id><published>2008-03-26T17:55:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T04:35:43.336-07:00</updated><title type='text'>Pesona Air Terjun Lhong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_aNBSCj6vomk/R-rxVEYOCFI/AAAAAAAAADU/Mwgzr94wWrQ/s1600-h/air+terjun.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182219665498048594" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 510px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 466px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_aNBSCj6vomk/R-rxVEYOCFI/AAAAAAAAADU/Mwgzr94wWrQ/s320/air+terjun.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;Desiran air yang mengair dari bebatuan dan sembilir angin yang berhembus di antara pepohonan yang mejulang tinggi menambah keasrian objek wisata air terjun di Desa Krueng Kala, Kacamatan Lhong, Kabupaten Aceh Besar. &lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saban harinya, terutama pada hari Sabtu dan Minggu tempat yang berlokasi sekitar 55 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh tersebut kerapkali dikunjungi ratusan bahkan ribuan masyarakat dari Banda Aceh dan Aceh Besar, bahkan ada juga yang sengaja datang dari Lamno, Kabupaten Aceh Jaya.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selain memiliki kolam pemandian yang luas dan dalam, para pengunjung yang datang juga dapat menikmati pemandangan hijau dan suguhan makanan dan minuman dari sejumlah warung yang dikelola warga setempat dengan harga yang relatif murah.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dan bagi pengunjung&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;yang merasa penasaran dengan sumber aliran air terjun yang terdapat di puncak gunung dapat menelusurinya dengan mendaki sejumlah tangga yang terjal. Namun untuk hal yang satu ini hanya diperbolehkan bagi kaum lelaki saja, sesuai yang dituliskan pengelola objek wisata di pintu tangga.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Pengkhususan jalur naik ke atas bagi laki-laki ini bertujuan untuk menghindari terjadinya berbagai hal-hal yang bertentangan dengan Syariat Islam, terlebih di sana hutannya sangat lebat dan jauh dari jangakauan mata kita,” kata warga setempat, Risman.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Air terjun Lhong juga menyimpan berjuta sumber daya alam yang berguna bagi manusia, salah satunya adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) oleh PT Cola-Cola dengan memanfaatkan arus air sebagai daya utama yang dapat mecukupi kebutuhan listrik ke seluruh desa setempat.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Meskipun pada masa konflik, objek wisata ini sempat ditinggalkan dan tidak terurus, namun kini wisata air terjun Lhong mulai kembali dilirik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara serta lingkungannya pun semakin tertata rapi dan bersih. &lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Pada masa konflik, daerah ini termasuk kawasan yang sangat rawan bahkan menjadi zona hitam. Jadi wajar saja kalau dulu wisata air terjun Lhong ini jarang diketahui oleh masyarakat,” ujar Risman.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sementara, Anto, pengunjung dari Banda Aceh mengatakan, wisata air terjun Lhong merupakan tempat yang sangat ia gemari untuk dikunjungi, selain masih sangat alami, tempat&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;tersebut juga mudah dijangkau.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Memang jalan Banda Aceh – Meulaboh saat ini masih dalam proses pembangunan, tapi meski demikian jarak tempuh menuju ke sini masih bisa dilalui dengan kendaraan bermotor dan hanya memakan waktu 1 jam dari Kota Banda Aceh,” kata pria hitam manis yang juga mahasiswa Unsyiah itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jadi bagi anda yang menyukai objek wisata alam, tidak ada salahnya untuk mencoba mengunjungi air terjun Lhong, Aceh Besar guna menikmati panorama alam yang natural lelah penat selama bekerja mungkin akan sirna seketika anda tiba di sana. *** &lt;b style="FONT-STYLE: italic"&gt;(Acun)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b style="FONT-STYLE: italic"&gt;Dipublikasikan di Tabloid Sipil Edisi I (Maret 2008)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-5402240592128750617?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/5402240592128750617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/03/pesona-air-terjun-lhong.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5402240592128750617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5402240592128750617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/03/pesona-air-terjun-lhong.html' title='Pesona Air Terjun Lhong'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_aNBSCj6vomk/R-rxVEYOCFI/AAAAAAAAADU/Mwgzr94wWrQ/s72-c/air+terjun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-3531381248518060994</id><published>2008-03-24T06:06:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T04:37:45.529-07:00</updated><title type='text'>Mencoklatkan Ulee Gunong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_aNBSCj6vomk/R-epq0YOCEI/AAAAAAAAADM/bEIBF9qO97w/s1600-h/Coklat.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181296449392871490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 287px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 195px" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_aNBSCj6vomk/R-epq0YOCEI/AAAAAAAAADM/bEIBF9qO97w/s320/Coklat.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin dulu semua orang hanya mengenal Kabupaten Pidie sebagai daerah penghasil melinjo &lt;i&gt;(boh mulieng), &lt;/i&gt;sehingga tidak jarang hasil pertanian ini kerap dijadikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh bagi orang yang bepergian ke sana. Selain itu, komoditi unggulan tersebut juga telah diekspor ke berbagai daerah di Indonesia maupun manca negara. &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Namun di balik itu semua, perlahan tapi pasti, kini masyarakat di Kabupaten Pidie mulai menghasilkan komoditi unggulan baru lainnya yang tidak kalah menjanjikan dan sangat diminati pengekspor bahan baku makanan yang ada di berbagai belahan dunia yaitu coklat (kakao).&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ulee Gunong, Kecamatan Tangse merupakan salah satu desa penghasil kakao terbesar di Pidie. Hampir semua masyarakat di desa tersebut berprofesi sebagai petani kakao, mulai dari yang hanya memiliki lahan puluhan meter hingga puluhan hektar. &lt;span lang="SV"&gt;Tanaman ini telah dikembangkan warga sejak awal tahun sembilan puluhan, di samping kopi dan durian. Meskipun pada masa konflik puluhan hektar perkebunan tersebut sempat terlantar, namun seiring perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Indonesia di Helsinki 15 Agustus 2005 lalu, kini petani sudah dapat kembali bekerja dengan aman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Perkebunan kakao kini juga telah menjadi pertanian komoditas masyarakat Ulee Gunong dan menjadi sarana perekonomian utama dalam memenuhi kebutuhan hidup penduduk yang kian lama kian meningkat. Selain perawatan yang relatif lebih mudah dibandingkan tanaman tua lainnya, kakao juga dapat dipanen hampir setiap minggu sepanjang tahun. Untuk lahan produktif yang luasnya dua hektar, pendapatan petani bisa mencapai Rp 30-40 juta/tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Meski ada sebagian masyarakat yang bekerja sebagai pegawai negeri di sejumlah instansi dan sekolah, namun mereka semua juga memiliki kebun kakao yang produktif,” kata Kepala Desa Ulee Gunong, Muhammad Usman (40).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Seiring dengan masuknya sejumlah lembaga donor ke Aceh pasca musibah tsunami 24 Desember 2004, masyarakat di dataran tinggi tersebut juga mendapatkan dampak positif yang cukup menjajikan dengan adanya bantuan pembangunan gudang sekaligus tempat pengolahan kakao dengan kualitas tinggi dari seorang pengusaha kaya di Perancis yang menyalurkan bantuan melalui kedutaan besar Perancis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;Pembangunan gudang pengolahan dan pengeringan kakao itu dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat setempat dengan biaya yang diberikan kedutaan Perancis. Dan diprediksikan pembangunan akan rampung dikerjakan pada bulan Agustus mendatang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sarimaulidin (48) penyuluh pertanian dan juga sebagai pelaksana program mengatakan, pabrik pengolahan kakao tersebut bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat petani yang kini dinilai masih sangat minim dan belum mampu memenuhi kebutuhan keluarga dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Di sini nantinya kakao akan diolah secara fermentasi atau pengeringan yang lebih baik, sehingga kadar air yang terdapat di dalam kakao akan lebih sedikit serta dapat tahan lama dibandingkan dengan cara tradisional. Jika sebelumnya petani hanya bisa mendapatkan kadar air sekitar 10 -12 persen, maka dengan sistem pengeringan yang baru meraka akan memperoleh kakao dengan kadar air delapan persen. Dan tentunya itu akan menjadikan harga yang ditawarkan juga lebih mahal, bahkan bisa mencapai Rp 25 ribu/kg,” kata Sarimaulidin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selain itu, keuntungan yang diperoleh dari proses pengeringan secara fermentasi tersebut juga akan dikembalikan kepada masyarakat petani, sehingga nantinya dapat menambah pendapatan ekonomi bagi 260 Kepala Keluarga (KK) di desa yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Beurunun itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Gudang ini adalah milik masyarakat, jadi setiap keuntungan yang diperoleh dari tempat ini juga akan dikembalikan kepada masyarakat, termasuk hasil yang diperolah dari penjulan coklat yang telah difermentasi” kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris desa setempat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Biji kakao yang nantinya telah melalui proses pengeringan tersebut direncanakan akan diekspor ke luar negeri pada bulan Sepetember mendatang, dikarenakan sejumlah pabrik coklat mulai menunjukkan niatnya untuk menampung komoditi yang dinilai memiliki kualitas yang sangat baik itu. “Dari hasil uji kelayakan tim ahli beberapa bulan lalu, mereka mengatakan jika kualitas kakao di Tangse sangat tinggi dan sangat cocok untuk diekspor, hal ini dikarenakan struktur tanah yang subur serta sistem penanaman yang tidak menggunakan pupuk kimia,” ujarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di samping pembangunan gudang, masyarakat yang bermukim di lintasan Sigli-Meulaboh tersebut juga mendapatkan dukungan dari lembaga lokal Kemang yang membantu pengembangan kebun coklat yang lebih luas dan lebih baik dengan menyediakan persediaan pangan dan bibit kepada petani mau menggarap lahannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Masyarakat yang bekerja untuk membersihkan dan mengelola kebun kakao akan diberikan bantuan pangan secara cuam-cuma, setiap harinya selama Februari mereka akan dibantu satu kilogram beras dan tiga kilogram minyak goreng, program ini bertujuan menumbuhkan minat petani dalam memperluas dan meningkatkan produksi kakao di kebun mereka sendiri,” katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Jika saat ini penduduk di Desa Ulee Gunong hanya memiliki 360 hektar lahan, maka di masa mendatang kita akan mempunyai lahan kakao yang lebih luas dengan produksi yang melimpah dan dapat ditampung oleh sejumlah investor pertanian yang masuk ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD),” tambah lelaki berkumis dan murah senyum itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;M. Husen (50) warga Ulee Gunong mengatakan, dirinya sangat senang dengan adanya dukungan dari lembaga asing dan lokal yang membantu warga dalam mengembangkan perkebunan kakao yang lebih baik serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang juga sempat mengungsi pada saat berlangsungnya konflik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Kalau kini saya hanya bisa mendapatkan penghasilan dari coklat senilai Rp 500 ribu/bulan, maka dengan adanya gudang yang mengolah biji kakao secara lebih moderen tersebut perekonomian keluarga saya juga akan lebih baik,” ungkapnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hal senada juga dikatakan Imran Ismail (35), “Ini adalah program yang cukup membantu masyarakat kami yang perekonomiannya masih rendah, dan kalau bisa pembangunan gudang dapat selesai lebih cepat dari target, sehingga harga jual kakao petani juga akan lebih tinggi dari sebelumnya,” katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ia juga mengharapkan kiranya pemerintah dan akademisi yang berkompeten di bidang pertanian dapat lebih memerhatikan mereka terutama dalam memberikan penyuluhan dan inovasi baru bagi masyarakat dalam meningkatkan produktifitas kakao, tambah Imran sembari membersihkan kebun di halaman rumah.*** &lt;b&gt;&lt;i&gt;(Acun)&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dipublikasikan di Tabloid Sipil Edisi II (April 2008)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-3531381248518060994?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/3531381248518060994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/03/saat-kakao-jadi-penopang-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/3531381248518060994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/3531381248518060994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2008/03/saat-kakao-jadi-penopang-hidup.html' title='Mencoklatkan Ulee Gunong'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_aNBSCj6vomk/R-epq0YOCEI/AAAAAAAAADM/bEIBF9qO97w/s72-c/Coklat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-3780262014090371238</id><published>2007-12-12T06:01:00.000-08:00</published><updated>2008-04-29T04:32:04.751-07:00</updated><title type='text'>Korban Konflik Tuntut Kembalikan Dana Rumah</title><content type='html'>Ratusan masyarakat korban konflik Kabupaten Aceh Tangah dan Bener Meriah, Rabu (12/12) di Banda Aceh berunjukrasa menuntut pengembalian dana pembangunan rumah bantuan yang disinyalir dikuropsi oknum tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa yang terdiri dari kaum perempuan itu menggelar aksinya pada pukul 11.30 WIB dengan mendatangi gedung DPRA dan Kantor Kejati menumpang truk dan kendaraan roda dua dari kedua daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aksinya itu mereka juga membawa sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan "Kembalikan uang rumah kami yang dikorupsi, Kami tidak akan pulang sebelum masalah ini tuntas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Rahmad Gade dalam orasinya mengatakan, pembangunan sekitar seribu unit rumah bantuan yang merupakan dana dari Badan Reintegrasi Aceh (BRA) tahun 2005/2006 itu terindikasi korupsi yang dilakukan pihak tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alokasi dana untuk pembangunan per unit unit senilai Rp35 juta, namun yang digunakan hanya sekitar Rp18 juta/unit, sehingga sekarang banyak rumah yang mulai rusak dan tidak layak huni," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unjukrasa yang diikuti ratusan korban konflik itu dimulai dari kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi NAD dan memita instansi setempat segera mengadili pelaku penyelewengan dana pembangunan rumah bantuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami minta Kejati segara mengusut oknum yang telah menyelewengan dana bantuan dan merugikan ribuan masyarakt di Aceh Tengah dan Bener Meriah," kata seorang pengunjukrasa," Zulmadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Kajati Provinsi NAD Yafizham saat menerima kunjungan korban konflik mengatakan, pihaknya berjanji akan mengusut kasus itu dan akan membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menggelar aksinya di depan Kantor Kajati, ratusan pengnjukrasa melanjutkan ke Kantor DPR Aceh guna meminta pertanggungjawaban anggota dewan dari hasil kunjungan mereka ke daerah itu lima bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana unjukrasa sempat memanas saat massa tidak menerima penjelasan dari Wakil Ketua DPR Aceh Raihan Iskandar, sehingga terjadi adu mulut antara pengunjukrasa dengan pihak legislatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal itu dapat teratasi ketika Sekretaris Komisi A DDP Aceh, Bahrum M Rasyid dapat menenangkan massa guna mencari solusi terbaik menyelesaikan permasalahan tersbebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mendengarkan penjelasan DPR Aceh untuk mencari solusi, ratusan pengunjukrasa membubarkan diri dan menyatakan akan kembali besok (13/12) guna menagih rumusan dari legislatif.&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;*** (Rizha)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Dipublikasikan di LKBNAntara, Rabu, 12 Desember 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-3780262014090371238?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/3780262014090371238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/12/korban-konfik-tuntut-kembalikan-dana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/3780262014090371238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/3780262014090371238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/12/korban-konfik-tuntut-kembalikan-dana.html' title='Korban Konflik Tuntut Kembalikan Dana Rumah'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-1657097304532105005</id><published>2007-11-01T03:27:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T04:29:10.657-07:00</updated><title type='text'>Mahasiswa minta Tapol GAM Dibebaskan</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RzZO93gAzaI/AAAAAAAAACs/MV8Xk18LQeo/s1600-h/DEMON.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131375650212466082" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 305px; CURSOR: hand; HEIGHT: 253px" height="170" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RzZO93gAzaI/AAAAAAAAACs/MV8Xk18LQeo/s320/DEMON.jpg" width="314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ratusan mahasiswa di Banda Aceh, Kamis (1/11) mengelar unjukrasa di gedung DPR Aceh dan Depkum HAM mendesak Pemerintah Indonesia membebaskan sembilan narapidana politik (napol) GAM yang masih mendekam di sejumlah Lembaga pemasyarakatan (LP) di Sumatera dan Jawa.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Kami mendesak pemerintah Indonesia segera membebaskan sembilan napol Aceh yang kini masih ditahan disejumlah penjara di pulau Jawa dan Medan," kata Juru bicara aksi Mahasiswa bersama rakyat untuk pembebesan napol Aceh, M Redha Fahlevi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan napol mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut masing-masing T. Ismuhadi Jafar, Irwan bin Ilyas, Ibrahim Hasan, Nurdin, Dinan Subardiman, Iwan Setiawan, Zul Ramli, Hamdani dan Mahyuddin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Redha Fahlevi, berdasarkan MoU Helsinki, seluruh tapol dan napol mantan GAM yang ditahan pada masa konflik Aceh akan dibebaskan selambat-lambatnya 15 hari setelah penandatanganan kesepakatan damai antara Pemerintah Indonesia dan GAM, 15 Agustus 2005. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"MOU telah ditandatangani sejak 15 Agustus 2005 lalu, dan kini telah memasuki tahun ketiga. Tapi kenapa tspol/nspol Aceh belum seluruhnya dibebaskan," tegasnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada alasan logis bagi pemerintah untuk tidak membebaskan kesembilan napol tersebut karena pihak GAM secara institusional belum pernah menyebutkan kesembilan tapol itu bukan anggota mereka, tambahnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aksi yang diikuti sekitar lima ratus mahasiswa itu dimulai dengan long march dari taman kota Banda Aceh menuju gedung DPR Aceh dengan membawa sejumlah selebaran, spanduk, dan poster yang antara lain bertuliskan "Demi perdamaian bebaskan tapol/napol Aceh, bebaskan saudara kami dan Jangan khianati MoU Helsinki". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Usai menggelar orasi selama lima belas menit di DPR Aceh, para pengunjukrasa melanjutkan aksinya dengan melakukan long march menuju Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi NAD.&lt;br /&gt;Di Kanwil Hukum dan HAM para pengunjukrasa kembali berorasi serta mendesak kepala Kanwil Hukum dan HAM Provinsi NAD T Darwin untuk keluar dan menemui mahasiswa yang berunjukrasa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketegangan sempat terjadi saat T Darwin tidak kunjung menemui mahasiswa meskipun mereka telah menunggu hampir satu jam di depan kantor tersebut. Namun akhirnya ketegangan itu mereda ketika diberitahuan T Darwin akan segera menemui mahasiswa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan di halaman kantor pengunjukrasa meminta T Darwin untuk menghubungi Menteri hukum dan HAM Andi Matalata dan mendengarkan langsung tuntutan mahasiswa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat dihubungi Menteri tidak bisa berbicara lama karena sedang rapat. Sehingga diambil solusi dalam waktu dekat Kanwil Hukum dan HAM Provinsi NAD dan perwakilan mahasiswa akan menemui menteri Hukum dan HAM di Jakarta. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Usia mendengarkan keputusan akhir tersebut, ratusan pengunjukrasa membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat.*** &lt;strong&gt;Rizha&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dipublikasikan LBKN Antara, Kamis 1 November 2007&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-1657097304532105005?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/1657097304532105005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/11/mahasiswa-aceh-desak-pembebasan-napol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/1657097304532105005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/1657097304532105005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/11/mahasiswa-aceh-desak-pembebasan-napol.html' title='Mahasiswa minta Tapol GAM Dibebaskan'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RzZO93gAzaI/AAAAAAAAACs/MV8Xk18LQeo/s72-c/DEMON.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-8440388164695010118</id><published>2007-10-27T08:17:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T04:25:52.252-07:00</updated><title type='text'>Banjir Lagi... Banjir Lagi...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPbYM_uEhI/AAAAAAAAAAg/XJMxhbyH4U8/s1600-h/S4020184.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126182009729585682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 297px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 224px" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPbYM_uEhI/AAAAAAAAAAg/XJMxhbyH4U8/s320/S4020184.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Hujan lebat yang akhir-akhir ini mengguyur hampir seluruh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) telah mengakibatkan banjir di beberapa kabupaten/kota. Bahkan dua orang meninggal dunia terseret arus banjir di kabupaten Aceh Selatan. Akankah ini menjadi “tradisi yang harus dirayakan” rakyat Aceh? &lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Masih kental diingatan kita bagaimana dahsyatnya musibah banjir bandang di Aceh Tamiang akhir Desember 2006 lalu. Puluhan nyawa melayang. Rumah pun rata diseret arus banjir. Apalagi ladang tempat para petani mencari nafkah, yang dulunya di tanami tanaman jeruk, langsat dan tanaman lainnya ludes ditelan banjir. tidak ketinggalan ternak milik masyarakat setempat pun ikut hanyut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Sebelum di Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tenggara juga pernah terjadi banjir banding, disusul kemudian &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Sabang. Di kedua Kabupaten ini musibah tersebut turut merenggut korban jiwa maupun harta benda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Diakui atau tidak, salah satu sebab terjadinya banjir dikarenakan banyak pohon di hutan Aceh yang ditebang sembarangan tanpa ada penanaman kembali. Pohon yang seharusnya berfungsi sebagai penahan/penyerap air disaat hujan, telah dibabat oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Banjir yang melanda hampir di seluruh provinsi NAD dinilai juga terjadi akibat proses percepatan rehab dan rekon yang “tidak ikhlas” dari pihak yang bertanggung jawab, dalam hal ini Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;BRR merupakan lembaga yang dibentuk langsung oleh pemerintah pusat karena terjadinya musibah gempa dan tsunami Desember 2004 lalu di Aceh dan Nias. Banyaknya negara asing yang membantu Aceh dan Nias tanpa ada yang mengontrol, memaksa pemeritah membentuk badan tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;BRR juga diamanahkan untuk secepatnya menyelesaikan rehab dan rekon di berbagai sektor di Aceh dan Nias. Seluruh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) baik lokal maupun asing yang tunduk kepada BRR. Pemerintah memberi target penyelesaian proses rehab rekon hingga tahun 2009 kepada BRR dan sejumlah LSM/NGO asing untuk menuntaskan programnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Ke-tidak ikhlasan dari tiga pihak yang penulis nilai bertanggung jawab (Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan BRR NAD-Nias) pun mulai ditampakkan. Aksi protes terlihat mengiringi kebijakan Menteri Kehutanan (Menhut) mengenai tambahan kuota tebang kayu di Aceh tahun 2006 yang sepuluh kali lebih besar dibanding sebelumnya. Alasan Menhut menambah kuota tersebut untuk mendukung rehab dan rekon Aceh di masa mendatang. Beruntung kebijakan itu ditentang oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk anggota DPRD Nanggroe Aceh Darussalam. Bahkan Asrul Abbas, dari Fraksi PAN menilai kebijakan Menhut ini telah melukai hati rakyat Aceh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Belum lagi masalah masih banyaknya korban gempa dan tsunami yang belum memiliki rumah dan terpaksa &lt;em&gt;menginap&lt;/em&gt; di Hunian Sementara (HUNTARA). Padahal uang yang ada di BRR sangat banyak. Terlebih lagi target yang diberi pemerintah untuk BRR menyelesaikan misinya hanya tinggal beberapa saat lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Pencurian kayu di hutan Aceh bukan hal yang tidak mungkin terjadi akibat tuntutan target dan banyaknya kayu yang dibutuhkan untuk membangun ratusan ribu rumah warga, gedung sekolah, puskesmas, perahu dan boat nelayan yang hancur maupun rusak akibat gempa dan tsunami dua tahun silam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Kalau memang kebutuhan kayu yang demikian banyak, namun hutan Aceh tak boleh ditebang, lalu dari mana “emas hitam” itu akan diperoleh?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Irwandi Yusuf, sebelumnya juga telah menetapkan &lt;em&gt;moratorium loging&lt;/em&gt; untuk seluruh kawasan hutan Aceh dengan pemberian sanksi tagas kepada siapapun dan dari komponen manapun yang ingin merambah &lt;em&gt;keperawanan&lt;/em&gt; hutan Aceh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Hal itu dilakukan Gubernur untuk mewujudkan kembali keindahan hutan, keseimbangan alam serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam yang lebih besar di masa mendatang di &lt;em&gt;Negeri Tanah Rencong&lt;/em&gt; ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Meskipun berbagai kebijakan telah dicanangkan oleh pihak eksekutif dan legislatif di Provinsi NAD, namun musibah banjir masih saja terjadi tiap tahunnya. Sedihnya lagi, bukan hanya lumpur dan bebatuan yang dibawa banjir, tapi gelondongan kayu berukuran kecil maupun besar juga ikut dibawa arus dan menghantam rumah-rumah penduduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Saat ini kita hanya bisa berharap kejadian yang serupa tidak terulang lagi di Aceh. Tentunya hal itu hanya dapat terwujud jika seluruh komponen di Aceh mampu menerima komitmen bersama (moratorium loging) dengan ikhlas dan penuh tanggungjawab. Semoga!!! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-8440388164695010118?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/8440388164695010118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/banjir-lagi-banjir-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/8440388164695010118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/8440388164695010118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/banjir-lagi-banjir-lagi.html' title='Banjir Lagi... Banjir Lagi...'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPbYM_uEhI/AAAAAAAAAAg/XJMxhbyH4U8/s72-c/S4020184.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-3092644723508505100</id><published>2007-10-25T05:07:00.000-07:00</published><updated>2008-04-27T23:08:09.957-07:00</updated><title type='text'>Ulama Aceh Desak Pemerintah Tindak Tegas Al-Qiyadah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPeUs_uEkI/AAAAAAAAAA4/yudscd_NmuA/s1600-h/sesat.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126185248134926914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 134px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 205px" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPeUs_uEkI/AAAAAAAAAA4/yudscd_NmuA/s320/sesat.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejumlah Ulama di Indonesia termasuk Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mendesak pemerintah pusat untuk segera menindak tegas setiap ajaran sesat yang masuk ke Indonesia dan mencoba mempengaruhi aqidah umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Kita minta pemerintah pusat untuk segera menangkap dan mengadili penyebar aliran sesat seperti Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang telah masuk ke bebebapa daerah di Indonesia," kata Ketua MPU NAD, Prof.Dr. Muslim Ibrahim MA di Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menurut dia, Al-Qiyadah Al-Islamiyah jelas telah menyiarkan ajaran sesat kepada masyarakat karena dalam ajarannya mereka tidak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, melainkan memilih rasul lainnya yaitu Ahmad Moshaddeq alias H. Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Dalam Al-Qur'an telah jelas jika Nabi Muhammad merupakan rasul terakhir umat Islam, dan barang siapa yang mengatakan dirinya rasul setelah itu berarti telah sesat dan harus ditumpas. Dan bagi mereka yang sudah telanjur mengikutinya kita imbau untuk segera kembali kepada Al-Quran dan Hadits," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Selain itu, aliran baru itu juga tidak mewajibkan shalat, puasa dan haji, karena pada abad ini masih dianggap tahap perkembangan Islam awal sebelum akhirnya terbentuk Khilafah Islamiyah. Aliran tersebut juga mengenal penebusan dosa dengan menyerahkan sejumlah uang kepada al-Masih al-Mau`ud.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Ketua MPU juga menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Aceh untuk lebih peka terhadap setiap ajaran baru yang mencoba masuk dalam kehidupan masyarakat, serta segera melaporkan jika dijumpai adanya ajaran sesat yang masuk ke pihak yang berwenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Kita minta masyarakat untuk lebih hati-hati menerima golongan yang mencoba menyiarkan ajaran baru, dan bila ada agar segera melaporkan ke pihak berwenang seperti MPU atau MUI, untuk selanjutnya diteruskan kepada pemerintah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebelumnya, MUI mengeluarkan fatwa bahwa Aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah adalah sesat. Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Ma'ruf Amin, menegaskan, aliran ini berada di luar Islam, dan orang yang mengikutinya adalah murtad (keluar dari ajaran Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi mereka yang sudah telanjur mengikutinya diminta bertobat dan segera kembali kepada ajaran Islam yang sejalan dengan Quran dan hadits," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUI juga mendesak pemerintah melarang penyebaran paham baru tersebut serta menindak tegas pemimpinnya. Aliran tersebut telah terbukti menodai dan mencemari ajaran Islam karena mengajarkan sesuatu yang menyimpang dengan mengatasnamakan Islam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah didirikan oleh Ahmad Moshaddeq alias H Salam sejak 23 Juli 2006. Ia mengaku mendapat wahyu dari Allah dan mengaku sebagai Rasul menggantikan posisi Muhammad SAW setelah bertapa selama 40 hari 40 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kitab Suci yang digunakan adalah Alquran, tetapi meninggalkan hadits dan menafsirkannya sendiri. Aliran itu juga mengajarkan Syahadat baru, yakni "Asyhadu alla ilaha illa Allah wa asyhadu anna Masih al-Mau`ud Rasul Allah", di mana umat yang tidak beriman kepada "al-Masih al-Mau`ud" berarti kafir dan bukan muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dakwah aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah kini telah menyebar ke beberapa provinsi di Indonsia, antara lain di Jawa Barat, Jakarta, Yogyakarta, dan kini tercatat ribuan orang telah menjadi pengikut ajaran tersebut.*** &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;(Rizha)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;Dipublikasikan di LKBN ANTARA &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-3092644723508505100?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/3092644723508505100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/ulama-desak-pemerintah-tindak-tegas.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/3092644723508505100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/3092644723508505100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/ulama-desak-pemerintah-tindak-tegas.html' title='Ulama Aceh Desak Pemerintah Tindak Tegas Al-Qiyadah'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPeUs_uEkI/AAAAAAAAAA4/yudscd_NmuA/s72-c/sesat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-6805994188299333046</id><published>2007-10-10T13:30:00.001-07:00</published><updated>2008-04-27T22:48:38.621-07:00</updated><title type='text'>Belajar di Tumpukan Sampah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPdIM_uEjI/AAAAAAAAAAw/UgLXvYtr-2g/s1600-h/pemu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126183933874934322" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 211px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 228px" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPdIM_uEjI/AAAAAAAAAAw/UgLXvYtr-2g/s320/pemu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="7255735630826350190"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;em&gt;“Ngak ada uang untuk melanjukan sekolah. Jadi, lebih baik mengisi waktu dengan menjual barang-barang bekas seperti ini aja”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Guyuran keringat dan bau tak sedap seakan tak menghalagi tekatnya dalam megais sedikit uang untuk melanjutkan hidup. Meskipun terkadang harus tersengat panasnya matahari dan derasnya hujan, namun remaja berambut ikal dan bertubuh kurus ini tetap tagar berebut rezeki bersama lalar yang memenuhi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kampung Jawa, Kota Banda Aceh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Usma Daud (16), demikianlah nama anak berkemeja lusuh dan jeans biru itu. Remaja asal Krueng Gukuh, Kabupaten Aceh Utara ini telah menjalani profesinya sebagai pemulung hampir setahun yang lalu. Dia terpaksa meninggalkan bangku pendidikan dan keluarganya untuk membantu perekonomian keluarga yang semakin terjepit.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Ngak ada uang untuk melanjukan sekolah. Jadi, lebih baik mengisi waktu dengan menjual barang-barang bekas seperti ini aja,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Usma sempat bersekolah satu tahun di salah satu SMA negeri di Aceh Utara, namun dikarenakan kondisi perekomian orang tua yang semakin terjepit, dia pun terpaksa untuk mengurungkan niatnya menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut. Meskipun sebenarnya dia sangat menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Kalau di kampung terus, paling hanya akan memberatkan orang tua. Tapi, di sini saya bisa membiayai semua sendiri, dan bahkan barang bekas pun bisa jadi uang,” ujarnya seraya membersihkan radio bekas yang ditemukan diantara tumpukan sampah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanyakan apakah dia masih ingin melanjutkan pendidikan jika ada yang mau membiayai sekolahya dikemudian hari, kata Usma, hal itu telah menjadi harapannya sejak dulu, dan dia juga merasa sangat sedih ketika dia baru merasakan pendidikan di sekolah menengah, ternyata harus kandas dan berhenti ditengah jalan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang tidak ingin menyelesaikan sekolah bersama teman-teman di kampung, apalagi jika bisa sampai perguruan tinggi hingga memperoleh gelar sarjana. Tapi semua itu kini hanya menjadi kenangan dan harapan saja bagi saya,” ungkapnya seraya mengenang saat ia masih bersekolah dulu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di sebuah kafe di sudut Kota Banda Aceh, Ramlan (11) anak bercela merah dan bersandal butut senantiasa membawakan tas plastik dan sejumlah amplove untuk diserahkan kepada sejumlah pengunjung yang datang. Saban harinya hal itu dilakukannya untuk mengharapkan sedikit belas kasihan dari masyarakat yang bercegkrama dan menikmati hidangan yang disugukan pelayan kafe.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak yang seharusnya sedang indah menikmati waktu bermain dan belajar dengan teman-teman sebayanya, kini terpaksa harus membantu kebutuhan ekonomi keluarga dengan menjadi pengemis di sejumlah tempat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Setiap hari saya mengimis dari pagi hingga malam hari, itung-itung untuk tambah uang jajan dan bantu orang tua,” katanya seraya tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Usma Daud dan Ramlan hanyalah segelintir dari ribuan anak Aceh yang tidak dapat melanjutkan pendidikan dan harus rela bekerja serta meninggalkan masa-masa yang seharusnya dihabiskannya untuk belajar di seklah-sekolah. Di berbagai tempat lainnya, baik persimpangan jalan maupun kefe-kefe dan rumah makan senantiasa masih tampak tampak ratusan anak-anak Aceh lainnya yang menghabiskan kesehariannya dengan menjadi gepeng (gelandangan dan pengemis).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di tengah banyaknya lembaga donor dalam dan luar negeri yang menghamburkan bantuannya ke Aceh dan triliyunan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) per tahunnya, namun di sisi lain masih ada anak-anak Aceh yang belum dapat “mencicipi” dunia pendidikan.***&lt;strong&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Rizha&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dipublikasikan di&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Tabloid Lintas Nol Edisi I (September)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-6805994188299333046?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/6805994188299333046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/belajar-di-tumpukan-sampah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/6805994188299333046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/6805994188299333046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/belajar-di-tumpukan-sampah.html' title='Belajar di Tumpukan Sampah'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPdIM_uEjI/AAAAAAAAAAw/UgLXvYtr-2g/s72-c/pemu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-4550395617329345576</id><published>2007-10-10T13:28:00.002-07:00</published><updated>2008-04-27T22:45:57.666-07:00</updated><title type='text'>Kelapa Muda Menu Favorit Berbuka di Banda Aceh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPcY8_uEiI/AAAAAAAAAAo/0jTMAntSQGM/s1600-h/kelapa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126183122126115362" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 217px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 205px" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPcY8_uEiI/AAAAAAAAAAo/0jTMAntSQGM/s320/kelapa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;oleh: Fachrur Rizha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suasana ramai senantiasa mewarnai pinggiran jalan raya di Kota Banda Aceh sepanjang Ramadhan. Keramaian masyarakat yang ingin membeli air kelapa muda untuk menu berbuka puasa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Air kelapa muda kini seakan menjadi menu "wajib" berbuka puasa di kalangan masyarakat, sehingga memadati tempat-tempat pedagang kepala muda di bulan yang penuh rahmah ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat merasakan seakan hanya air kelapa muda yang menghapuskan dahaga setelah sehari berpuasa, meskipun tidak sedikit menu berbuka lainnya ditawarkan pedagang musiman daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang warga Banda Aceh, Yusmahdi, mengatakan air kelapa muda merupakan minuman segar yang menjadi salah satu minuman favorit berbuka puasa bagi anggota keluarganya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Bertahun-tahun kami menjadikan air kelapa muda yang dicampur sirup manis dan jeruk nipis sebagai minuman berbuka puasa," ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sementara Nuraini mengaku seluruh anggota keluarganya menggemari kelapa muda. Untuk memenuhi hasrat tersebut, dia harus membeli empat sampai lima buah dalam sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pedagang air kelapa muda terlihat hampir setiap sudut kota Banda Aceh seperti Jalan T Nyak Arief, Teuku Umar, Daud Bereueh, T Nyak Makam, Panglima Polem dan Diponegoro. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahan bakunya mereka datangkan dari Banda Aceh, kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), seperti Aceh Besar, Pidie, Bireuen dan Aceh Utara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang pedagang Syukur mengatakan, permintaan terhadap kalapa muda terhitung tinggi sepanjang Ramadhan 1428 Hijriyah, namun di sisi lain menjadi peluang usaha bagi masyarakat setempat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dia mengaku bahwa menjadi pedagang air kelapa muda di bulan puasa bukan profesi yang digelutinya selama ini. Itu hanya sebagai upaya mencari tambahan rezeki meski harus hijrah dari daerah asalnya, Pidie. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Biasanya saya berdagang di pasar tradisional Sigli, tapi selama Ramadhan ini saya mencoba berjualan kelapa muda di Banda Aceh," ujarnya seraya mengupas kelapa permintaan pembeli. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Luar Banda Aceh&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para pedagang mempasok kelapa muda dari sejumlah kabupaten/kota untuk memenuhi permintaan masyarakat yang berdominsili di ibukota Provinsi NAD, Banda Aceh itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pedagang menyatakan mereka terpaksa mendatangkan kelapa muda dari daerah lain seperti Kabupaten Pidie dan Bireuen karena persediaannya di Banda Aceh sangat kurang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemasok kelapa muda asal Pidie Jamaluddin menyatakan setiap hari rata-rata 500-700 butir didatangkan ke Banda Aceh untuk selanjutnya dijual ke sejumlah pedagang musiman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Sejak pertama Ramadhan, saya sudah mendatangkan lebih 9.000 butir kelapa muda dari Pidie. Permintaan kelapa muda bulan puasa 2007 lumayan besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Besarnya permintaan konsumen di Banda Aceh dan sekitarnya menyebabkan mulai menipisnya persediaan kelapa muda di Kabupaten Pidie dan Bireuen. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Jika permintaan terus meningkat, diperkirakan hingga beberapa hari mendatang pasokan kelapa muda akan semakin menipis, sebab persediaannya kini berkurang di Pidie dan Bireuen," kata Jamaluddin. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Harga meningkat&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Harga jual kelapa muda meningkat dari biasanya, bahkan ada pedagang yang menjual meningkat dua kali lipat dari harga sebelum puasa. Peningkatan harga tersebut sesuai dengan hukum ekonomi yang berlaku di tingkat pedagang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pedagang kepala Syamsul menjelaskan, harga kelapa muda mengalami kenaikan mencapai 100 persen dibanding sebelumnya. Harga kepala muda kini berkisar Rp3.500-Rp5.000/buah dari sebelumnya Rp2.000-Rp2.500/buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Harga kelapa muda saya jual dengan harga Rp4.000/buah, namun sebagian penjual ada juga yang menjual hingga Rp5.000/buah," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga kelapa muda itu selaras meningkatnya permintaan konsumen, sementara persediaan lokal (Aceh Besar dan Banda Aceh) terbatas, namun dapat diantisipasi dengan mendatangkan dari Pidie dan Bireuen. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Biaya transportasi yang harus dikeluarkan untuk mendatangkan kelapa muda sangat mahal di bulan Ramadhan seperti ini. Jadi wajar bila harga kelapa muda yang dijual pedagang sedikit mahal," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, ongkos angkut menjadi salah satu penyebab tingginya harga jual kelapa muda di Banda Aceh. Kalau dulu pasokannya Aceh Besar, sekarang harus didatangkan dari Kabupaten Pidie dan Bireuen, tambahnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Usaha menjual kelapa muda sepanjang bulan suci Ramadhan menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan masyarakat setempat, karena selain sangat digemari juga mendukung ekonomi keluarga. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kelapa muda kini menjadi menu buka puasa favorit di kalangan masyarakat muslim, khususnya di Banda Aceh dan itu bukan berarti menu lainnya tidak disenangi&lt;strong&gt;&lt;em&gt;.***(Rizha/LKBN Antara)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-4550395617329345576?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/4550395617329345576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/kelapa-muda-menu-favorit-berbuka-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/4550395617329345576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/4550395617329345576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/kelapa-muda-menu-favorit-berbuka-di.html' title='Kelapa Muda Menu Favorit Berbuka di Banda Aceh'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPcY8_uEiI/AAAAAAAAAAo/0jTMAntSQGM/s72-c/kelapa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-1719109240445574011</id><published>2007-10-10T13:28:00.001-07:00</published><updated>2008-04-27T22:40:52.668-07:00</updated><title type='text'>Mempantikan Anak Jalanan Aceh</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Walaupun kemampuan Dinas Sosial terbatas, namun kami berupaya semaksimal mungkin untuk mendata anak-anak jalanan”&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Usaha pemerintah untuk membangun kembali sektor pendidikan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) seakan belum mencapai target memuaskan.. &lt;/span&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Hal ini seakan luput dari perhatian pemerintah. Banyaknya anak jalanan, membuktikan lemahnya perhatian lembaga pemerintahan dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di Aceh. Sehingga mereka lebih memilih jalan hidup sendiri dengan berkeliaran di jalanan untuk menggais rezeki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Menurut catatan&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;Dinas Sosial Propinsi Naggroe Aceh Darussalam, di tahun 2004 jumlah anak terlantar mencapai 5000 jiwa. Hal itu disebabkan berbagai faktor, antara lain kehilangan orang tua atau terpisah dengan kelurga, atau bahkan ada pula yang trauma karena kekerasan. Ribuan anak terlantar ini berada dalam situasi stres, trauma fisik dan mental. Banyak di antaranya yang tidak dapat mengikuti pendidikan di berbagai sekolah di Aceh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Dinas Sosial yang berperan aktif mengatasi permasalahan anak terlantar dalam hal ini berupaya agar anak jalanan yang masih usia sekolah, bisa melanjutkan pendidikan sesuai dengan tingkat jenjang pendidikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;”Walaupun kemampuan Dinas Sosial terbatas, namun kami berupaya semaksimal mungkin untuk mendata anak-anak jalanan. Ini sebagai upaya untuk menampung anak jalanan di perpantian dengan memberikan pelayanan kesehatan, ekonomi dan pendidikan, baik formal maupun nonfolmal,“ ungkap Ilyas, wakil Dinas Sosial NAD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Ilyas menambahkan, meningkatnya jumlah anak jalanan di Kota Banda Aceh pasca tsunami, diperparah dengan kondisi sosial ekonomi yang masih tertinggal di tingkat pedesaan. Sehingga mereka (anak jalanan-red) terpaksa menadahkan tangan untuk memenuhi kehidupan ekonomi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Namun pada saat disinggung tentang masih adanya anak-anak jalanan yang tidak terdata oleh Dinas Sosial, sehingga mereka tidak mendapat sarana pendidikan yang layak dari pemerintah. Wakil Kepala Dinas Sosial berkilah, bahwa selama ini pihaknya telah melakukan razia terhadap anak jalanan untuk dipantikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;“Sebenarnya permasalahan demikian ada pada anak jalanan itu sendiri. Pihak Dinas Sosial bekerja sama dengan Dinas Perkotaan, pernah melakukan razia terhadap anak-anak jalanan. Dengan maksud anak jalanan yang terjaring dalam razia akan dipantikan agar mendapat pendidikan yang layak. Namun mereka terkesan menghindar pada saat dilakukan razia,“ tegasnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Dalam perundang-undangan Negara Republik Indonesia disebutkan, “anak jalanan dan fakir miskin dipelihara oleh Negara.“ Hal ini sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945, pasal 34 ayat 1 tentang perlindungan anak. Serta dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002, pasal 9 ayat 1 juga disebutkan tentang hak dan kewajiban anak. “Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya.“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Dan ayat 2 “khusus bagi anak yang penyandang cacat juga berhak memperoleh pendidikan luar biasa. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sedangkan bagi anak yang memiliki keunggulan juga berhak mendapat pendidikan khusus. Untuk menjaga dan menjalankan peraturan yang telah diamanatkan sesuai dengan UUD 1945 dan&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindunagn anak, maka Negara dan pemerintah yang bertanggung jawab untuk melaksanakan amanat UU ini membentuk sebuah Lembaga Negara yakni Dinas Sosial (Dinsos).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sementara itu, Ketua penanganan masalah anak jalanan Dinas Sosial NAD, Mahdani mengemukakan, anak jalanan yang tidak mau dipantikan mereka hanya diberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah. Pihak Dinas Sosial bekerjasama dengan pusat kajian perlindungan anak, yayasan anak bangsa serta International Labour Organization (ILO) telah melakukan pendataan anak-anak jalanan di seluruh Aceh, untuk memastikan apakah mereka yang menerima bantuan ini benar-benar melanjutkan sekolah apa tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mahdani menambahkan, dinas sosial melakukan berbagai upaya untuk menangani masalah anak jalanan. “Kami telah berusaha semampu kami. Selain itu, kami juga melakukan kerja sama dengan Japan International Cooperatiaon Syestems (JICS) untuk mendirikan rumah sejahtera anak jalanan,“ ungkapnya.&lt;b&gt;***&lt;i&gt;Jufri/Rizha &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dipublikasikan di Tabloid Lintas Nol Edisi I (September)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-1719109240445574011?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/1719109240445574011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/mempantikan-anak-jalanan-aceh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/1719109240445574011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/1719109240445574011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/mempantikan-anak-jalanan-aceh.html' title='Mempantikan Anak Jalanan Aceh'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-7780651928482939564</id><published>2007-10-10T13:26:00.000-07:00</published><updated>2008-04-27T22:33:08.156-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Aceh Butuh Kualitas Bukan Kuantitas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPhes_uEmI/AAAAAAAAABI/xvdQI39LXlg/s1600-h/darni.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126188718468502114" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 125px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 126px" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPhes_uEmI/AAAAAAAAABI/xvdQI39LXlg/s320/darni.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;Dunia pendidikan merupakan sektor terpenting dalam pembangunan suatu daerah, karena kunci kemajuan tersebut sangat tergantung dari sejauh mana pendidikan itu diperhatikan. Demikian pula halnya dengan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang kini mendapatkan perhatian yang cukup banyak dari berbagai pihak pasca musibah tsunami 26 Desember 2004 dan perjanjian damai Helsingki 15 Agustus 2005.&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan upaya apa saja yang harus dilakukan untuk pendidikan di Aceh, Dr. Darni M Daud, MA, pakar ilmu pendidikan yang juga Rektor Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, menuturkan kepada &lt;i&gt;Lintas Nol&lt;/i&gt;. Berikut kutipan wawancara dengan orang nomor satu di Unsyiah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;Menurut bapak sebagai pakar pendidikan, bagaimana perkembangan dunia pendidikan Aceh saat ini?&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Saya melihat dunia pendidikan Aceh sedang memasuki titik transitional, dalam pengertian sedang mengalami masa perubahan, namun kalau semua ini bisa di kelola dan diatur dengan benar maka akan menjadi lebih baik di masa mendatang. Tapi, manakala ini tidak jelas arahnya, maka akan terjadi perbenturan antara satu komponen dengan komponen lain yang akhirnya menjadikan dunia pendidikan kita semakin membingungkan dan tiada arah.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;langkah apa yang harus dilakukan untuk memajukan dunia pendidikan kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kitalah yang sangat&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;menentukan&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;praktisi dunia pendidikan ke depan. Karena seperti diketahui sekarang, banyak pihak yang memberikan perhatiannya dan bantuan sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia dan sebagainya. itu semua bermuara pada kita untuk meningkatkan mutu pendidikan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Jadi kalau tingkat pendidikan dasar, menengah sampai tingkat pendidikan tinggi&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;jangan hanya&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;tergantung pada potensi dan harapan mereka . Tapi juga sangat tergantung bagaimana kita memberikan perhatian dan di atas semua itu yang paling penting jangan mempolitisir dunia pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Sejauh mana pengaruh konflik dan tsunami terhadap dunia pendidikan di Aceh?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Kita lihat sebelum tsunami dan konflik, yang sangat kental pada waktu itu hanyalah perasaan was-was dengan konsep pencerahan yang akan digalakkan di berbagai universitas dan sekolah di Aceh. Namun pasca tsunami, Aceh menjadi wilayah terbuka dengan sendirinya dan kekhawatiran masa lalu pun menjadi hilang. Apalagi setelah adanya MoU damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah 15 Agustus 2005 yang akhirnya membawa kedamaian yang senantiasa dinantikan seluruh masyarakat di Aceh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Perubahan apa saja yang tampak dari masyarakat?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Memang terdapat perbedaan yang cukup signifikan, ditandai oleh beberapa kesuksesan dalam dunia pendidikan yang sudah mulai&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;terlihat sekarang ini dan cukup penting juga ternyata kalau ada sekolah-sekolah yang bagus atau sekolah yang menawarkan program cukup baik.&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;Masyarakat kita mulai sadar untuk menyekolahkan anaknya ke sana. Tapi dalam sisi lain memang ada juga masyarakat yang sangat berat dan inginnya hanya sekolah gratis, Seolah-olah mereka tidak makan. Ini&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;suatu persepsi yang keliru saya kira.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Di Amerika misalnya, partisipasi masyarakat di sana untuk membangun pendidikan itu cukup gigih dan cukup pesat sekali. Mereka mewakafkan harta untuk dunia pendidikan. Tapi, kalau kita di sini sebaliknya, masih banyak masyarakat yang mampu, namun selalu mencari pendidikan yang gratis. Sedangkan untuk kebutuhan lainnya seperti beli handphone baru, mereka mau memberikan uang lebih untuk anaknya. Hal inilah yang sangat kita sayangkan dalam dunia pendidikan saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Lalu, bagaimana dengan banyaknya sekolah-sekolah bantuan asing?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Kehadiaran mereka di Aceh bertujuan untuk membangun sekolah, saya kira hal ini telah memberikan pencerahan bagi masyarakat bagaimana pendidikan harus dibangun. Bagaimana pastisifasi masyarakat untuk ditumbuh kembangkan, saya kira ini pastisipasi yang cukup positif. Meskipun tentunya ada aspek-aspek negatif. Namun semua itu sangat tergantung dari kontrol masyarakat dan pemerintah Aceh sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Namun untuk menyekolahkan anaknya di sekolah asing dan favorit juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit, ini bagaimana?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Ada yang mengatakan bagaimana dengan mereka yang dari komponen kurang mampu, inilah peran pemerintah memberi bantuan itu. Jadi saya tidak melihat pemikiran yang propertif. Istilah Mahatir Mohamad, bukan pemikiran pemuda&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;yang propertif kalau semua ingin bebas biaya. Yang saya pikir, sebaiknya keluarga yang mampu harus memberikan bantuan lebih untuk&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;pendidikan, toh nantinya dapat membantu masyarakat keluarga yang dari kurang mampu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Kita sekarang ini terkadang salah kaprah. Semua mau bebas, anak orang kaya yang memiliki mobil lima dirumahnya atau perusahaan pun mau melakukan demo minta SPP gratis. Kalau maunya &lt;i&gt;free&lt;/i&gt; bagaimana kita bisa meningkatkan mutu pendidikan Aceh. Dalam kontek global, masyarakat menginginkan mutu lebih baik,&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;tapi di sisi lain mereka tidak&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;mau mengeluarkan biaya. Padahal dimanapun yang namanya pendidikan itu tidak terlepas dari modal dan butuh dana. Inilah yang saya kira perlu dijadikan pemahaman. Dan pemahaman ini hendaknya harus dilakukan segera, jangan ditunggu, karena kalau sudah terlambat nantinya baru sadar jika kita sudah tertinggal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Jadi, gartis bagaimana yang sebenarnya dimaksudkan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Pendidikan gratis yang di gembar-gemborkan itu saya kira bukan gratis dalam artinya keseluruhan, tetapi juga membutuhkan beli buku atau perlengkapan praktikum yang lebih baik. Nah, coba kita lihat perguruan tinggi misalnya. Mahasiswa inginnya &lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;membayar uang kuliahnya itu paling rendah di dunia. Tapi di sisi lain kan kita ini juga butuh berbagai tambahan fasilitas. Karena bagaimanapun dunia pendidikan itu butuh dana, dan anak-anak sendiri itu butuh buku, butuh fasilitas dan sarana pendukung lainnya untuk memperluas cakrawala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Lalu, dengan kondisi dan kesejahteraan guru di Aceh saat ini sendiri bagaimana?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Pendidikan yang baik bukan sekedar meningkatkan mutu saja, tapi juga membarikan kesejahteraan bagi tenaga pengajar, dan saya pikir ini sisi bagus yang harus diperhatian dan perlu didukung semua pihak. Serta tidak beranggapan ini semua urusan pemerintah semata, tetapi dalam hal ini masyarakat juga tidak bisa bebas dari tanggung jawab ini. Sebab bagaimanapun menurut undang-undang dan kebutuhan guru, pemerintah dan masyarakat juga harus memberikan partisipasi yang optimal. Jadi kondisi sekarang masih belum optimal seperti yang kita harapkan. Tetapi harapan kita ya setidaknya guru untuk ke dapan dapat memproleh kesejahteraan yang lebih baik. Sehingga tidak dijumpai lagi guru yang harus hidup di bawah garis kemiskinan.&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Kita lihat saat ini terjadi perbedaan fasilitas antara sekolah di desa dengan di kota, ini bagaimana?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Nah inilah tugas pemerintah dan berbagai pihak yang berperan dalam bidang pendidikan. Jadi, kalau ada bantuan jangan dialokasikan untuk satu daerah saja, tapi juga memerlukan adanya kesetaraan dengan daerah-daerah lainnya, termasuk wilayah terpencil. Inilah sebabnya kenapa penting pemetaan secara baik di sekolah-sekolah di seluruh Aceh. Sehingga nantinya masyarakat di seluruh Provinsi NAD dapat menempuh pendidikan dengan fasilitas dan mutu yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Dengan semakin banyaknya bantuan dari lembaga donor dalam maupun luar negeri, maka secara tidak langsung jumlah sekolah di Aceh terus bertambah. Apakah hal ini akan mempengaruhi efektivitas pendidikan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Saat ini di satu desa saja ada yang dibangun sekolah dasar lebih dari satu, padahal saya rasa itu hal yang tidak terlalu penting. Melainkan yang harus diperhatikan saat ini bukan banyaknya sekolah tapi mutu dari sekolah tersebut. Atau dengan kata lain, yang dibutuhkan bukanlah kuantitasnya, tapi kualitas pendidikan yang lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Dulu kita lihat satu komplek atau petak tanah dibangun lima sekolah. Ada apa ini, cuma bertujuan agar banyak jabatan di sekolah-disekolah? Saya kira ini fikiran-fikiran yang konvensional dan tidak maju&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;gitu. Kita harus merobah tatanan dan pola pikir itu. Yang saya maksudkan kita bisa melihat lebih luas. Kita ini kan perlu berpikir dan bertindak secara lebih terprogram dari pada kita bangun sekolah banyak. Untuk apa sekolah banyak, kalau gurunya tidak mencukupi, &lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;bukankah lebih baik satukan saja sekolah itu. Demikian pula halnya dengan kepala sekolah perlu untuk diseleksi dengan benar dan bukan sekedar untuk bagi-bagi jabatan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Lalu, bagaimana dengan fasilitas transportasi khusus sekolah yang saat ini tampak masih sangat kurang?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Sebaiknya tiap sekolah itu punya bis sendiri, baik itu sekolah yang ada di perkotaan ataupun sebaliknya. Selain untuk membantu siswa saat akan pergi atau pulang dari sekolah, hal tersebut juga berguna untuk melatih disiplin anak-anak. Mereka tunggu dimana, jadi orang tuanya cuma mengantar sesuai jadwal masuk sekolah. Selama ini orang tua semua sibuk bekerja, sehingga mengharuskan mereka untuk membagi waktu untuk mengantar atau menjemput anak, sehingga tampak terlalu direpotkan. Sebenarnya itu semua tidak perlu terjadi jika kita bisa menyiapkan bis khusus yang membantu transportasi siswa. Bukanlah satu bis itu lebih murah daripada membangun satu sekolah? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Harapan bapak untuk dunia pendidikan di Aceh di masa mendatang? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Saya harapkan mutu pendidikan di Aceh di masa mendatang akan lebih baik, dan untuk mewujudkan hal itu tentunya sangat dibutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama dari pemerintah Aceh sendiri. Bukanlah saat ini kita telah mendapatkan alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Nah, ini kita harapkan dapat dimanfaat oleh pemerintah untuk mengalokasikan lebih banyak pada sektor dunia pendidikan, sehingga tidak ada lagi anak-anak Aceh yang tidak bisa menempuh pendidikan atau putus sekolah hanya dikarenakan masalah biaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Dunia pendidikan merupakan faktor terpenting dalam membangun suatu daerah, jika suatu daerah pendidikan rendah, maka akan rendah pula pembangunannya, demikian pula sebaliknya. Selain itu kita juga mengharapkan mutu pendidikan di Aceh akan semakin meningkat, jika sebelumnya mutu pendidikan kita termasuk ke dalam kategori wilayah yang pendidikannya masih rendah, mudah-mudahan hal ini tidak lagi di alami dunia pendidikan Aceh di masa mendatang&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Rizha &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Dipublikasikan di Tabloid Lintas Nol Edisi I (September 2007)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-7780651928482939564?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/7780651928482939564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/pendidikan-aceh-butuh-kualitas-bukan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/7780651928482939564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/7780651928482939564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/pendidikan-aceh-butuh-kualitas-bukan.html' title='Pendidikan Aceh Butuh Kualitas Bukan Kuantitas'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPhes_uEmI/AAAAAAAAABI/xvdQI39LXlg/s72-c/darni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-5919062021753043341</id><published>2007-10-10T13:24:00.001-07:00</published><updated>2008-04-24T23:45:14.436-07:00</updated><title type='text'>Desa Konflik Penghasil Kakao</title><content type='html'>&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;"Saat konflik berlangsung, semua masyarakat di desa ini terpaksa mengungsi ke daerah lain, sehingga perkebunan yang telah kami tanam harus ditinggali tanpa bisa mengambil hasil,"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_dSw85Bzz2xQ/Rg-L-NIyHwI/AAAAAAAAAAM/bBzEG9jR9Z8/s1600-h/1ta.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048407608100265730" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px" height="194" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_dSw85Bzz2xQ/Rg-L-NIyHwI/AAAAAAAAAAM/bBzEG9jR9Z8/s320/1ta.jpg" width="246" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Udara dingin dan gumpalan kabut senantiasa mewarnai keseharian masyarakat dataran tinggi di lintasan Sigli-Meulaboh. Jalanan terjal dan berliku juga telah menjadi pemandangan yang biasa bagi mereka yang bermukim di daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah yang bertempat di lereng pengunungan ini tergolong salah satu daerah yang subur dan produktif untuk pengembangan potensi pertanian di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulee Gunong, begitulah sebutan desa yang terletak di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Masyarakat yang bermukin sekitar 60 Km dari kota Beureunun ini setiap hari memulai aktifitasnya dengan bekerja sebagai petani di perkebunan milik mereka.Desa yang terdiri dari tiga dusun dan memiliki 215 kepala keluarga (KK) ini, merupakan masyarakat yang homogen (sama). Dimana hamper keseluruhannya sebagai petani tanaman tahunan (perkebunan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coklat (kakao), kopi, pinang, dan durian merupakan tanaman yang paling digemari penduduk setempat. Selain hasilnya lebih bagus, perkebunan ini juga telah menjadi tradisi turun menurun sejak mereka mendiami daerah dingin ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir keseluruhan masyarakat yang tinggal di Desa Ulee Gunong adalah pendatang yang merantau dari berbagai wilayah di Aceh, mereka segaja mendiami daerah ini untuk membuka lahan tidur dan dijadikan perkebunan serta tempat tinggal yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, jenis perkebunan yang paling diminati masyarakat Ulee Gunong adalah tanaman coklat, mereka beranggapan tanaman ini lebih menjanjikan serta perawatannya juga terkesan lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bertani coklat, masyarakat setempat merupakan petani kopi, dan ini telah digeluti masyarakat sejak dari tahun enam puluhan. Namun pada akhir sembilan puluhan masyarakat beralih untuk lebih memilih menanam coklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya tanaman coklat di derah ini dibawa oleh H Abu Bakar dan M Yusuf Ali, mereka mendapatkan bibitnya dengan membeli di kota Sigli seharga Rp 500/batang. Dari bibit inilah kemudian dibudidayakan menjadi lebih banyak, dan dibagikan pada masayarakat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mulanya hanya saya dan H Abu Bakar saja yang menanam coklat di desa ini, kemudian barulah masyarakat yang lain mulai berminat menanamnya juga," ujar Yusuf Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini perkebunan coklat (kakao) telah menjadi pertanian komoditas masyarakat Desa Ulee Gunong, dan menjadi sarana perekonomian utama dalam memenuhi kebutuan hidup penduduk yang kian lama kian meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat perkebunan coklat memasuki musim panen, masyarakat setempat mampu menghasilkan produknya dalam setahun sebanyak 2 ton/ha. Dan hasilnya mereka jual pada pedangang pegumpul Rp 10.000/kg, bahkan pada harga saat harga melonjak, mereka bisa menjualnya dengan harga 15.000/kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berlangsung konflik Aceh, para petani di derah ini terpaksa untuk mengungsi ke daearah lain dan meninggalkan perkebunan mereka. Hal ini dilakukan masyarakat secara berulang kali.&lt;br /&gt;"Saat konflik berlangsung, semua masyarakat di desa ini terpaksa mengungsi ke daerah lain, sehingga perkebunan yang telah kami tanam harus ditinggali tanpa bisa mengambil hasil," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan tersebut dibenarkan Muhammad, kepala Desa Ulee Gunong. Dia menyatakan, saat konflik berlangsung desanya menjadi daerah yang paling sering terjadi kontak tembak, hingga dia dan seluruh masyarakat Desa Ulee Gunong mengambil kesimpulan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hampir setiap hari di sepanjang jalan ini selalu terjadi kontak tembak dan penghadangan. bahkan korban yang berjatuhan pun tidak sedikit,” ungkapnya meyakinkan sembari menunjuk beberapa wilayah yang dianggap rawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah yang tertuang dalam MoU Helsingki 15 Agustus 2005 yang lalu, merupakan salah satu titik cerah penyelesaian konflik Aceh. Demikian pula halnya yang dialami masyarakat desa Ulee Gunong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah perjanjian damai tercapai, keteika itulah masyarakat Ulee Gunong mulai berani untuk kembali ke kampung halaman mereka untuk kembali menggarap perkebunan yang telah lama terbengkalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, saat masyarakat mulai kembali ke desanya, mereka kembali dihadapankan dengan persoalan lainya. Mereka harus berpikir dari mana mendapatkan modal untuk memperbaiki perkebunan yang sekian lama tidak terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat kami kembali dari pengungsian, kebun milik masyarakat di desa ini sudah tidak terawat lagi, bahkan banyak juga tanaman yang mati dan diserang hama penyakit," ungkap Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Nur, ketua kelompok tani desa setempat mengungkapkan, sejak mereka kembali mendiami daerah ini, sampai saat ini mereka belum pernah mendapatkan bantuan pertanian seperti halnya modal bagi masyarakat tani di derahnya. Padahal menurutnya mereka sangat membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain modal, petani di desa ini juga mulai di resahkan dengan banyaknya penyakit dan jamur yang menyerang perkebunan coklat yang mereka garap, bahkan sampai saat ini mereka belum mendapatkan obat/vaksin untuk menanggulanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak sekali hama dan penyakit yang menyerang perkebuanan kami, salah satunya penyakit busuk buah, yang hingga kini kamitidak tahu cara menanggulanginya,” ujar pria setengah baya itu ketika dijumpai di kebunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi telah terpilihnya Gubernur dan Bupati/Walikota baru di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, para petani berharap. Pemerintah terpilih agar mampu memberikan perhatiannya bagi masayarakat desa setempat, dan jangan hanya melihat dan memperhatikan daerah yang mudah dijangkau saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami mengharapkan pemerintah baru Provinsi Naggroe Aceh Darussalam bisa memberikan perhatiannya pada petani di desa ini, karena profesi ini telah menjadi penopang kehidupan bagi masyarakat di sini," kata M Nur dengan penuh harapan. ***&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;Rizha&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;Dipublikasikan di Tabloid Arash Edisi Januari 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-5919062021753043341?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/5919062021753043341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/desa-konflik-penghasil-kakao_10.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5919062021753043341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5919062021753043341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/desa-konflik-penghasil-kakao_10.html' title='Desa Konflik Penghasil Kakao'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_dSw85Bzz2xQ/Rg-L-NIyHwI/AAAAAAAAAAM/bBzEG9jR9Z8/s72-c/1ta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-2808983606447020798</id><published>2007-10-10T12:59:00.001-07:00</published><updated>2008-04-24T23:36:07.770-07:00</updated><title type='text'>Sisi Lain Pilkada Aceh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPgO8_uElI/AAAAAAAAABA/lR7GRbdQ0NQ/s1600-h/pilkada.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126187348373934674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 174px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 180px" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPgO8_uElI/AAAAAAAAABA/lR7GRbdQ0NQ/s320/pilkada.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;Senin 11 Desember 2006, merupakan hari bersejarah bagi rakyat Aceh, pada hari tersebut dilakukan pemilihan kepala daerah tingkat I dan II secara langsung untuk yang pertama kalinya. dan dilaksanakan secara serentak di seluruh penjuru Nanggroe Aceh Darussalam.&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal tersebut seluruh masyarakat berbondong-bondong mengunjungi TPS-TPS yang telah disediakan untuk tempat dilakukan pemilihan. baik pemuda maupun orang tua yang telah lanjut usiapun tidak mau melewati kesempatan ini untuk memilih calon yang mereka sukai secara langsung.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Namun ketika semua orang terfokus untuk melakukan pemilihan, ada sebahagian rakyat Aceh yang tidak mau memperdulikan kegiatan Pilkada ini. Mereka memilih untuk tetap duduk di rumah ataupun melakukan aktivitasnya sehari-hari tanpa pergi dan menyumbangkan suaranya dalam pemilihan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Murni (45), merupakan salah seorang yang tidak memberikan suranya dalam pilkada, pada hari tersebut ia lebih memilih untuk berjualan sayuran di pasar Peunayong. Walaupun pada hari itu pasar nampak sepi dan tidak seperti biasanya, namun ia tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;“ Saya lebih memilih berjualan dari pada memilih calon, karena menurut saya itu lebih baik” ujar murni dalam bahasa Aceh yang begitu kental.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Selain Murni, M.Nur (32) pria yang sehari-harinya bekerja berjualan nasi ini juga tidak melakukan pemilihan, walaupun sebenarnya jarak TPS tidak begitu jauh dengan tempat tinggalnya. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;“ Untuk apa memilih, calonnya saja saya tidak kenal. Paling cuma tau nama dan asalnya saja. Sedangkan bagaimana sifatnya, saya tidak paham. Menurut saya sampai saat ini belum ada satu orang pun pemimpin yang jujur dan adil serta sesuai dengan ajaran Islam. Kalau yang seperti itu ada baru saya akan melakukan pemilihan”, ujarnya sambil meyakinkan tindakannya itu benar.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Lain lagi halnya dengan Iwan, warga kampung Keuramat Banda Aceh. Ia tidak melakukan pemilihan pada pilkada 11 Desember bukanlah karena tidak mau , melainkan karena ia tidak terdaftar sebagai calon pemilih. Padahal sebenarnya ia telah tinggal di &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hampir 6 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;“ Saya tidak tahu kenapa pada saat saya mengecek nama di kelurahan tidak ada, padahal saya sangat ingin memilih, apalagi ini merupakan momen yang penting untuk menentukan nasib Aceh kedepan”.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Murni, M. Nur dan Iwan hanyalah sebahagian dari masyarakat Aceh yang tidak melakukan pemilihan pada pilkada 11 Desember 2006. mereka tidak ikut pemilihan dengan berbgai macam alasan tersendiri. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang karena tidak mau melakukan pencoblosan karena tidak ada calon yang ia sukai, ataupun dikarenakan tidak terdaftar sebagai pemilih.***&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;(Fachrur Rizha)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-2808983606447020798?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/2808983606447020798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/sisi-lain-pilkada-aceh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/2808983606447020798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/2808983606447020798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/sisi-lain-pilkada-aceh.html' title='Sisi Lain Pilkada Aceh'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPgO8_uElI/AAAAAAAAABA/lR7GRbdQ0NQ/s72-c/pilkada.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-5304253322311592395</id><published>2007-10-10T12:57:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T01:43:39.785-07:00</updated><title type='text'>Pengemis di Persimpangan Jalan Raya</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_dSw85Bzz2xQ/Rh47Hg_Wl9I/AAAAAAAAAAc/W4IgNi0qOZs/s1600-h/foto2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5052540832257054674" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_dSw85Bzz2xQ/Rh47Hg_Wl9I/AAAAAAAAAAc/W4IgNi0qOZs/s320/foto2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pasca tsunami, keadaan Banda Aceh sekilas berangsur berubah menjadi lebih baik. Bahkan kalau dibandingkan sebelum tsunami keadaan perekonomian jauh tampak lebih maju. ini terlihat dari semakin banyaknya pembangunan. Dari yang sebelumnya hanya ada di pusat-pusat perkotaan dan jalan-jalan utama, kini telah menyebar sampai ke pelosok-pelosok &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di samping itu semua, sering terlihat fenomena yang sangat menyedihkan, namun sayangnya hanya ada segelintir orang saja yang mau melirik ke arah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Dimana, di balik megahnya bangunan dan semakin tingginya pendapatan masyrakat, masih tampak ada orang-orang yang setiap harinya mencoba untuk selalu hadir dan rela disengat matahari dan diguyur hujan di persimpangan jalan. Mereka bukanya orang-orang yang sedang petugas perencanaan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, dan bukan pula petugas kepolisian yang sedang mengatur ketertiban lalu lintas. Melainkan mereka orang-orang yang setiap harinya harus menegadahkan tangannya ke hadapan pengendara sepeda motor atau mobil yang kebetulan sedang menunggu lampu hijau di perempatan jalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengemis. Begitulah sebutan yang sering dikatakan orang dan akrab dengan pendengaran kita. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Profesi ini menjadi semakin marak diberbagai penjuru &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Banda Aceh. Bahkan hal yang dulunya sangat asing, kini telah menjadi hal yang biasa dalam pandangan sehari-hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di persimpangan Jambo Tape dan Simpang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; setiap harinya tampak beberapa orang yang setiap harinya berprofesi menjadi pengemis. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; orang tua yang cacat, ibu-ibu yang sudah lanjut usia, sampai anak-anak yang masih sangat kecil pun ada yang menjadi pengemis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setiap harinya, disaat aktifitas masyarakat dimulai. &lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pengemis tidak pernah lupa untuk memulai atifitasnya juga. Mereka telah hadir beberapa waktu sebelumnya ke tempat masing-masing atau posisi tertentu. Dimana setiap dari mereka telah mempunyai wilayah-wilayah tertentu yang telah ditanda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Para pengemis itu biasanya mulai mencari nafkah dari pukul 07.00 sampai mangrib, tapi ada juga yang bertahan sampai pukul 09.00 malam, baru kemudian mereka pulang rumah. Namun sebahagian ada yang harus rela menginap dan tidur di emperan toko-toko dengan hanya beralaskan koran atau di atas meja-meja yang diatur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Seperti halnya yang dialami oleh Putra, anak berusia 11 tahun yang berasal dari Lampaseh, dikarenakan keluargan yang ia punya semuanya telah menjadi korban pada peristiwa tsunami yang memporak-porandakan Aceh pada akhir tahun 2004. Putra setiap harinya terpaksa menjadi pengemis di Simpang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Ini ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang harus ia penuhi. Bahkan ia harus berhenti bersekolah hanya untuk menjadi pengemis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Setiap harinya ia terpaksa pulang pada malam hari ke rumah. Kalau memang tidak memungkinkan untuk pulang, ia harus tidur di emperan toko atau halte yang ada sambil menunggu pagi. pendapatan yang bisa ia peroleh perharinya rata rata Rp. 30.000,-tapi terkadang juga bisa sampai Rp. 40.000,-. &lt;/span&gt;Semuanya tergantung dari berapa banyak orang yang mau memberikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hal yang sama juga dialami oleh Safrizal, bocah berumur 13 tahun yang berasal dari Peuniti. Setiap harinya setelah pulang sekolah, ia rela berburu dengan waktu untuk bisa ke persimpangan jalan raya untuk menjadi pengemis. ini dilakukannya untuk membantu kebutuhan keluarga, dimana ibunya kini hanya bekerja sebagai tukang cuci, sedangkan ayahnya telah lama meninggal dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selain dari mereka, masih sangat banyak pengemis yang lain, baik itu yang sudah tua renta, atau mereka yang cacat. Namun kebanyakan dari mereka sangatlah tertutup dengan orang lain. Apalagi kalau ada orang yang ingin mendekati dan berbicara dengan mereka, maka mereka akan langsung menjauhinya seakan tidak ingin diajak berinteraksi. Tapi pastinya mereka mempunyai berbagai alasan tersendiri, baik itu karena takut kehilangan profesi atau hal-hal yang lain yang tidak bisa kita mengerti dan pahami&lt;b&gt;&lt;i&gt;. (Fachrur Rizha)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-5304253322311592395?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/5304253322311592395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/pengemis-di-persimpangan-jalan-raya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5304253322311592395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5304253322311592395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/pengemis-di-persimpangan-jalan-raya.html' title='Pengemis di Persimpangan Jalan Raya'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_dSw85Bzz2xQ/Rh47Hg_Wl9I/AAAAAAAAAAc/W4IgNi0qOZs/s72-c/foto2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-6720103179437938294</id><published>2007-10-10T12:56:00.000-07:00</published><updated>2008-04-24T23:29:40.997-07:00</updated><title type='text'>Berjuang tuk Hidup yang Lebih Layak</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“tidak pernah ada satu NGO pun ya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;ng mau menawarkan modal kepada saya”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_dSw85Bzz2xQ/Rh48_w_Wl-I/AAAAAAAAAAk/lOfgvAkFTpM/s1600-h/foto1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5052542898136324066" style="WIDTH: 512px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 305px" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_dSw85Bzz2xQ/Rh48_w_Wl-I/AAAAAAAAAAk/lOfgvAkFTpM/s320/foto1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Diantara debu &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;yang berterbangan dan asap kend&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;araan yang melintasi jalan Banda Aceh-Meulaboh terdapat sebuah warung yang dibangun dengan seadanya. Seorang pria muda berkulit hitam manis dengan mengenakan ba&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;ju kaos biru dan celana jens bekerja memasak &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;mie pesanan pembeli berada di dalamnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Zakaria (25), demikinlah nama pria yang lahir dan di besarkan di desa Layeun, Leupung Aceh Besar. Setiap harinya ia berjulan mie dan beberapa barang kelontong lainnya. Ia baru saja membuka warungnya beberapa hari yang lalu. Sebelum mendirikan warung ia juga sempat gelisah memikirkan untuk mencari modal dari mana. Namun dengan tekat yang kuat ia pun akhirnya berhasil mendirikan warungnya dengan biaya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sebelum musibah tsunami tahun lalu, ia tidak tinggal di temapt ini. Melainkan ditemapt yang berjarak 500 meter dari warungnya. Namun semuanya kini hanya tinggal kenangan belaka, rumah yang merupakan tempat ia di lahirkan kini telah menjadi lautan siring dengan deruan ombak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Saat tsunami, ia tidak berada di kampungnya, namun saat itu ia sedang bekerja di sebuah panglung kayu di kaki Gunung Gurutee. Ia juga sempat tenggelam dalam gulungan ombak yang begitu ganas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Kami waktu itu ada 43 orang, dan satu orang menjadi korban” ungkap Zakaria.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Setelah selamat dari kejadian itu, ia pun langsung teringat akan keluarganya yang tinggal dipesisir laut. Untuk pulang ke rumahnya Ia harus rela menempuh perjalanan kaki sejauh 2 Km dan berenang menyeberangi sungai sejauh 20 meter. Saat memijakkan kakinya di daratan, ia baru sadar kalau salah satu jarinya telah putus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Saya baru sadar kalau jari kaki saya telah putus saat seorang teman saya mengatakan kalau kaki saya mengelurkan darah”, ujarnya sambil mengenang kejadian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Zakaria tidak langsung menyerah saat melihat kakinya mengelurkan darah segar, namun ia kembali bertekat untuk menempuh perjalanan hingga sampai ke sebuah pos aparat di Muara Mon Meeh. Disanalah ia sempat beristirahat dan bermalam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Setelah dua hari melewati ketidakpastian, akhirnya ia pun baru bisa bertemu dengan kedua adiknya di pengungsian TVRI Mata Ie, di sanalah ia mengetahui kalau kedua orang tua dan kakaknya telah menjadi korban dalam musibah yang menimpa Aceh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Setelah dua minggu lebih di &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Mata Ie&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:state st="on"&gt;ia&lt;/st1:state&gt; dan kedua adiknya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman dan menetap kembali di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, sambil mencari keluarga yang mungkin masih selamat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Selama kembali ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Desa Layeun&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:state st="on"&gt;ia&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; tidak pernah mendapatkan bantuan apapun, termasuk sembako. Yang pernah ia pernah dapatkan hanyalah beras raskin, namun tidak dengan cuma-cuma, melainkan harus membelinya dengan harga Rp. 1.000,- per kilogram. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Demikin pula halnya dengan jadup (jatah hidup), ia hanya mendapatkan tiga kali, dua kali di saat mengungsi di Mata Ie, dan hanya sekali ketika ia kembali ke desanya. Setelah itu tidak pernah lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Ketika ia mencoba bertanya kepada Keuchik (Kepala Desa) setempat, dikatakan kalau namanya tidak terdata. Dan ketika menjumpai Camat, dikatakan kalau semuanya telah diserahkan kepada Keuchik masing-masing desa. Hingga akhirnya ia pun tidak mau lagi untuk menanyakan hal tersebut, karena ia menganggap kalau itu hanya akan sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Menggenai bantuan usaha, ia juga tidak pernah mendapatkannya, walaupun sebenarnya ia sangat membutuhkannya untuk untuk menghidupi dirinya dan kedua orang adiknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;“Tidak pernah ada satu Ngo pun yang mau menawarkan modal kepada saya, padahal sebenarnya saya sangat membutuhkannya untuk membangun warung saya ini”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Saat ditanyai &lt;i&gt;Naggroe &lt;/i&gt;berapa penghasilan yang ia dapat sehari-harinya, ia hanya sempat tersenyum dan berkata kelau keuntungan yang ia dapat hanya cukup untuk makan saja. Namun untuk mencukupi kebutuhan yang lain ia juga bekerja memotong kayu ke gunung-gunung dan membuat boat pesanan Ngo untuk diberikan kepada penduduk di Lhong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Ia juga sempat berharap kalau saja ada yang mau membantu memberikan bantuan modal kepadanya, mungkin ia bisa hidup lebih baik lagi, serta bisa untuk membiayai sekolah kedua adiknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Zakaria hanyalah sebagian kecil dari penduduk desa Layeun yang harus rela mencari modal sendiri untuk dapat mendirikan warung sebagai penopang hidup keluarga. Mungkinkah nantinya akan ada NGO atau LSM yang akan mau membantu memberikan modal kepada mereka hingga menjadikan hidup mereka sedikit lebih baik?***&lt;b&gt; &lt;i&gt;Rizha&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dipublikasikan di Majalah Nanggroe Edisi VI (Desember 2005)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-6720103179437938294?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/6720103179437938294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/berjuang-tuk-hidup-yang-lebih-layak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/6720103179437938294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/6720103179437938294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/berjuang-tuk-hidup-yang-lebih-layak.html' title='Berjuang tuk Hidup yang Lebih Layak'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_dSw85Bzz2xQ/Rh48_w_Wl-I/AAAAAAAAAAk/lOfgvAkFTpM/s72-c/foto1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-5017851030514387700</id><published>2007-10-10T12:54:00.000-07:00</published><updated>2008-04-24T23:26:58.169-07:00</updated><title type='text'>Bemodalkan 75 Ribu Rupiah</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048411757038673682" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_dSw85Bzz2xQ/Rg-PvtIyHxI/AAAAAAAAAAU/2P6q4LZyFhE/s320/5.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Di sebuah sudut toko di jalan Syeikh M.Amin Pasar Peunayong, seorang perempuan tua sibuk menawarkan barang dagangannya kepada setiap orang yang lalu lalang melintas di depannya. Sesekali ada orang yang tertarik membeli sayur mayur dan peralatan dapur yang dijajakannya. Kendali sepi pembeli, ia tidak pernah putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syammah, begitu nama perempuan berusia 65 tahun itu. Sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur-sayuran dan peralatan memasak. Sudah belasan tahun ia bergelut dengan profesi yang satu ini. Usahanya ini bisa membantu perekonomian kelurganya, yang memang sudah tergolong sulit, jauh sebelum tsunami melanda Aceh akhir Desember tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syammah sempat absen berjualan beberapa waktu, ketika ia mengungsi ke Lambaro Kaphe, Aceh Besar. Hal ini disebabkan karena rumahnya di Peulanggahan Banda Aceh telah hancur dihantam tsunami. Namun, karena tidak betah berada di pengungsian, Syammah pun akhirnya memilih untuk kembali ke kampung halamannya yang telah porak-poranda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampung, ia hidup dengan cara menumpang di rumah saudaranya yang bertempat tak jauh dari pertapakan rumahnya. Di sanalah ia kembali mengibarkan panji-panji usaha untuk menopang ekonomi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegaran memang telah menjadi milik Syammah, kendati tsunami telah merenggut nyawa suami dan anak-anaknya. Dengan bermodalan 75 ribu Syammah kembali berjualan di pasar Peunayong sejak awal Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Saya jualan hanya dengan modal yang diberikan orang. Mungkin karena orang itu kasihan, maka ia memberikan uang 75 ribu, yang kemudian saya pakai untuk jualan’’ ,kata Syammah saat ditemui wartawan Nanggroe Oktober lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan perempuan yang bersuamikan M. Yusuf ini untuk berjualan dikarenakan ia tidak mau berpangku tangan menerima kenyataan dan cobaan dalam hidup ini. “ Dari pada harus duduk di rumah tanpa aktivitas apa-apa, dengan berjualan saya bisa lebih tenang tanpa harus termenung membayangkan musibah yang telah menimpa saya’’, Tegas wanita ini sambil mengenang keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tsunami melanda Aceh, Syammah berjualan bersama sang suami. Dimana dulu ia dan keluarganya termasuk pedagang kaki lima yang suskses, dengan barang dagangan yang lumayan banyak. Bahkan, suaminya dulu penah punya becak yang digunakan untuk mengangkut barang. Namun, kini semua itu hanya tinggal kenangan belaka. Praktis, kini ia hanya bisa berjualan seorang diri, dengan barang seadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegigihan Syammah dalam berdagang tak perlu diragukan lagi, kendati usianya sudah senja, tapi ia masih ulet dalam menjajakan dagangannya. Saban hari, usai sahur di bulan Ramadhan, ia sudah siap untuk membawa dagangannya ke Pasar Peunayong. Dan menjelang sore, perempuan tua ini baru menyudahi jualannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum jualan di Pasar Peunayong, Syammah menggelar lapak dagangan di pinggir Jalan Supratman Peunayong. Namun, karena mendapat larangan dari petugas keamanan dan ketertiban Kota Banda aceh, Syammah pun terpaksa “Menggusur’’ lapaknya. “ Saya di usir sama petugas penertiban pasar, dengan alasan mengganggu lalu lintas’’, tandas Syammah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Syammah mengaku betah dengan tempat berjulannya sekarang ini. “ Di sini agak teduh, jadi tidak takut terkena terik matahari atau hujan’’, ujarnya sambil tersenyum. Guratan ketuaan pun mulai muncul dari raut wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan dana jaminan hidup yang dialokasikan pemerintah?&lt;br /&gt;Nek Syammah mengaku hanya memperolehnya saat megang sebelum Ramadhan. Hal itu juga dibenarkan Nek Rukiyah (62), temannya yang mengungsi di dekat Mesjid Teungku Dianjong Peulanggahan. “ Kami hanya dapat 93 ribu, itu pun habis untuk membeli bumbu daging’’, Kata Rukiyah, dan kembali dibenarkan Syammah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu harapan Syammah di saat lebaran Idul Fitri 1426 H kali ini. Harapannya tidak muluk, hanya permintaan kepada LSM/NGO untuk mendirikan tenda bagi warga Peulanggahan untuk bisa Shalat Ied (Idul Fitri) berjamaah! “ Sekarang nak, ibu susah untuk shalat tarawih berjamaah karena jarak mesjid sangat jauh’’, ungkapnya dengan penuh harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pernahkah Syammah mendapat bantuan usaha pasca tsunami?&lt;br /&gt;“ Ada yang tawarkan dari sebuah yayasan perempuan, tapi saya tak tahu persis kapan akan diberikan’’, ujarnya. Ia mengaku sempat kecewa dengan beberapa lembaga swadaya masyarakat yang pernah menjanjikan bantuan bagi para korban tsunami. Pasalnya, hingga kini bantuan itu tidak jelas keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah, sebutnya, bantuan modal justru datang dari orang yang iba melihat kondisinya. “ Dikasih sama orang ada, tapi saya tidak pernah mau meminta-minta’’, ujarnya sembari berharap kepada LSM atau NGO tidak lagi megubar janji-janji kosong kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa dan adakah yang nantinya mau membantu modal usaha bagi Syammah dan ribuan korban tsunami lainnya yang saat ini sedang ditimpa kesusahan?***&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;(Rizha)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dipublikasikan di Majalah Nanggroe Edisi IV (November 2005) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-5017851030514387700?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/5017851030514387700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/bermodalkan-75-ribu-rupiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5017851030514387700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/5017851030514387700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/bermodalkan-75-ribu-rupiah.html' title='Bemodalkan 75 Ribu Rupiah'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_dSw85Bzz2xQ/Rg-PvtIyHxI/AAAAAAAAAAU/2P6q4LZyFhE/s72-c/5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8897052800070816776.post-7190121897853288595</id><published>2007-10-10T12:48:00.001-07:00</published><updated>2010-11-17T21:14:43.419-08:00</updated><title type='text'>Reportase Aceh Jaya: Pengungsi Ujong Muloh Belum Dapatkan Rumah Bantuan</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126191273974043266" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 142px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 131px" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPjzc_uEoI/AAAAAAAAABY/zKaX4k9Gu_I/s320/tenda.jpg" border="0" /&gt;Ratusan pengungsi Desa Ujong Moloh, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya hingga kini masih tinggal di tenda-tenda darurat, mereka telah tinggal di tenda tersebut selama satu tahun lebih, namun hingga kini belum ada kejelasan kapan mereka akan diberikan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irwansyah(33), salah seorang pengungsi di desa tersebut mengatakan, kalau selama ini mereka hanya bisa pasrah dengan kondisi yang mereka alami saat ini. Menurutnya, mereka telah beberapa kali meminta bantuan kesana-kemari, namun hasilnya sampai saat ini tidak pernah terealisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menambahkan kalau saat ini kondisi pengungsi sangat memprihatinkan, karena kalau pada musim hujan keadaan di luar tenda akan digenangi air, ditambah lagi dengan banyaknya tenda-tenda yang telah bocor dan usang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tsunami melanda desa itu, masyarakat umumnya tinggal di pesisir pantai. Namun karena tanah mereka kini telah hilang dan menjadi lautan, maka masyarakat Ujong Muloh terpaksa untuk mengungsi dan mendirikan tenda-tenda di tanah milik orang lain yang juga merupakan bekas lapangan bola kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengungsi sempat dijanjikan oleh BRR dan PEMDA untuk membantu mereka memberikan pembebasan tanah untuk ditinggali, namun hingga kini belum ada kejelasan dari pihak tersebut.&lt;br /&gt;Disamping itu, Mulia Hardi(30), Sekretaris Desa setempat menjelaskan, kalau sebenarya selama ini ada beberapa NGO/LSM yang ingin membantu mereka untuk mendirikan rumah, seperti PMI Canada dan Wourd Vision. Namun dikarenakan tidak adanya kejelasan hak kepemilikan tanah, merekapun tidak berani untuk mendirikan rumah bagi masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, masyarakat desa Ujong Muloh hanya bisa berharap agar PEMDA dapat memperhatikan keadaan mereka, dan pembangunan rumah bagi mereka bisa segera terwujud. Hingga mampu menjadikan mereka untuk dapat menikmati hidup yang lebih baik seperti halnya pengungsi-pengungsi di daerah lainnya. ***&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dipublikasikan di Harian Medan Pos, Edisi April 2006&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8897052800070816776-7190121897853288595?l=bangcut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangcut.blogspot.com/feeds/7190121897853288595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/aceh-jaya-pengungsi-ujong-muloh-belum.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/7190121897853288595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8897052800070816776/posts/default/7190121897853288595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangcut.blogspot.com/2007/10/aceh-jaya-pengungsi-ujong-muloh-belum.html' title='Reportase Aceh Jaya: Pengungsi Ujong Muloh Belum Dapatkan Rumah Bantuan'/><author><name>Fachrur Rizha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01491403691877965606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_aNBSCj6vomk/TTK3mdCyn2I/AAAAAAAAAO0/knDMLnNSAa4/S220/35737_443387587703_785852703_5955900_1053253_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_aNBSCj6vomk/RyPjzc_uEoI/AAAAAAAAABY/zKaX4k9Gu_I/s72-c/tenda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
